Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Yoga untuk pemula: Apa yang Perlu Anda Ketahui untuk Menjadikannya Latihan Rutin

Panduan lengkap untuk menuai manfaat dan cara membuatnya cocok untuk Anda

Yoga untuk pemula: Apa yang Perlu Anda Ketahui untuk Menjadikannya Latihan Rutin
Courtesy of Bazaar UK

Belajar tentang yoga untuk pertama kalinya tidak perlu menjadi usaha yang berlebihan. Mengenal berbagai jenis yoga adalah satu hal, namun jenis apa yang terbaik untuk pemula, dan seberapa sering Anda harus berlatih?

Bazaar telah mengumpulkan semua informasi dari sang ahli yang perlu Anda ketahui (termasuk jenis yoga terbaik untuk pemula) di satu tempat.

Jadi, apabila Anda siap untuk membedakan asanas dari ashtangas (dan semua di antaranya), teruslah membaca dan pelajari berbagai manfaat yoga.

Apa manfaat yoga pemula?

Mari kita mulai dengan mengapa Anda harus mulai berlatih yoga sebelum memilih jenis mana yang cocok dan seberapa sering melakukannya.

DAPAT MEMBANTU STRESS

Kemungkinan besar Anda pernah mendengar tentang respon 'lawan atau lari'. Ini mengacu pada keadaan ketika kita dihadapkan dengan stres. Secara historis itu membantu nenek moyang kita memutuskan kapan harus menghadapi masalah atau penyebab stres atau kapan harus lari ke bukit. Ketika ini terjadi, sistem saraf simpatik kita akan bekerja (juga dikenal sebagai respons fight or flight), meningkatkan detak jantung kita untuk memompa lebih banyak darah ke otot-otot yang mungkin kita perlukan untuk melawan atau melarikan diri.

Saat ini, kita dihadapkan dengan stresor (masalah atau penyebab stres) tingkat rendah tetapi konstan. Pikirkan pekerjaan, keluarga, perjalanan, pandemi global, dan segala sesuatu di antaranya. Memahami bagaimana membawa diri kita kembali ke tempat yang seimbang atau tenang adalah bagian penting dari yoga.

Courtesy of Bazaar UK
Courtesy of Bazaar UK

"Yoga mengaktifkan sistem saraf parasimpatis (respon "istirahat dan mencerna" terhadap kehidupan) melalui latihan pernapasan dan postur seperti child pose dan savasana," kata instruktur yoga dan pendiri The Human Method, Nahid de Belgeonne.

Ketika Anda stres, tubuh Anda memompa keluar hormon kortisol. Hormon inilah yang membantu Anda tetap bertahan dalam keadaan krisis (ini adalah kunci dari respon melawan atau lari). Sayangnya, ketika sampai pada tingkat stres, tubuh Anda tidak bisa membedakan antara singa yang sedang mengejar atau atasan Anda yang mengirimkan email tidak sopan, kedua itu berarti banyak dari kita dibanjiri dengan kortisol setiap hari. Ini mengarah pada sistem saraf yang terlalu banyak bekerja, kelelahan, dan kesehatan yang buruk."

Mengandalkan yoga (bersama dengan rutinitas olahraga normal Anda) dapat membantu menjaga semuanya dalam keseimbangan.

Kelas yoga, seperti apa?

Jika Anda dulu melakukan fast-paced class, mengikuti gerakan dan mengalir di antara masing-masing, akan meningkatkan detak jantung untuk membantu Anda terus bergerak. Hal ini dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik. Kemudian, di akhir kelas, ketika Anda berbaring untuk savasana (juga dikenal sebagai corpse pose), Anda didorong untuk membiarkan seluruh tubuh Anda tenang dan beristirahat, menggunakan teknik pernapasan yang membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis Anda.

MENGURANGI KECEMASAN
Pernah merasakan debaran saat kecemasan datang? Kamu tidak sendiri. Yoga dapat bekerja untuk meningkatkan kesadaran kita ketika kita merasa cemas dan bagaimana menghadapinya ketika itu benar-benar terjadi.

