Ada kepuasaan yang sulit dijelaskan saat kita memandangi sebuah koper Rimowa yang penuh dengan goresan dan lekukan. Teruntuk sebagian orang, itu adalah tanda kerusakan. Namun bagi mereka yang mengerti seni berpelesir, setiap goresan adalah cerita. Lewat kampanye terbarunya, For a Lifetime of Lives, Rimowa melayangkan sebuah provokasi bahwa sebuah koper baru benar-benar memiliki jiwa ketika ia mulai mengumpulkan “luka.”
BACA JUGA: Rimowa Hadirkan Warna Musiman Earthy di Koleksi Essential
Narasi tentang luka dan memori ini dikemas dalam format trilogi film pendek oleh trio sutradara asal Argentina, Pantera. Diiringi tiupan trompet melankolis gubahan Theo Croker, ceritanya berfokus pada perjalanan sebuah koper Rimowa Classic yang diwariskan dari tangan seorang ayah kepada putranya, seorang musisi muda.
Episode 1 - Window Seat
Cerita dibuka lewat episode pertama yang menangkap gestur ketika seorang ayah menyerahkan koper Rimowa Classic Cabin Silver miliknya kepada sang anak yang bersiap merantau meninggalkan rumah. Duduk di dekat jendela pesawat, langkah awal sang anak berkelindan indah dengan fragmen masa lalu ayahnya. Momen ini seketika mengubah koper aluminium tersebut menjadi sebuah warisan emosional dan sepotong memori tentang rumah yang dibawa pergi melintasi batas geografis.
Episode 2, Run It Back
Waktu bergulir dan sang anak kini telah menjelma menjadi musisi muda yang berpindah dari dinginnya ruang latihan menuju kerasnya aspal jalanan selama tur. Di episode inilah koper Rimowa miliknya mulai mengumpulkan karakter lewat setiap dent, goresan tipis, dan tempelan stiker yang organik.
Episode 3, Another Take
Trilogi ini ditutup dengan sangat syahdu yang merekam beberapa jam sebelum sang musisi melangkah ke atas panggung besar. Bagian paling menarik justru ada di akhir cerita, tepatnya pas konser selesai, lampu sorot padam, dan riuh penonton sudah sepi. Di sudut kamar yang tenang, akhirnya cuma tersisa si musisi dan koper Rimowa setianya, sebuah penutup yang memperlihatkan bagaimana objek ini selalu ada di setiap fase hidup kita.
Selain lewat film pendek, estetika kampanye ini juga diperluas lewat rangkaian foto lanskap yang sinematik hasil kurasi fotografer Tyler Mitchell. Pada akhirnya For a Lifetime of Lives mengingatkan kita kalau sebuah koper luksuri sejati tidak dinilai dari seberapa mulus permukaannya melainkan dari seberapa banyak cerita yang berhasil terekam di atasnya.
BACA JUGA:
Rimowa Bangkitkan Kembali Desain Ikonis Lewat Koleksi Groove, Tas Kulit Premium untuk Mobilitas Dinamis
Rimowa Release Dua Warna Musiman Terbaru: Granada & Verde
(Edited by SS)
