The Fashionable Life: Resolusi Angga Yunanda di Tahun 2021

Bagaimana aktor muda ini belajar untuk tetap bersyukur dalam situasi tidak pasti ini.



"Saya merasa di setiap musibah pasti ada sesuatu yang bisa kita petik," ujar Angga Aldi Yunanda saat merefleksikan masa pandemi ini. Tentu segudang tantangan baru hadir, namun momen-momen tersebut justru membuatnya lebih banyak bersyukur dan menghargai segala hal, sesederhana apapun itu.


Bagi Angga, seorang aktor muda yang namanya kian melejit sejak melangkah ke dunia layar lebar di tahun 2018 dan secara sukses menakjubkan publik lewat perannya sebagai Bima di film Dua Garis Biru, bahkan berhasil meraih dua penghargaan Indonesian Movie Actors Award dan nominasi Piala Maya, rutinitasnya di kala kini berubah 180 derajat dari biasanya.


"Bisa dibilang saya sudah berusaha merancang banyak hal. Saya merasa planning-nya cukup banyak karena kita semua merasa saat awal tahun kemarin kalau 2020 bakalan menjadi big banget, bahkan sempat berencana untuk melakukan syuting di luar negeri. Tetapi dengan adanya pandemi sepertinya akan sulit untuk terealisasi sekarang," tuturnya kepada Bazaar pada sesi pemotretan The Fashionable Life kali ini. Kami pun bercakap di Subo, sebuah listening bar privat dalam batasan jarak yang aman serta penerapan protokol kesehatan untuk seluruh tim yang terlibat di lokasi.

"Saya sempat kembali ke Lombok ketika masa PSBB pertama bersama keluarga karena paranoid dan bingung dengan keadaan," ucap pemain film asal Nusa Tenggara Barat ini yang memutuskan untuk balik lagi ke Jakarta sekitar pertengahan tahun lalu dan mulai beradaptasi dengan situasi.


"Terutama ketika akting kan harus berurusan dengan banyak orang bahkan bisa dibilang satu produksi bisa mencakup lebih dari 100 orang. Awalnya pasti itu sulit banget, mengingat pandemi ini menuntut kita untuk jaga jarak," tambah Angga.

Ia kemudian bercerita pengalamannya selama menjalankan proses syuting di tengah kondisi seperti ini, "Saat itu sedang ada proyek film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga, planning-nya bahkan sebelum pandemi dan ketika pandemi ini terjadi kita semua bingung harus bagaimana. Kebetulan pra-produksi di bulan Maret, saat PSBB baru saja diberlakukan. Kita sempat memutuskan untuk hold dulu proses syutingnya, meski 3 bulan pertama, kita semua tetap membahas filmnya setiap hari tetapi melalui Zoom meeting. Itu termasuk hal yang sangat baru, di mana proses reading dilakukan secara virtual. Kita membedah naskah dan skenario sembari berusaha untuk dapat feel-nya. Awal-awal lumayan sulit karena belum pernah melakukan proses ini tanpa bertemu langsung. Biasanya harus mencoba adegan-adegan tersebut lewat kontak fisik agar langsung dapat emosinya. Jadi ini salah satu film yang penting banget untuk ditonton karena mengambil latar ketika pandemi, dekat banget sama kita yang merasakan hal tersebut," jelasnya.

Ia lalu menambahkan, "Tetapi saya bersyukur banget karena production house-nya sendiri sangat korporatif dengan kesehatan bahkan ada divisi baru yaitu tim medis. Setiap kita diawasi terus kesehatannya. Saya juga berani keluar rumah kalau sudah tahu lingkungan yang akan dikunjungi seperti apa, makanya untuk pergi nongkrong atau jalan-jalan saya masih ragu dan tahan dulu."


Walaupun munculnya limitasi-limitasi pada aktivitas yang biasanya dapat dilakukan secara normal, Angga justru menimba hikmahnya. "Saya merasa karena dengan rutin menjaga kebersihan dan memakai masker, saya lebih fit. Dulu saya gampang banget sakit, seperti demam, flu, atau batuk, bisa sebulan sekali. Sejak masa pandemi malah saya tidak pernah sakit. Kesehatan adalah hal terpenting sih karena dulu kita seringkali menganggap enteng gejala maag atau bahkan tipes, namun sekarang benar-benar berasa bahwa kesehatan itu valuable. Saya juga jadi sering olahraga sendiri dan coba pola hidup sehat," ungkapnya.

Terlebih lagi waktu ini dimaksimalkan Angga untuk melanjutkan hobi yang selama ini mungkin terlupakan, yaitu melukis. "Saya mulai lukis lagi dan ternyata menyenangkan sekali. Kemarin-kemarin terlalu fokus dengan kerjaan sehingga kurang adanya me time. Bersyukur sekarang punya waktu untuk menenangkan pikiran dan melakukan kegiatan refreshing," tuturnya.


Ia melanjutkan perbincangan kami dengan menyampaikan harapannya di tahun yang baru ini, "Yang selalu saya lakukan adalah berdoa sih, semoga kita bisa beraktivitas secara normal kembali, apalagi saya pribadi sebagai aktor yang mewajibkan lingkungan kerja untuk kontak fisik dengan banyak orang. Kalau kita bisa melakukan hal itu seperti dahulu pasti akan lebih optimal, lebih enak juga proses syutingnya. Dan pastinya dalam keadaan sehat, karena kalau kita sehat pasti kita bisa melakukan banyak banget hal di tahun-tahun ke depan. Saya juga menantikan untuk quality time bersama keluarga, tetapi mungkin pergi keluar karena selama ini selalu di rumah aja, haha."

Lantas, saat Bazaar menanyakan tiga kata untuk Angga Yunanda yang sekarang? "Bersyukur, sehat, dan (berpikir) positif," tutupnya.

Portofolio ini:

Foto: Agus Santoso Yang - NPM Photography

Fashion Editor: Michelle Othman

Wardrobe: Studio133 Biyan

Makeup: Abiel Amanda

Hair: Eka Sari Wahyuni

Lokasi: Subo