The Orm Code

Orm Kornnaphat menerjemahkan kode baru fashion kontemporer dalam koleksi Spring/Summer 2026, melalui sudut pandang dan ide kreatif Jonathan Anderson yang sarat energi dan emosi.


Pada pergelaran koleksi Spring/Summer 2026 Dior di penghujung tahun lalu, hiruk pikuk para tamu, energi yang mengitari ruang, serta hal-hal baru yang menunggu untuk ditemukan selalu menghadirkan perasaan istimewa baginya. Terlebih kali ini, saat ia menyempurnakan penampilannya dengan item impian.


ORM

Caption foto: Kardigan berbahan Kasmir, rok denim dengan detail pita, serta tas tangan berhias sulaman manik-manik

“Setiap kali datang rasanya selalu berdebar. Ada begitu banyak hal baru untuk dilihat. Saat bisa mengenakan sepatu bermotif bunga yang selama ini hanya ada dalam bayangan, rasanya benar-benar membahagiakan. Banyak tampilan di runway musim ini membuat saya merasa paling menjadi diri sendiri: percaya diri, sedikit usil, dan benar-benar menikmati busana yang terasa sangat ‘saya’. Busana yang sebelumnya hanya terlihat di panggung peragaan ternyata bisa dikenakan dalam keseharian. Ada sentuhan gadis Prancis yang berpadu selaras dengan energi segar generasi muda,” ujarnya sambil tersenyum.



Berbicara tentang awal tahun baru, sebagai seorang seniman yang kini berada di jajaran terdepan, ia semakin melihat perannya dengan lebih jernih. Baginya, bekerja di titik ini bukan semata untuk diri sendiri, melainkan juga untuk menyalurkan energi positif kepada para penggemar yang mencintai dan mengikuti perjalanannya di tahun 2026.


ORM

Caption foto: Kemeja bermotif kotak denga detail pita dan ruffle di bagian kerah, rok bermotif kotak, serta tas tangan.

“Tujuan Orm berada di sini adalah ingin membagikan kebahagiaan kepada orang lain. Saya senang jika bisa menjadi sumber kebahagiaan, sekecil apa pun itu. Saya ingin mereka yang melihat saya merasa bahagia dan membawa pulang sesuatu yang baik,” tuturnya.



Tentang resolusi tahun baru, ia tertawa kecil. “Saya ingin mulai berolahraga. Sudah berniat lama, tapi belum pernah benar-benar terlaksana. Jadi jangan khawatir, untuk siapa pun yang belum bisa mulai berolahraga, kalian punya Orm sebagai teman.” Pengakuan jujur itu pun mengundang tawa, sebelum ia melanjutkan tentang rencana-rencana berikutnya, “Kalau akan mulai, mungkin fokusnya akan terhadap kardio. Saya juga akan berusaha menjalani hidup yang lebih sehat, tidur lebih awal dan mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Saat ini, satu hal yang sudah bisa saya lakukan adalah memilih makanan yang baik untuk tubuh. Saya jadi lebih selektif, banyak hal yang berhasil saya kurangi. Tinggal soal tidur yang masih perlu terus diusahakan,” ungkapnya lagi diiringi tersenyum.


ORM

Caption foto: Atasan dengan neckline raped beraksen syal terpasang, celana panjang, serta topi berbahan satin.

“Selain itu, saya juga ingin membuka ruang untuk diri sendiri mencoba hal-hal baru baik proyek yang belum pernah dikerjakan maupun peran yang belum pernah dijalani. Saya ingin menantang diri sendiri, meski tentu semuanya juga bergantung pada kesempatan. Jika ada peluang bermain film, atau jika ada kesempatan bermusik, saya ingin mencobanya.”


ORM

Caption foto: Blus dengan detail pita, rok mini dengan aksen bulu, serta sepatu heels.

Salah satu proyek terbarunya yang paling membuatnya bersemangat adalah serial adaptasi dari novel laris Wadfan Wan Wiwah, tempat ia akan beradu peran dengan Ling (Sirilak Kong). “Kami akan menghidupkan kembali novel ini. Terlebih ketika saya mendengar bahwa karakter yang saya perankan ditulis berdasarkan diri saya sendiri. Memerankan diri saya dalam versi lain, melalui sudut pandang orang lain, menjadi tantangan sekaligus kebahagiaan,” tuturnya. Menengok kembali setahun terakhir, kehadirannya baik di berbagai acara maupun di beragam platform media, tak lagi terbatas di Thailand, tapi juga meluas ke panggung global. Setiap langkah membentuk pengalaman dan memperkaya pertumbuhan profesionalnya secara berkelanjutan. Pelajaran terbesarnya adalah tentang melatih kesabaran dan membangun keseimbangan.


ORM

Caption foto: Atasan dengan neckline bulat dan rok dengan detail bordir, sepatu heels berhias bunga dari sutra, serta tas tangan.

“Saya merasa sangat berkembang dalam hal pekerjaan dan ketahanan diri. Saya akui, bekerja keras secara terus-menerus terkadang juga membuat tingkat kesabaran kita menurun. Siapa pun yang terbiasa bekerja setiap hari pasti memahami rasanya, baru sampai rumah dan sempat tidur sejenak, sudah harus bangun lagi. Namun kini saya belajar menciptakan keseimbangan: menata emosi dan mengelola energi agar lebih stabil dan tenang. Menemukan titik keseimbangan ini adalah hal yang baik, karena memungkinkan kita bertahan lebih lama di jalan yang kita cintai,” ujar Orm sambil tersenyum, sebelum bercerita tentang satu langkah penting lain dalam hidupnya yang membuat hati berbunga: dipercaya sebagai Brand Ambassador Dior.



“Rasanya sangat membahagiakan. Sebenarnya saya sudah mengetahuinya sejak beberapa waktu lalu, tapi belum bisa memberi tahu siapa pun. Saya telah bekerja sama dengan Dior selama lebih dari setahun, namun belum bisa mengonfirmasi apa pun karena memang belum waktunya diumumkan. Saat akhirnya diumumkan, rasanya sungguh bahagia, sebuah kehormatan besar bisa bekerja dengan brand yang sudah saya kenal sejak kecil. ”Ia lalu mengungkap tentang item yang paling merefleksikan dirinya. “Tas Lady Dior dengan motif clover dan ladybug, dengan kura-kura emas di bagian tengah. Saya suka menanam tanaman di terarium, rasanya tas itu seperti taman kecil milik saya, jadi ada koneksi emosional tersendiri. Dari kejauhan terlihat seperti tas hijau, tetapi saat diperhatikan lebih dekat, detailnya berupa clover kecil yang saling bertumpuk. Meski belakangan saya bereksperimen dengan gaya berbeda, sebenarnya inner saya itu Lady Dior. Ada juga versi warna kuning dengan motif lebah, saya sangat menyukainya dan ingin mengoleksi semuanya.” Ia melanjutkan, “Sebagai perwakilan Dior, saya ingin menyalurkan energi yang menyenangkan, segar, cerah, dan membangkitkan antusiasme. saya berharap setiap orang yang melangkah ke butik Dior bisa merasakan emosi yang sama seperti yang saya rasakan saat menonton peragaan, mencoba berbagai tampilan, dan menikmati fashion dengan menjadi diri sendiri.”


ORM



© 2026 Harper's BAZAAR Indonesia.