Kenali Cara Membedakan antara Sedang Depresi dan Merasa Sedih Saja

Keduanya merupakan pengalaman yang valid, tetapi dengan artian yang sangat berbeda.



Depresi adalah salah satu penyakit mental yang paling umum dialami orang, dengan statistik menunjukkan bahwa sekitar 3 dari setiap 100 orang menderita depresi di Inggris. Tetapi terlepas dari frekuensi kejadiannya, mungkin sulit bagi beberapa orang untuk mengetahui apakah mereka benar-benar menderita depresi, atau apakah mereka hanya sedang mengalami fase kesedihan.

Selama setahun terakhir, dengan kehidupan manusia yang berubah drastis akibat pandemi virus corona, masalah kesehatan mental juga telah meningkat. Penelitian yang dilakukan oleh badan amal kesehatan mental Mind mengungkapkan bahwa lebih dari setengah orang dewasa mengatakan bahwa kesehatan mental mereka menjadi lebih buruk selama masa penguncian atau lockdown. Dan hal ini tidak mengherankan mengingat isolasi, ketakutan, dan stres seputar ketidakpastian akan selalu membawa dampak negatif.

Tetapi, sudah sampai pada titik manakah Anda dapat membedakan antara merasa sedih, dan memiliki masalah kesehatan mental yang perlu ditangani lebih lanjut? Walaupun kesedihan adalah emosi yang tidak boleh diabaikan, tetapi hal ini berbeda jauh dengan depresi. Untuk mengetahuinya lebih terperinci, Bazaar meminta Dr Mark Winwood, direktur Layanan Psikologis untuk perawatan kesehatan AXA PPP, untuk menjelaskan dengan tepat bagaimana membedakan antara depresi dan perasaan sedih. Dengan informasi ini, Anda dapat menentukan apakah yang sedang Anda alami adalah sesuatu yang membutuhkan pertolongan dari dokter profesional atau tidak.

"Depresi adalah salah satu masalah kesehatan mental yang sering terjadi, ditandai dengan perasaan sedih yang terus-menerus, dan sangat berbeda dengan perasaan sedih yang hanya berlangsung sementara," papar Dr Mark kepada Cosmopolitan.

"Orang yang hidup dengan depresi sering kali mengalami perasaan bersalah yang intens, harga diri yang rendah dan energi serta konsentrasi yang buruk, yang semuanya dapat berdampak secara negatif pada kehidupan sehari-hari. Sementara banyak dari mereka yang mengalami depresi percaya bahwa mereka sendirian ketika bergulat dengan gejala mereka, padahal kenyataannya tidak demikian."

Saat Anda merasa sedih, hal itu dapat memberi Anda pandangan umum yang suram tentang banyak area dari kehidupan Anda, namun jika Anda depresi, Anda akan mengalami sejumlah gejala yang tercantum di bawah ini. Tapi, seperti yang dipaparkan oleh Dr. Mark: "Setiap orang yang hidup dengan depresi mengalami kombinasi gejala yang berbeda".

Gejala dapat dibagi menjadi tiga kategori besar yang terdiri dari pikiran dan perasaan, gejala fisik, dan perilaku:

Pikiran dan perasaan

  • Kurang percaya diri dan memiliki harga diri yang rendah
  • Pikun, masalah konsentrasi dan / atau ketidaktegasan
  • Berpikir negatif
  • Memandang hidup sebagai sesuatu yang tidak berarti
  • Pikiran untuk bunuh diri
  • Rasa bersalah yang konstan
  • Rasa tidak berharga
  • Ketidakberdayaan
  • Dorongan seks rendah
  • Mudah gelisah dan / atau sensitif
  • Mati rasa
  • Tidak dapat berhubungan dengan orang lain / sering merasa disalahpahami
  • Selalu merasa sedih
  • Isolasi
  • Mati rasa atau hampa
  • Tidak tertarik pada hobi

Perilaku

  • Menjauhkan diri dari orang lain
  • Kesulitan berbicara dengan orang lain
  • Menangis secara teratur
  • Menghindari aktivitas atau acara sosial yang biasanya menyenangkan
  • Menyakiti diri sendiri
  • Tidur atau makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya
  • Meningkatkan asupan alkohol, tembakau atau obat-obatan

Gejala fisik

  • Peningkatan atau hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba
  • Kehilangan gairah seks dan kurangnya minat pada seks
  • Kekurangan energi
  • Meningkatnya rasa sakit dan nyeri
  • Sembelit
  • Pola tidur yang terganggu
  • Perubahan siklus menstruasi pada wanita

Anda tidak harus mengalami semua gejala ini untuk menggolongkan diri Anda sedang depresi. Nyatanya, kenyataannya jauh dari itu.

"Jika Anda merasa mengalami empat atau lebih gejala ini setiap hari selama lebih dari dua minggu, kemungkinan Anda sedang hidup dengan suasana hati yang tertekan dan saya merekomendasikan Anda untuk segera mengunjungi dokter untuk mendiskusikan gejala tersebut lebih lanjut," saran Dr. Mark.

(Penulis:Catriona Harvey-Jenner; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih bahasa: Janice Mae; Foto: Courtesy of Bazaar UK)