Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Louis Vuitton Kembali Berkolaborasi dengan Alex Israel untuk Woody Wagon Colognes Gift Set

Louis Vuitton dan Alex Israel menghadirkan California Escape ke dunia nyata.

Louis Vuitton Kembali Berkolaborasi dengan Alex Israel untuk Woody Wagon Colognes Gift Set
Courtesy of Louis Vuitton

Louis Vuitton kembali menggandeng seniman kontemporer asal Los Angeles, Alex Israel untuk menghadirkan interpretasi baru dari semangat California melalui Woody Wagon Colognes Gift Set.

Woody Wagon sendiri hadir dalam bentuk sebuah pengalaman imersif yang menangkap esensi lanskap California dalam bentuk miniatur. Diproduksi secara eksklusif hanya sebanyak 66 unit sebagai penghormatan terhadap Route 66 yang legendaris, visi ini terwujudkan berkat 60 perajin yang mendedikasikan lebih dari 7.000 jam pengerjaan. 

BACA JUGA: Kolaborasi Louis Vuitton Kembali Gandeng Alex Israel untuk Koleksi Parfum Terbaru

Kolaborasi Louis Vuitton dan Alex Israel bermula pada tahun 2019, tepatnya ketika sang seniman menghadirkan interpretasi khas Los Angeles ke dalam koleksi Parfums de Cologne yang terinspirasi semangat West Coast. Kerja sama kemudian tersebut berlanjut pada 2024 melalui instalasi monumental Ocean Blvd yang mengubah setiap parfum Cologne menjadi bagian dari lanskap sepanjang dua meter dan menjadi arsitektur mini tiga dimensi yang menyusuri boulevard imajiner California.

Courtesy of Louis Vuitton


Pada kolaborasi terbarunya di tahun ini, Louis Vuitton dan Alex Israel kembali mengangkat ikon budaya California melalui interpretasi khas sang seniman. Terinspirasi dari Woody Wagon, sebuah mobil klasik berpanel kayu yang identik dengan gaya hidup West Coast sekaligus menjadi simbol mitologi American West, inspirasi tersebut lalu diterjemahkan ke dalam Woody Wagon Colognes Gift Set. Set parfum eksklusif ini menghadirkan enam wewangian Parfums de Cologne yang memadukan kreativitas desain, seni, dan keahlian meracik parfum dalam satu koleksi.

Courtesy of Louis Vuitton

“Saya senang dapat kembali mengeksplorasi lanskap favorit saya, yaitu Los Angeles melalui perjalanan ini bersama Jacques Cavallier Belletrud dan Louis Vuitton. Bagi saya, Woody Wagon selalu merepresentasikan semangat kebebasan khas California, papan selancar di atas atap, keluarga yang duduk di kursi belakang, dan Samudra Pasifik yang menanti di balik bukit. Dalam interpretasi kali ini, 'keluarga' diwujudkan melalui enam kreasi parfum Cologne kami,” ujar Alex Israel

Setiap detailnya mencerminkan keahlian craftsmanship Louis Vuitton yang presisi, mulai dari panel kayu bergaya vintage hingga sentuhan bunga Monogram pada bagian roda. Perpaduan tersebut menghadirkan harmoni antara estetika klasik California dan desain kontemporer khas Louis Vuitton.

Selain itu, enam parfum di dalam Woody Wagon merupakan hasil rancangan Master Perfumer, Jacques Cavallier Belletrud untuk membawa perjalanan California ke dalam interpretasi sensorial dengan ciri khas masing-masing. Afternoon Swim menawarkan kesegaran citrus yang terinspirasi dari ombak laut. Pacific Chill memadukan cédrat, lemon, dan blackcurrant untuk manifestasi dari harmoni khas West Coast. Sementara Sun Song memancarkan kehangatan musim panas melalui sentuhan citrus dan musk

Courtesy of Louis Vuitton

Di sisi lain, California Dream menangkap pesona matahari terbenam lewat kolaborasi dari aroma mandarin dan ambrette. Lalu, City of Stars memadukan blood orange serta bunga tiaré yang semarak, dan On The Beach menghadirkan nuansa pesisir lewat aroma yuzu, pasir hangat, dan udara laut yang asin.

Sebagai sentuhan akhir sekaligus merayakan semangat art of travel yang merupakan identitas Louis Vuitton, kolaborasi ini juga menghadirkan travel case untuk tiga parfum ikoniknya, yakni Sun Song, California Dream, dan Afternoon Swim.

Courtesy of Louis Vuitton

Courtesy of Louis Vuitton

Dibuat dari resin transparan, setiap travel case tampil dengan gradasi warna yang terinspirasi oleh cahaya matahari khas West Coast. Motif Monogram yang diaplikasikan secara subtil mempertegas identitas Louis Vuitton, sementara material transparannya membuat warna setiap parfum tampak semakin hidup saat terkena pantulan cahaya. Detail seperti pengunci logam berlapis emas serta panel kulit alami berwarna krem di bagian belakang turut menyempurnakan desainnya.

BACA JUGA:

Kolaborasi Parfum Unisex Louis Vuitton Pertama & Alex Israel

Louis Vuitton Hidupkan Kembali Dolomites Classic Run Setelah 14 Tahun

(Penulis: Kirana Anindya ; Edited by JM)