Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Lola Tung Bicara tentang Gaya Pribadinya yang Terus Berkembang

Bintang The Summer I Turned Pretty menjalani babak baru yang menarik dalam kariernya.

Lola Tung Bicara tentang Gaya Pribadinya yang Terus Berkembang
Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Lola Tung tengah memasuki fase baru dalam hidupnya, setidaknya dalam urusan gaya. Sejak The Summer I Turned Pretty menutup musim ketiga sekaligus musim terakhirnya, aktris berusia 23 tahun tersebut perlahan berkembang dari ikon Gen Z yang identik dengan karakter Belly Conklin menjadi sosok seniman muda dengan banyak sisi. Kini, ia semakin berani bereksperimen dengan fashion, mencari aroma parfum khas, hingga mulai jatuh hati pada jam tangan.

BACA JUGA: Lola Tung Ucapkan Selamat Tinggal pada Karakter Belly Lewat Dua Tampilan Memukau di Paris

“Ibu saya sudah mengenakan jam tangan sepanjang hidup saya dan selalu berusaha membuat saya ikut memakainya,” ujar Lola kepada Harper’s Bazaar saat membahas peran barunya sebagai duta global Coach untuk lini kacamata, jam tangan, dan wewangian. “Di era digital seperti sekarang, rasanya cukup sulit membuat orang memakai jam tangan. Namun, sejak terlibat dalam kampanye ini dan melihat jam tangan sebagai perhiasan yang bisa menjadi statement, saya akhirnya mulai rutin memakainya.”

“Saya merasa terlihat lebih elegan dan lebih berkelas,” lanjutnya sambil tertawa. “Jadi, ini menjadi tambahan yang menyenangkan untuk koleksi busana saya.”

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Kolaborasi terbaru Lola bersama Coach memang terasa sejalan dengan perjalanan kariernya yang semakin matang. Sejak pertama kali bekerja sama dengan rumah mode tersebut, ia telah berkembang dari mahasiswi yang mendapat peran utama dalam The Summer I Turned Pretty menjadi salah satu talenta muda paling diperhitungkan di Hollywood maupun Broadway. Portofolionya kini mencakup film horor Forbidden Fruits, film independen Chasing Summer, proyek A24 Please, pertunjukan teater Hadestown, hingga tampil dalam video musik Laufey berjudul Madwoman dan Royel Otis lewat Who’s Your Boyfriend?

Sepanjang usia dua puluhannya, Lola juga menjadi wajah dari Coachtopia, lini Coach yang berfokus pada keberlanjutan dan menyasar generasi muda. Ia turut menjembatani dunia televisi dan mode melalui koleksi kapsul Coach x The Summer I Turned Pretty, menjadi langganan kursi barisan depan di berbagai peragaan busana, serta dikenal sebagai pencinta tas Tabby. Favoritnya adalah tas Tabby custom yang diterimanya sebagai hadiah untuk kampanye wewangian terbaru Coach. Tas tersebut bahkan ia sebut sebagai versi pribadinya dari ransel ikonis Belly karena selalu menemaninya ke mana pun.

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Meski terus bertumbuh, Lola menegaskan bahwa evolusi gaya bukan berarti mengubah segalanya secara drastis. Ia justru berusaha menyeimbangkan nuansa muda, ceria, dan penuh warna dari Coachtopia dengan karakter jam tangan Coach yang lebih elegan dan dewasa. “Sangat menyenangkan bisa menjalin kerja sama jangka panjang dengan sebuah merek sambil membiarkan diri saya terus bertumbuh, dan mereka sangat terbuka terhadap perubahan itu,” jelasnya. “Menurut saya, gaya saya selalu berkembang. Saya memang selalu suka mencoba hal-hal baru dan tidak pernah ingin membatasi diri pada satu gaya tertentu.”

Karena itulah, koleksi kacamata Coach terasa begitu sesuai dengannya. Menggabungkan karakter Coach yang penuh warna dengan siluet klasik yang lebih matang, lini tersebut dirancang agar dapat dikenakan lintas generasi. Salah satu model bahkan sudah diletakkan Lola di atas meja selama sesi wawancara. “Ibu saya menyukainya, dan saya juga menyukainya,” katanya.

Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Kolaborasi tersebut juga membuka kesempatan bagi Lola untuk menjelajahi dunia wewangian. “Saya bukan orang yang paling ahli soal parfum, tetapi saya sedang belajar,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa seiring bertambahnya usia, ia mulai mencari aroma khas yang benar-benar merepresentasikan dirinya. “Saya pernah mendengar sesuatu yang sangat menarik. Rosamund Pike mengatakan bahwa setiap karakter yang ia perankan memiliki aroma parfum yang berbeda. Menurut saya itu sangat menarik. Saya bahkan tidak pernah memikirkannya karena selama ini saya termasuk tipe orang yang berpikir, ‘Begitu menemukan aroma yang tepat, itulah aroma saya."

BACA JUGA:

Gaya Ikonis Pemain Series The Summer I Turned Pretty di Season 3

Musim Panas Belum Berakhir: The Summer I Turned Pretty Akan Berlanjut ke Layar Lebar

(Penulis: Sophie Wang; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)