Olivia Rodrigo melanjutkan rangkaian perilisan untuk album mendatangnya, you seem pretty sad for a girl so in love, lewat single terbaru bertajuk “the cure”. Video musik yang disutradarai oleh Cat Solen dan Jamie Gerin ini mengikuti sang bintang pop sebagai seorang perawat yang berusaha menemukan obat bagi hati-hati kelabu yang mulai mengerut.
BACA JUGA: Asal Usul Punk di Balik Gaun Babydoll Olivia Rodrigo
Namun dalam sebuah rangkaian adegan yang terasa layak masuk film body horror, dirinya perlahan mulai terurai. Dari ujung jari dan tubuhnya tumbuh benang-benang merah yang meliuk. Video ini dipenuhi estetika naif awal 2000-an, mengingatkan pada stop motion Wes Anderson atau set buatan tangan ala Michel Gondry. Namun pada klimaksnya, titik referensi utama Olivia terasa jelas berakar pada Surealisme.
Saat Olivia berbaring di ranjang rumah sakit, benang-benang yang keluar dari tubuhnya berubah menjadi “pembuluh” merah darah. Benang-benang itu merentang dari jantungnya menuju enam jantung lain yang diletakkan dalam kotak di sekeliling tubuhnya, masing-masing diikat dengan pita dari benang merah tersebut. Adegan ini segera mengingatkan pada lukisan terkenal Frida Kahlo, Henry Ford Hospital (1932), potret diri sang seniman di ranjang rumah sakit, dengan enam pembuluh merah menyerupai benang yang menjulur dari tubuh telanjangnya menuju enam objek.
Single berdurasi lima menit terbaru Rodrigo ini terasa magnetis, sebuah anthem patah hati yang melodis tentang bagaimana ia sempat mengira telah menemukan “antidot” untuk kesepian, hanya untuk kembali dikecewakan. Ia menyanyikan, “My head is full of poison/ and my heart is full of doubt I got toxins in my bloodstream/ you tried hard to suck ‘em out/ And it feels like medication/ and it’ good for me, I’m sure/ But it don’t matter how your/ love feels anymore / It will never be the cure.”
Lirik-lirik tersebut seolah menuntut sebuah video musik yang menempatkan Rodrigo sebagai perawat, secara harfiah berpacu dengan waktu untuk meracik penawar bagi sakit hati.
Kesedihan yang menggelegak ini menjadikan Henry Ford Hospital sebagai titik rujukan yang kuat. Lukisan tersebut menampilkan seorang perempuan, Kahlo sendiri, yang berbaring di ranjang berlumuran darah. Pita-pita yang menjulur dari perutnya menghubungkan tubuhnya dengan enam objek: janin, siput, anggrek, alat medis dari baja, tulang panggul, serta diorama pembelajaran anatomi reproduksi perempuan.
Lukisan itu menyalurkan melankolia Kahlo yang begitu dalam, berpusat pada kesulitan reproduksi yang ia alami setelah kecelakaan bus merusak panggulnya. Kabel-kabel merah menyerupai pembuluh darah tersebut merepresentasikan usahanya untuk tetap terhubung dengan bagian-bagian dirinya yang ia rasakan rusak atau tak tergapai.
Kahlo kembali menggunakan motif pembuluh darah merah bertahun-tahun kemudian dalam The Two Fridas (1939), yang menampilkan dua potret diri saling bercermin, satu mengenakan gaun Victorian dan yang lain mengenakan busana Tehuana. Lukisan itu kemungkinan merujuk pada pergulatan Kahlo dengan warisan gandanya, dengan figur bergaya Victorian ditandai oleh jantung yang membusuk. Dua jantung yang dihubungkan oleh pembuluh tipis itu mengisyaratkan rasa sakit yang selalu hadir dalam dirinya, bukan hanya secara fisik akibat kecelakaan, tetapi juga dari identitas yang terbelah.
“The cure” menjadi lagu patah hati kedua dari you seem pretty sad for a girl so in love. Jika “the cure” merangkul melankolia setelah putus cinta, single pertamanya, “drop dead”, mengambil pendekatan yang lebih penuh dendam terhadap sang mantan, dengan lirik “i hope you never finish that beer” saat ia menari di sekitar Versailles dalam babydoll dress.
Video “drop dead”, yang disutradarai oleh Petra Collins, juga dipenuhi berbagai referensi, khususnya pada Marie Antoinette karya Sofia Coppola dan band The Cure. Ia menyanyikan “You know all the words to ‘Just Like Heaven,’” yang mungkin saja menjadi Easter egg untuk single keduanya.
Tampaknya, belakangan ini para bintang pop mulai banyak menoleh kepada para perempuan surealis sebagai sumber inspirasi. Madonna hadir di Met Gala mengenakan gaun yang tampak diambil langsung dari lukisan Leonora Carrington, The Temptation of Saint Anthony (1945). Kini, tinggal menunggu seniman surealis mana lagi yang akan muncul sebagai referensi berikutnya.
BACA JUGA:
Apakah Olivia Rodrigo Baru Saja Mempopulerkan Kembali Alis Tipis?
Olivia Rodrigo Kenakan Mantel Pink Marc Jacobs saat di Lokasi Pemotretan
(Penulis: Maxwell Rabb; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
