Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Profil Ejae: Biodata, Perjalanan Karier, dan Fakta Menarik Kim Eun-jae

Perjalanan panjang dari industri K-Pop hingga panggung Oscar dan FIFA menjadikan Ejae salah satu kreator musik paling berpengaruh.

Profil Ejae: Biodata, Perjalanan Karier, dan Fakta Menarik Kim Eun-jae
Courtesy of Instagram @ejae_k

Nama Ejae semakin mencuri perhatian dan meraih pengakuan global ketika penyanyi, penulis lagu, dan produser berdarah Korea-Amerika ini menjadi salah satu kreator di balik lagu-lagu hit dari film animasi KPop Demon Hunters. Karya tersebut turut mengantarkannya pada sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk Oscar untuk Best Original Song (“Golden”) dan Best Animated Feature, serta Grammy untuk Best Song Written for Visual Media. 

BACA JUGA: 20 Drakor Romantis CEO Tampan dan Kaya, Bikin Baper!

Kini, Ejae kembali mengharumkan namanya setelah berkontribusi dalam lagu resmi FIFA World Cup 2026 bertajuk “DNA”, yang dipersembahkan oleh FIFA sebagai anthem turnamen. Di balik pencapaian tersebut, perjalanan Ejae sebagai kreator musik sebenarnya telah dibentuk melalui proses panjang di balik layar industri pop global. Ia konsisten membangun kemampuan artistiknya melalui perjalanan dan proses panjang di industri K-Pop. Dari proses tersebut, ia perlahan membangun karya dan reputasinya di industri musik.

Siapa Ejae? Mengenal Penyanyi dan Penulis Lagu di Balik Suara Rumi dalam KPop Demon Hunters

Kim Eun-jae atau yang dikenal sebagai Ejae adalah seorang penyanyi dan penulis lagu Korea-Amerika berusia 33 tahun, yang lahir di Seoul, Korea Selatan. Saat ini ia dikenal luas sebagai salah satu kreator di balik sejumlah lagu hit global, termasuk kontribusinya dalam film animasi K-Pop Demon Hunters. Dalam proyek tersebut, ia turut menghidupkan karakter Rumi melalui karya musik yang menjadi bagian penting dari narasi film, sekaligus mengantarkannya pada pengakuan global di industri musik internasional. Ia juga mengisi suara dengan membawakan lima lagu Huntrix, yaitu “Golden,” “How It’s Done,” “What It Sounds Like,” “Takedown,” dan “Free.”

Courtesy of Instagram  @ejae_k

Perjalanan Karier Ejae: 11 Tahun di SM Entertainment hingga Sukses dengan “Golden”

Berawal sebagai trainee di SM Entertainment pada 2003, Ejae menjalani masa pelatihan selama sekitar 10 tahun, di waktu yang sama ia juga menempuh studi di Tisch School of the Arts, New York University. Dengan fokus music production, ia mengasah kemampuan beat-making dan penulisan lagunya. Ia juga beberapa kali kembali ke Korea untuk melanjutkan persiapan debut di sistem trainee.

Namun, setelah rencana debutnya tidak terealisasi, Ejae kemudian menetap di Amerika Serikat dan berbasis di Brooklyn. Dari titik inilah ia beralih fokus menjadi penulis lagu dan produser, hingga akhirnya keterlibatannya pada produksi di balik layar berkembang sebagai kreator musik yang terlibat dalam berbagai proyek global.

Lagu-Lagu Ejae: Dari “Psycho” Red Velvet hingga “Golden” KPop Demon Hunters dan Anthem FIFA “DNA”

Ejae mengungkapkan bahwa perjalanan kariernya di dunia songwriting berawal secara tak terduga ketika ia diminta beberapa produser di Korea untuk mencoba topline writing. Ia turut menulis lagu hit “Psycho” (2019) yang dipopulerkan oleh Red Velvet. Sejak karyanya mulai mendapat perhatian hingga akhirnya lagu tersebut direkam oleh girl group K-Pop ternama, dari titik inilah ia mulai mendalami seni penulisan lagu. 

Selama beberapa tahun berikutnya, ia aktif bekerja di balik layar industri K-Pop dengan menulis dan memproduksi untuk berbagai artis besar seperti Twice, Taeyeon, dan Nmixx. Sampai pada keterlibatannya di balik layar menjadi di garis depan sebagai vokalis sekaligus komposer dari lagu “Golden” pada film Kpop Demon Hunters.  

Courtesy of Instagram @ejae_k

Berlangsungnya FIFA World Cup 2026, Ejae berperan sebagai penyanyi sekaligus kreator di balik Official FIFA World Cup 2026 Anthem “DNA”. Ia tak hanya tampil sebagai vokalis, tetapi juga terlibat dalam penulisan dan produksi bersama tim kreatif global. Bersama dengan Andrea Bocelli, David Guetta, dan Megan Thee Stallion, keterlibatannya menghadirkan nuansa pop kontemporer dalam komposisi lagu. 

Sementara itu, pada penampilan pembukaan FIFA World Cup 2026 menghadirkan Andrea Bocelli yang turut tampil bersama Ejae dalam sebuah momen musikal yang menjadi sorotan global.

Ejae dan Fanbase Indonesia: Mengapa KPop Demon Hunters Begitu Populer di Tanah Air

Popularitas K-Pop Demon Hunters di Indonesia tidak hanya didorong oleh tren K-Pop, tetapi juga oleh kekuatan storytelling dan musik yang menjadi inti dari film tersebut. Dengan kualitas soundtrack yang langsung berhasil masuk ke dalam Billboard Hot 100, lagu “Golden” menjadi salah satu pusat perhatian utama. Penggemar budaya K-Pop di Tanah Air, yang memiliki basis audiens besar dan sangat aktif, terlebih setelah lagu “Golden” juga mencatat sejarah sebagai lagu K-Pop pertama yang memenangkan Oscar untuk Best Original Song.

Courtesy of Instagram @ejae_k

Karier Solo Ejae: Dari “In Another World” hingga “Time After Time” dan Proyek Terbaru 

Setelah kesuksesannya sebagai penulis dan vokalis dalam proyek KPop Demon Hunters, Ejae memulai karier solonya melalui single debut “In Another World” pada 2025. Melalui antusias yang tinggi, proyek terbarunya merupakan single keduanya berjudul “Time After Time” yang dirilis pada awal 2026. Lagu ini menampilkan sisi yang lebih emosional dan reflektif, memperkuat identitas Ejae sebagai solois. 

(Penulis Kirana Anindya; Edited by JM)