Peringatan, mengandung spoiler!
Apakah Rhaenyra (Emma D’Arcy) sudah resmi menjelma menjadi sang ratu gila? Musim 3 House of the Dragon tampaknya memang menggiring sang pewaris Targaryen ini ke arah sana. Perang menghancurkan Westeros, kas kerajaan kian menipis, dan satu per satu sekutu terdekatnya justru berbalik arah. Api naga pun turun tanpa pandang bulu ke siapa saja yang ada di bawahnya. Belum cukup sampai di situ, Rhaenyra membunuh pendeta tertinggi kerajaan, mengobarkan perang di tengah kota yang padat penduduk sipil, dan memperlakukan salah satu penunggang naganya dengan begitu buruk, hingga sang naga akhirnya membalas dengan semburan apinya sendiri. Menyakitkan memang.
BACA JUGA: House of the Dragon Season 3: Semua yang Kita Ketahui
Sepanjang musim ini, perang dan pengkhianatan silih berganti, hingga akhirnya berpuncak pada pertempuran besar di Tumbleton, desa kecil dekat King's Landing tempat Daeron Targaryen dan Ormund Hightower bersembunyi bersama rakyat sipil dan anak-anak mereka. Kita sudah bisa menduga pertempuran ini akan berdarah-darah. Daemon Targaryen (Matt Smith) menyerbu kota tersebut bersama naganya, Caraxes. Banyak nyawa hilang, baik prajurit maupun warga sipil, terutama setelah pengkhianatan terjadi: si dragonseed pemabuk dan penuh rasa tidak aman, Ulf the White (Tom Bennett), memilih membelot dan membakar semua orang tanpa pandang bulu hanya demi kesenangannya sendiri. Beberapa nama lain yang juga diam-diam menginginkan keruntuhan Rhaenyra termasuk kedua saudaranya sendiri, Aegon dan Aemond, yang akhirnya kembali bersatu dan berdamai.
Semua ini jelas pertanda buruk bagi sang ratu. Sambil menanti musim terakhirnya, berikut beberapa hal yang bisa kita simpulkan dari finale musim 3 dan novel Fire & Blood karya George R.R. Martin, tentang apa yang mungkin terjadi di musim 4.
Akankah Penunggang Naga Lain Berbalik Mengkhianati Rhaenyra?
Ulf mengkhianati Rhaenyra karena, sederhananya, ia memang rapuh dan penuh rasa tidak aman. Mula-mula ia tak terima dilarang masuk kedai minuman, lalu dipermalukan Daemon di depan umum. Cukup baginya untuk membuktikan kekuatan yang ia miliki lewat naganya, Silverwing. Rhaenyra sepertinya memang sedang tidak membuat banyak teman belakangan ini.
Hugh Hammer (Kieran Bew) menjadi kandidat paling mungkin untuk menjadi pengkhianat selanjutnya. Kedekatannya dengan Ulf membuatnya sering mendengar keluhan si pemabuk itu, dan diam-diam ia pun merasakan hal serupa, meski dengan cara yang lebih bermartabat. Ia masih punya alasan untuk bertahan... atau setidaknya, dulu punya. Serangan Daemon ke Tumbleton merenggut nyawa istrinya, Kat. Bisakah kita percaya pada seseorang yang sudah tak punya lagi alasan untuk hidup?
Sikap kejam Rhaenyra bahkan menyentuh keluarganya sendiri. Ia nyaris begitu saja menyingkirkan Corlys Velaryon (Steve Toussaint) setelah sang Lord of the Tides mempertaruhkan segalanya demi dirinya. Addam (Clinton Liberty), anak tidak sah Corlys sekaligus seorang dragonseed, hanya menerima sedikit penghargaan meski dibebani banyak perintah dari sang ratu. Rhaenyra bahkan sempat menyebut Baela Targaryen (Bethany Antonia) sebagai "anak yang kurang ajar" setelah Baela memohon untuk menyelamatkan kakeknya sendiri, Corlys. Kini, hampir semua penunggang naga punya alasan kuat untuk berbalik melawan Rhaenyra.
Apakah Daeron Targaryen Masih Hidup?
Di penghujung episode finale, kita kehilangan jejak sang pangeran muda, Daeron Targaryen (Benjamin Evan Ainsworth). Sebagai pengingat, putra ketiga Viserys I ini mengajukan klaimnya atas takhta atas arahan Ormund Hightower, yang kini telah tewas. Ia memiliki seekor naga kecil berwarna biru bernama Tessarion, meski belum sempat menungganginya, setidaknya belum sampai saat ini. Di akhir episode, sahabat sekaligus kemungkinan besar kekasihnya, Gwayne Hightower (Freddie Fox), terlihat berjuang di tengah reruntuhan abu sambil berteriak memanggil nama Daeron, namun sang pangeran tak kunjung terlihat. Bila serial ini tetap setia pada alur novelnya, sang pangeran sebenarnya masih hidup, tersesat di suatu sudut Tumbleton, dan kemungkinan besar akan kembali muncul di musim keempat, meski nasib tragis tetap menantinya tak lama kemudian.
Pertempuran di Tumbleton, Lagi?
Ya, benar. Menurut novelnya, Tumbleton akan kembali diguyur api naga. Kali ini, jumlah korban jiwa, baik manusia maupun naga, akan jauh lebih banyak. Yang paling menonjol, pertempuran ini nyaris menghabisi seluruh dragonseed yang masih tersisa, meski detail lebih lanjutnya sengaja kami simpan agar tidak terlalu banyak bocor. Sekali lagi, ini dengan asumsi serial tetap mengikuti alur novelnya.