"Selain efek pada sistem saraf, dan bagaimana kita belajar menggunakan mode 'istirahat dan mencerna' (sistem saraf parasimpatis) menurut hati kita, memperlambat pernapasan dan lebih memperhatikan tubuh Anda," dapat membantu meredakan beberapa gejala kecemasan yang lebih kuat, jelas Chatty Dobson, guru yoga dan pemilik Flex Chelsea.

MEMBANTU ANDA LEBIH KUAT DAN LEBIH FIT
Selanjutnya, menjadi semakin kuat. Yoga yang juga merupakan salah satu cara melatih disiplin berat badan, dapat membentuk otot dan membangun kekuatan Anda, melalui kenyamanan (atau ketidaknyamanan) matras yoga Anda.

"Yoga merupakan ide brilian untuk membangun kekuatan," kata Chatty. "Kontrol yang sangat besar diperlukan dalam semua asanas yoga (pose), bahkan yang duduk dan berdiri, dan kami bekerja dengan berat badan kami sendiri, yang jauh lebih banyak daripada kettlebell atau dumbbell Anda," ucapnya. Tidak seperti latihan menambah kekuatan lainnya, yang cenderung membagi-bagi area tubuh untuk dikerjakan, yoga membangun otot secara merata di seluruh tubuh.

Jenis yoga apa yang terbaik untuk pemula?

Meskipun sebagian besar pilihan jenis yoga bergantung pada preferensi individu seperti gaya hidup dan tingkat kebugaran, jenis yoga terbaik untuk pemula adalah jenis yoga yang ingin Anda terus lakukan. Bagi sebagian besar, ini adalah yoga Hatha, gaya yoga yang ditandai dengan menahan pose dan bekerja untuk menggabungkan pernapasan.

"Yoga Hatha atau Iyengar adalah gaya yoga yang ideal untuk pemula karena kecepatannya stabil," saran guru yoga Felicity Wood. "Kecepatan yang stabil memberi waktu lebih untuk guru yoga dalam memandu Anda masuk dan keluar dari pose dengan instruksi secara detail, serta memungkinkan Anda menemukan posisi dan menyesuaikan diri dengan pose tanpa terburu-buru."

Atau, jika Anda mencari pengalaman yang benar-benar menenangkan, yoga Yin juga bisa menjadi awal mula yang baik.

"Latihan yin juga merupakan latihan yang bagus, latihan yang sederhana dan lambat untuk memulai. Tidak seperti gaya lain yang lebih cepat, ini bukan urutan yang cepat dan mengalir, tetapi Anda akan memegang serangkaian pose yang sering didukung oleh guling, bantal, selimut selama minimal tiga menit untuk membantu tubuh Anda rileks dan terbuka," jelas Alana Murrin, guru yoga di studio kebugaran London, Psycle.

Seberapa sering seorang pemula harus melakukan yoga?

Semua tergantung pada komitmen dan gaya hidup Anda, akan seberapa sering Anda dapat berlatih yoga. Karena untuk menjadi lebih baik dalam segala hal, Anda perlu meluangkan waktu. Mengarahkan diri untuk melakukan yoga dua atau tiga kali seminggu adalah keputusan yang baik untuk memulai.

"Bagi saya, itu semua benar-benar preferensi pribadi. Namun, saya selalu menyarankan sekali hingga dua kali seminggu saat memulai latihan," kata Jessica Parkinson, master trainer holistik di Gymbox.

"Ketika Anda mulai membangun pemahaman Anda tentang yoga, Anda akan menemukan bahwa itu bukan hanya latihan yang terikat pada kelas sekali pertemuan. Yoga mungkin mulai meresap ke dalam hidup Anda melalui saat-saat keheningan, pernapasan, peregangan atau jalan-jalan yang mindful. Ada juga kemungkinan (seperti halnya melakukan semua mode gerakan dan kebugaran) untuk melakukan sisi fisik yoga secara berlebihan. Jadi, saya selalu mengatakan membangun kebiasaan secara perlahan dan berlatih sesering mungkin yang menurut Anda sendiri dapat dilakukan dan menyenangkan."

