Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Ini Alasan Mengapa Selebriti Merahasiakan Parfum yang Mereka Pakai

Terima kasih kepada sang founder dari Bon Parfumeur, Bazaar jadi paham pentingnya sebuah signature scent.

Ini Alasan Mengapa Selebriti Merahasiakan Parfum yang Mereka Pakai
Table setting di acara launching Signature Collection Bon Parfumeur yang berlangsung di The Plaza, Jakarta Pusat.

Banyak wewangian yang sudah pernah saya coba. Dari yang dibelikan Mama waktu kecil, sampai parfum sebagai hadiah. Waktu kuliah juga saya banyak bereksperimen dengan wewangian dengan notes dan intensity yang beragam. Peran keunikan packaging juga menjadi hal penting untuk saya.

BACA JUGA: 10 Parfum Ini Bikin Anda Jadi Pusat Perhatian di Musim Panas

Di balik shopping spree yang berkedok “eksperimen”, saya jadi punya banyak wawasan mengenai wewangian. Jenisnya, wanginya, koleksi botolnya, sampai rasa kecewa saat scent favorit saya ternyata sudah discontinued. Saking beragamnya, saya menjadi orang yang tidak begitu mempermasalahkan satu botol parfum. Padahal, tanpa sadar, saya sering menyimpan memori orang yang sayangi dari wanginya.

Ludovic Bonneton, founder Bon Parfumeur.

Dengan adanya kesempatan berbincang dengan Ludovic Bonneton, founder dari Bon Parfumeur, pertanyaan itu jelas jadi hal pertama yang saya tanyakan.

Harper’s Bazaar Indonesia (HBI): Pertama-tama, karena penasaran, mengapa banyak sekali orang yang merahasiakan wangi andalannya, terutama para figur publik?
Ludovic Bonnet (LB): Ya, itu tidak terlalu mengejutkan. Karena wangi adalah tentang emosi dan sangat pribadi. Jadi, ketika Anda menggunakannya, mood Anda akan terasa lebih baik. It’s like a secret sauce.
HBI: Oh, baik.
LB: Menurut saya, orang-orang, terutama selebriti, sesudah mereka menemukan signature scent yang mampu mengubah harinya, itu akan menjadi rahasianya sendiri. Seperti yang saya bilang, sebuah secret sauce tak kasat mata tapi bisa meningkatkan kualitas harinya. Itu yang bisa membuat suasana sedih jadi sedikit lebih baik, dan saat yang bahagia lebih baik lagi. Jadi, ada sesuatu yang sangat istimewa di balik sebuah wewangian. Itulah alasannya.

HBI: Apakah Anda juga merasa begitu?
LB: Tentu saja. Scent adalah sesuatu yang sangat istimewa dalam hidup saya. Selama hidup saya, untuk klien saya, dan untuk orang lain.

Dave Hendrik tengah mendalami pembagian scent Bon Parfumeur.

HBI: Ada memori di balik setiap wewangian yang Anda ciptakan. Apakah ada memori yang masih belum tercipta wanginya?
LB: Ada. Waktu itu saya tengah berada di Kolombia, tepatnya sedang makan malam di bawah langit malam Kolombia. Saya pernah menciptakan wewangian tentang berjalan pada waktu malam di Paris. Itu bisa Anda cium wanginya dari 601 Nuit d’Hiver. Masih banyak lagi yang belum tersampaikan, tentang keselesaan. Sebuah kenyamanan ketika berada di chalet saat musim ski. Anda tahu, keselesaan itu bersih. Itu adalah ingatan yang sangat spesifik bagi saya. Dan saya sedang mengerjakan itu sekarang. Cukup kompleks. Tapi bukan itu bintangnya malam ini.
HBI: Baik, jadi itu untuk kami nanti di kunjungan Anda berikutnya.
LB: Ya.

HBI: Anda penyuka perjalanan yang jauh dan panjang. Apa elemen yang Anda ekstrak dari perjalanan tersebut untuk membuat scent baru?
LB: Banyak sekali. Saya travel dari Paris ke Mumbai dengan kereta api. Saya mengambil kereta dari Paris ke Moskow, lalu ke Ulan-Ude, Ulan Bator, kemudian Beijing, Ürümqi, dan seterusnya. Bayangkan begitu banyak ingatan saya tentang itu. Saya ingat menghabiskan malam di Taj Mahal untuk melihat full moon. Di depan Taj Mahal ada taman besar. Kala itu saya bersama teman dan kami masih sangat muda. Dari pengalaman yang tidak mungkin lagi saya ulang, saya ciptakan 303 Marble Rouge.

HB: Anda menyebut olahraga tenis sebagai gambran bekerja dengan para master perfumer. Do you play tennis?
LB: Ya, saya bermain tenis.
HB: Kalau begitu, bisakah Anda elaborasikan maksud dari perumpamaan di atas?

Instalasi 103 Bloom Illusion.

LB: Sebenarnya ini deskripsi yang lucu. Seperti yang Anda sampaikan, mari ambil contoh  untuk 103 Bloom Illusion. Saya katakan pada Karine Dubreuil-Sereni, parfumer di baliknya, kalau saya punya mimpi. Saya ingin berada di bagian Selatan Prancis, di pantainya. Dengan bunga. Saya ingin ada wangi suatu bunga. Tak lama, Karine kembali dengan berbagai pilihan. Untuk (pengembangan) 103 Bloom Illusion tergolong cepat. Development ini berlangsung berulang kali dan semakin intens, seperti di tenis. Kita butuh waktu untuk menyesuaikan fragrance. Waktu yang dibutuhkan untuk menyempurnakan 103 Bloom Illusion adalah dua tahun.
HB: Wow, must be quite a game!
LB: True, a long game of tennis.

Signature Collection Bon Parfumeur

Malam berlanjut dengan launching Signature Collection dari Bon Parfumeur. Dalam tampilan baru, angka masih menjadi point of reference utama Bon Parfumeur, seperti 502 Iris Cartagena. Sebuah wewangian yang ia ekstrak dari memori tentang Isla Barú, sebuah pulau di bagian selatan Cartagena, Kolobia.

Scent terbaru dari Bon Parfumeur berjudul 502 Iris Cartagena.

“Sebuah pengalaman magis di Isla Barú. Wewangian yang intens menyegarkan dari citrus, aromatics, dan angin yang berembus dari arah Timur ke Barat, tepatnya wilayah Bumi yang tropis dan subtropis. Sebuah ekstraksi dalam wujud Eau de Parfum,” ucap sang founder setelah makan malam selesai.

Layaknya seseorang yang mendedikasikan hidupnya untuk wewangian, Ludovic melanjutkan malam dengan mendatangi setiap tamu yang hadir, dan bertanya mana yang menjadi harum favorit mereka.

BACA JUGA:
Pergeseran Tren di Dunia Parfum yang Layak untuk Anda Ketahui
Tips & Rekomendasi Memilih Parfum Wanita Tahan Lama 24 Jam