Khawatir soal Nasib Para Naga yang Masih Hidup? Saya Juga
Bukankah ini alasan mengapa sudah tidak ada lagi naga tersisa di Game of Thrones? Benar sekali. Lalu, kapan para naga ini mulai berjatuhan satu per satu? Beberapa memang sudah hilang menjelang awal musim 3, tapi jumlahnya belum sebanyak yang mungkin kita duga. Sepanjang musim 3, kita hanya kehilangan Vermax milik Jacaerys, itu saja, bahkan kita sempat menyambut kembali Sunfyre milik Aegon yang sebelumnya dikira sudah tewas.
Jika Anda menduga musim depan akan menjadi ladang pembantaian naga, dugaan Anda kemungkinan besar benar. Menurut novelnya, para dragonseed dan pewaris Targaryen akan saling bertarung dengan taruhan nyawa hampir seluruh naga yang tersisa. Sebagian besar naga tewas dalam pertempuran kedua di Tumbleton, serta dalam pertarungan fatal di atas God's Eye antara Aemond dan Daemon. Namun pembunuh naga yang sesungguhnya justru datang dari rakyat biasa, yang menyerbu dragonpit di King's Landing saat kerusuhan pecah dan berhasil membunuh lima ekor naga sekaligus.
Akankah Kita Melihat Lebih Banyak Orang Utara? Keluarga Stark?
House of the Dragon memang jarang menyoroti orang-orang Utara, keluarga yang begitu akrab bagi penonton lewat Game of Thrones. Kita sempat bertemu Cregan Stark (Tom Taylor) ketika Jacaerys mengunjungi North Wall, namun sejak itu kabarnya nyaris tak terdengar lagi. Serial ini memang memberi sedikit gambaran keberanian khas wilayah tersebut lewat Ser Dustin dan Lord Oscar Tully (Archie Barnes), namun dengan kematian Dustin, apakah kita akan melihat lebih banyak lagi? Kemungkinan besar iya. Musim terakhir ini masih harus merangkum banyak hal, jadi mungkin ada beberapa momen yang terpaksa dikorbankan, tapi Cregan tetap memainkan peran penting di akhir perang ini. The Hour of the Wolf, istilah yang digunakan dalam novelnya, merujuk pada masa ketika Cregan memerintah King's Landing dengan cara yang cukup brutal selama enam hari. Istrinya dalam novel adalah Alysanne Blackwood, sang pemanah yang membunuh Criston Cole. Kemungkinan besar, kita akan melihat mereka kembali.
Bisakah Aegon dan Aemond Targaryen Merebut Kembali Takhta?
Sangat mungkin. Persekutuan yang penuh sifat psikopat antara Aegon dan Aemond (Tom Glynn-Carney dan Ewan Mitchell) cukup kuat untuk melakukan hampir apa saja, apalagi Rhaenyra kini benar-benar kehilangan kesetiaan orang-orang di sekitarnya. Menurut novelnya, Aegon pada akhirnya berhasil merebut kembali takhta. Namun pertanyaan sesungguhnya adalah, akankah ia mampu mempertahankannya?
Siapa yang Akan Bertahan di Akhir Dance of Dragons?
Masih banyak karakter yang saat ini hidup namun harus mati sebelum konflik ini benar-benar tuntas, itulah kenyataan pahitnya. Hingga akhir episode finale, Rhaenyra masih hidup, dengan para pendukung utamanya adalah Hugh (yang kesetiaannya masih dipertanyakan), Baela, Addam, Alyn of Hull, serta Daemon. Ia juga masih memiliki tiga putra yang hidup: Joffrey, Aegon, dan Viserys.
Di sisi lain, Aegon dan Aemond kembali menyatukan kekuatan mereka, berniat menghancurkan impian sang adik bungsu, Daeron, untuk menjadi raja, meski secara teknis Daeron sebenarnya berada di pihak mereka. Helaena telah tewas, namun putri kecilnya, Jaehaera Targaryen, masih hidup. Belum lagi beberapa anggota keluarga Hightower dan Lannister yang turut berjuang di pihak mereka. Perkiraan saya, hanya yang tidak bersalah yang akan diselamatkan.
Ada pula beberapa karakter "nakal" lain yang bergabung dengan pihak seperti Ulf. Rhaena Targaryen (Phoebe Campbell), penunggang naga liar bernama Sheepstealer, ditangkap Rhaenyra dengan harapan mencegah kerusakan lebih lanjut, sekaligus karena Daemon berharap bisa berdamai dengan putrinya yang selama ini terasing darinya. Meski begitu, motivasi sesungguhnya Rhaena masih menjadi misteri. Namun sosok yang paling menarik perhatian saya justru Alicent Hightower, sosok yang menjadi pemicu awal perang ini. Akankah ia harus menanggung akibat dari kehancuran yang telah ia sebabkan? Terakhir kali kita melihatnya, ia mencoba membunuh putranya sendiri yang bermata satu dan bersifat sosiopat, yang bahkan juga menginginkan dirinya. Saya membayangkan hal-hal buruk masih menanti hampir semua karakter yang disebutkan di atas. Waktu yang akan menjawabnya.
BACA JUGA:
Panduan untuk Pohon Keluarga Targaryen yang Rumit
15 Buku Bertema Romantasy yang Cocok untuk Pemula
(Penulis: Maxwell Rabb; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Elaine Mary; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
