Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

7 Sneakers Berbahan Alami yang Ramah Lingkungan

Dari brand lokal hingga internasional, berikut sneakers "sustainable" yang tengah jadi sorotan.

7 Sneakers Berbahan Alami yang Ramah Lingkungan

Isu masalah lingkungan akibat limbah produksi sepatu akhir-akhir ini sedang menjadi perhatian utama. Apalagi sneakers pada umumnya terbuat dari plastik, karet, kulit busa, dan tekstil, seperti poliester rajutan. Semua bagian ini terus direkatkan sehingga tidak mungkin untuk didaur ulang, dan berakhir di tumpukan tempat pembuangan sampah.

Oleh karenanya, industri alas kaki memiliki tanggung jawab atas sebagian besar dari semua emisi karbon, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Ditambah lagi, penggunaan bahan kulit membutuhkan energi dan air dalam jumlah besar untuk diproduksi dan menyebabkan pencemaran akibat bahan kimia yang digunakan. 

Salah satu cara untuk mengatasi isu ini adalah dengan membuat sustainable sneakers, yaitu sneakers yang menggunakan bahan-bahan alami, mudah teruai kembali ke alam, serta memanfaatkan bahan-bahan dari botol plastik untuk digunakan sebagai bahan baku. Produk sustainable tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga baik untuk kesehatan. Ada banyak alasan mengapa alas kaki seperti ini menjadi pilihan yang baik. Di antaranya, dapat membantu mengurangi jejak karbon dan menghemat sumber daya. Dengan keputusan untuk membeli sepatu yang menggunakan bahan daur ulang, kita dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Mungkin gagasan sneakers berkelanjutan terkesan "enggak keren". Seperti membayangkan sebuah sepatu dari bahan kanvas berwarna netral dengan siluet dasar gaya plimsoll. Tetapi nyatanya sekarang tidak seperti itu. Sneakers berkonsep sustainable kini dikemas jauh lebih menarik. Lihat saja dari akun Instagram @plantsoles dan @futurevvorld, akun ini membahas tentang dampak lingkungan dari konstruksi sneakers, serta menyoroti produk bergaya yang tidak merugikan bumi.

Konsep ini juga turut didukung oleh perusahaan sepatu terbesar, seperti Nike, Adidas, dan Converse. Mereka sudah mulai memasukkan bahan yang lebih ramah lingkungan ke dalam penawaran produknya. Mulai dari nol karbon, nol limbah, dan membuat sepatu lari dari limbah laut. Kemudian ada juga desainer asal Inggris, Stella McCartney, yang dikenal karena pendekatan desain peduli lingkungan, juga mencoba memperlihatkan inovasinya melalui sustainable sneakers dalam kemitraan jangka panjangnya dengan Adidas. Menampilkan sepatu kets dengan bagian atas dari kulit vegan dan 100 persen pelapis kaus kaki menggunakan poliester daur ulang.

Selain itu, ada pula sejumlah perusahaan sepatu internasional maupun lokal yang berinisitif untuk mengurangi dampak buruk dengan menciptakan alas kaki yang ramah lingkungan. Mari kita telusuri satu per satu. 

1. Veja

Sebagai bahan makanan, jagung mungkin hanya dimanfaatkan bijinya saja untuk dikonsumsi. Sampah jagung biasanya dibuang begitu saja, kalaupun dimanfaatkan biasanya dijadikan bahan bakar pengganti kayu bakar. Di tangan brand Veja, kini limbah jagung memiliki manfaat lain yang berkelanjutan, yaitu menjadi sneakers yang modis.

Perlu diketahui, Veja merupakan perusahaan sepatu dan aksesori asal Prancis yang sudah lama bergelut di industri ramah lingkungan. Hingga saat ini, Veja memproduksi sepatu kets katun organik yang menopang kehidupan di bumi secara berkelanjutan. Inisiatif ini mengurangi dampak buruk pada planet ini dan menciptakan peluang ekonomi yang positif bagi orang-orang yang membuatnya.

Dengan desain yang clean, perpaduan gaya, dan warna minimalis, sepatu Veja terbuat dari bahan seperti kapas regeneratif organik dan karet daur ulang. Inisiatif produksi semacam itu mengurangi emisi karbon dan konsumsi air, serta memberikan keamanan ekonomi di seluruh rantai pasokan. Selain itu, Veja telah menerapkan beberapa inisiatif, seperti mendapatkan kapas organik dari pertanian keluarga di Brasil yang menerapkan agroforestri.

Metode ini membantu mencegah deforestasi dengan melestarikan hutan yang ada dan mempromosikan reboisasi. Perusahaan juga memastikan mereka memenuhi standar lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, Veja bertujuan untuk mengurangi dampak produksinya terhadap lingkungan.