Courtesy of Bazaar UK
Courtesy of Bazaar UK

Bagaimana cara memulai yoga di rumah?

Sebagian besar guru yoga merekomendasikan untuk memulai dengan kelas tatap muka, tetapi memahami bahwa hal tersebut tidak mungkin untuk semua orang, karena sejumlah alasan. Untungnya, banyak studio dan guru sekarang menawarkan kelas virtual dan streaming.

"Saat ini, banyak guru yoga yang mengajar secara virtual dan banyak guru juga yang mengajar sesi yoga ramah pemula," saran guru yoga Deepa Sapra. Dia tidak salah, kelas yoga di YouTube adalah cara yang bagus untuk memulai jika Anda hanya mencoba.

"Mulailah dengan mencari guru yang menawarkan kelas yang cocok untuk pemula. Banyak guru menawarkan yoga live streaming dan on-demand untuk kursus pemula, serta kelas on-demand yang cocok untuk pemula," kata Felicity.

"Pastikan Anda memiliki matras yoga, dan juga alat yoga seperti batu bata, balok, dan ikat pinggang yang dapat berguna untuk membantu Anda merasa nyaman saat berpose. Jika Anda tidak memiliki peralatan ini, maka Anda selalu dapat berimprovisasi dengan barang-barang di sekitar rumahmu."

"Selain itu, melakukan yoga di rumah sangat ideal karena Anda dapat melakukan beberapa kali sesi singkat setiap minggunya. Ini adalah cara yang bagus untuk belajar dan tubuh Anda akan merespon lebih cepat dengan latihan yang lebih sering."

Bisakah Anda menurunkan berat badan dengan melakukan yoga pemula?

Mempelajari cara menurunkan berat badan dengan baik (misalnya dengan aman, berkelanjutan, untuk jangka panjang), harus memperhatikan beberapa hal penting. Seperti, nutrisi yang baik, berada dalam defisit kalori, gerakan yang cukup (baik olahraga maupun aktivitas umum), kualitas tidur dan manajemen stres. Menyelaraskan ini dapat membantu Anda mencapai tujuan penurunan berat badan yang sehat.

Yoga, sebagai bentuk gerakan, dapat membantu menurunkan berat badan. Faktanya, yoga untuk menurunkan berat badan adalah hal yang memungkinkan. Hal yang paling mengejutkan dari semuanya adalah bagaimana yoga restoratif (misalnya, urutan yang lebih lambat dan menenangkan) dapat menjadi salah satu cara paling efektif untuk menurunkan berat badan.

"Sementara yoga restoratif bukanlah jenis yoga yang bersifat fisik, namun tetap membantu menurunkan berat badan," kata instruktur yoga dan meditasi, Caroline Lucas.

Penelitian sains juga mendukungnya. Kortisol (hormon stres) dapat menghambat penurunan berat badan dan lemak, sesuatu yang dapat diatasi dengan gaya yoga restoratif. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Managed Care, sebuah studi tahun 2016 terhadap wanita yang memiliki kelebihan berat badan menunjukkan bahwa sesi restoratif, atau yoga Yin, dapat menghasilkan hasil penurunan berat badan yang sama selama 12 minggu seperti bentuk yoga lainnya.

"Tingkat kortisol yang tinggi diketahui merupakan kontributor kenaikan berat badan, terutama di perut dan yoga secara umum, mengurangi kadar kortisol. Jadi, mungkin tidak masalah gaya yoga apa yang Anda lakukan, selama Anda mengurangi stres serta bernapas dengan penuh perhatian masuk dan keluar melalui hidung," kata Caroline.

"Yoga juga dapat membantu Anda lebih terhubung dengan tubuh dan pikiran Anda. Dalam meningkatkan rasa perhatian dan semoga dapat membawa Anda ke gaya hidup yang lebih harmonis yang diperlukan untuk penurunan berat badan yang berkelanjutan, juga menemukan keseimbangan yang sehat."

(Penulis: Morgan Fargo; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih Bahasa: Gracia Sharon; Foto: Courtesy of Bazaar UK)