Alyssa Daguisé dan Seni Menemukan Tenang

Perempuan berdarah Prancis-Indonesia ini menelusuri bab baru hidupnya dengan keanggunan yang sederhana namun penuh keyakinan.
Oleh: Aleyda Hakim


“Life now has a deeper sense of calm because I’ve found my person.” Kalimat itu menggambarkan sosok Alyssa Daguisé hari ini, seorang perempuan yang kini melangkah lebih perlahan, namun dengan keyakinan yang lebih dalam. Empat bulan setelah menikah, ia menikmati keseharian dengan rasa syukur yang lembut, menjalani hidup yang dipenuhi kebahagiaan kecil dan keindahan sederhana.


Alyssa Daguisé

Dulu, hidupnya berputar cepat. Ia terbiasa berpindah dari satu proyek ke proyek lain, dari satu kota ke kota berikutnya. Kini, tempo itu berubah. Perempuan berdarah Prancis-Indonesia ini merasa lebih kuat justru ketika ia memberi ruang bagi dirinya untuk diam. “Saya sadar bahwa saya justru lebih kuat saat melambat,” tuturnya. Pagi hari menjadi waktu favoritnya, ketika rumah masih sunyi dan sinar matahari menyelinap pelan ke dalam ruangan. Di situ ia menemukan ketenangan yang sejati.

Ritme baru itu juga mengubah cara pandangnya terhadap cinta. “Love doesn’t always need to be loud to be strong,” katanya. Ia belajar bahwa cinta tak selalu datang dalam bentuk besar, tapi bisa hadir dalam diam yang saling memahami, dalam tawa yang tak perlu alasan. Bagi perempuan dengan zodiak Aries ini, pernikahan bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang kehadiran yang tulus.


Menjalani kehidupan publik berarti terbiasa berada dalam sorotan. Namun di balik itu, ia menjaga ruang pribadinya dengan hati-hati. “Saya belajar bahwa tidak semua hal perlu dibagikan,” ujarnya. Ia senang membagikan potongan hidupnya kepada para followersnya, tetapi tetap menyimpan momen tertentu untuk dirinya sendiri. Di situlah kedamaian tumbuh.

Ketenangan, baginya, bukan sesuatu yang datang begitu saja. “Serenity is something you choose every day,” katanya. Rasa syukur menjadi pusat dari segalanya, dari kesadaran akan seberapa jauh ia telah melangkah, dan betapa diberkatinya hidup ini dengan cinta di sekelilingnya.

Alyssa Daguisé

Perubahan dalam dirinya turut tercermin lewat gaya pribadi. Ia kini lebih tertarik pada keabadian dibanding tren. “Saya sudah berhenti mengejar tren. Sekarang saya memilih yang abadi,” katanya. Ia mencintai potongan yang sederhana namun percaya diri, understated luxury yang terasa sangat dirinya. Sebuah keanggunan yang juga ia temukan dalam Givenchy.

“What I love most about Givenchy is its quiet confidence,” ucapnya. Bagi perempuan ini, rumah mode asal Paris tersebut adalah harmoni antara modernitas dan keanggunan klasik. “Ada kedalaman di balik kesederhanaannya, dan itu sangat saya rasakan. It’s fashion with intention, elegance with an edge.”

Alyssa Daguisé

Setiap kali mengenakan Givenchy, ia merasa utuh. Ada keteguhan yang tidak perlu ditunjukkan dengan keras. “Kelembutan dan kekuatan bisa berjalan berdampingan. Grace is not weakness, it’s mastery.” Kalimat yang mencerminkan filosofi hidupnya, bahwa keanggunan sejati adalah bentuk tertinggi dari kekuatan.

Perjalanan kariernya pun ia lihat sebagai proses menemukan suara diri. “Modeling membuka banyak pintu, tapi pertumbuhanku datang saat saya mulai menemukan suara saya sendiri.” Ia menyadari bahwa pengaruh sejati bukan tentang seberapa jauh jangkauannya, tetapi tentang seberapa jujur ia menjalani hidup. “True influence isn’t measured by reach, but by authenticity.”


Bagi Alyssa, fashion selalu menjadi bahasa. “Fashion has always been my language,” ujarnya. Setiap pilihan busana mencerminkan perjalanannya, seperti catatan tanpa tulisan yang berubah lembut seiring waktu.

Sebelum menutup, ia meninggalkan pesan yang terasa seperti mantra bagi perempuan di mana pun. “You can be everything you ever dreamed of. Stay grounded, stay kind, and never forget that grace will always be in style.” serunya dengan senyum lebar.

Alyssa Daguisé

Kehadirannya meninggalkan kesan yang sulit dijelaskan, tenang namun kuat. Dalam Alyssa Daguisé, keindahan tumbuh dari keseimbangan, dan keanggunan menemukan maknanya yang paling murni, selaras dengan karakter Givenchy yang ia hidupi.


Portofolio ini: 
Keseluruhan busana, tas dan sepatu: Givenchy
Fotografer: Hadi Cahyono
Videografer: Rudy Ferdianrus
Editor Fashion: Michael Pondaag
Interview: Aleyda Hakim
Makeup: Louise Daniella
Hair: El Hairstylist
Digital team: Janice Mae
Asisten fotografer: Supriyono
Asisten stylist: Syiffa Pettasere
Motion: Adzkia Asakiinah


© 2025 Harper's BAZAAR Indonesia.