2. Golden Goose

Di sisi lain, sepatu kets yang dikenal dengan “perfectly imperfect” persembahan Golden Goose ikut menyasar ke ranah sustainable. Sekarang, sepatu yang memiliki status sebagai penanda santai yang berselera tinggi, memiliki tujuan baru yakni keberlanjutan.

Berkolaborasi dengan Yatay, platform Co-Action pertama untuk inovasi berkelanjutan yang dibuat di Italia, Golden Goose hadir menemukan solusi baru yang bertanggung jawab dengan meluncurkan Model 1B berwarna putih krem, terbuat dari semua komponen bebas hewani, termasuk bahan berbasis bio yang berasal dari sumber nabati dan zat seperti poliester daur ulang dan karet biodegradable (karet yang bisa terurai).

3. Tom's 

Kemudian ada Tom’s, merek sepatu terkenal di dunia yang bermula dengan terobosan “one-for-one charitable model” yang menyumbangkan sepasang sepatu kepada sepasang untuk anak-anak yang membutuhkan, mereka juga menginvestasikan sepertiga dari keuntungan mereka untuk komunitas lokal dan fokus pada tiga bidang utama: mempromosikan kesehatan mental, mengakhiri kekerasan senjata, dan meningkatkan akses untuk terbuka dengan peluang-peluang lain.

Berangkat dari situ, sepatu Tom’s kini hanya mengandung bahan vegan dan berkelanjutan seperti poliester daur ulang, rami alami, dan kapas organik. Bahkan kemasannya pun bersifat biologis, terbuat dari limbah daur ulang.

4. Saye



Ada pula merek sepatu asal Spanyol yang baru berdiri di tahun 2018, Saye, menciptakan alas kaki yang ramah lingkungan dengan estetika retro. Melansir dari laman Saye, brand ini memiliki value untuk gaya hidup conscious.

“Melalui Saye, kami berkomitmen untuk menyediakan alas kaki dan pakaian yang berkualitas dan berkelanjutan. Misi kami adalah memfasilitasi peralihan menuju conscious lifestyle. Kami sadar bahwa kami sedang menghadapi tantangan besar, tetapi kami sangat yakin bahwa hari ini kami tidak dapat mengabaikan kerusakan yang kami timbulkan di planet ini. Itulah mengapa Saye lahir dengan komitmen untuk menawarkan alternatif dari industri alas kaki konvensional dan ingin mengambil langkah menuju masa depan yang lebih baik.”

Sejak awal didirikan, Saye berjuang untuk melawan deforestasi dengan bekerja sama dengan LSM WeForest, dan memastikan bahwa setiap pembelian sepatu kets, dua pohon ditanam.

5. Pijak Bumi

Kemudian dari ranah lokal, ada sederet brand lokal yang mulai mengarah pada bahan-bahan ramah lingkungan. Seperti Pijak Bumi. Brand lokal asal Bandung merilis koleksi pertama pada tahun 2016, yang dinamai Gene Sneakers, terbuat dari bahan kulit yang mudah terurai.

Koleksi sepatu dari Pijak Bumi terbuat dari bahan kulit natural yang disamak dengan ekstrak tanaman kenaf yang memiliki oksigen delapan kali lebih baik dari jenis pohon lainnya. Nama Pijak Bumi dipilih karena ingin produknya bisa dekat dengan bumi.

6. Node Organic

Nama Node itu sendiri merupakan singkatan dari no deforestation, yang memiliki tujuan untuk membuat produk yang lebih ramah lingkungan dengan bahan sampingan pertanian yang dapat terurai menjadi pupuk tanaman.

Koleksi sepatu buatan Indonesia dari Node sudah memiliki sertifikat bebas polutan dari bahan penelitian dan pengembangan pertanian sehingga aman untuk air dan tanah saat terurai. Node menggunakan kapas bambu, sutra, dan ekstra tanaman kenaf dan resin pinus untuk bagian sol sepatu.

7. Bro.do

Inovasi baru yang lebih ramah lingkungan juga turut dihadirkan oleh merek alas kaki lokal yang telah lama hadir. Seperti Bro.do yang sudah eksis sejak tahun 2010. Meski terkenal dengan koleksi sepatu kulitnya, kali ini Bro.do membuat sepatu kets dengan bahan eco leather yang merupakan formula solvent-free microfiber untuk mengurangi pemakaian bahan kulit biasa yang kurang ramah bagi lingkungan.

Pengolahan eco leather menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya sehingga bisa menjadi alternatif pengganti bahan kulit. Selain itu, merek ini juga bekerja sama dengan Cassaplast untuk membuat kemasan bioplastik yang mudah diurai oleh mikroorganisme tanah karena menggunakan resin dari tapioka dan minyak nabati. 

Foto: Courtesy of Veja, Golden Goose x Yatay, Tom's, Saye, Pijak Bumi, Node x Harimerdeka, Bro.do