Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Wajib Waspada! Ini Penyebab Darah Rendah pada Wanita

Jangan anggap enteng kondisi tekanan darah rendah. Kenali penyebabnya dan cara mengatasinya.

Wajib Waspada! Ini Penyebab Darah Rendah pada Wanita
Courtesy of Freepik

Tekanan darah merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketika tekanan darah berada di bawah batas normal, kondisi ini dikenal sebagai darah rendah atau hipotensi. Pada wanita, kondisi ini cukup sering terjadi dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon hingga pola hidup sehari-hari.

Darah rendah sering kali dianggap sebagai kondisi yang tidak berbahaya. Padahal jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk memahami apa itu tekanan darah rendah, mengenali gejalanya, serta mengetahui penyebab dan cara mengatasinya agar tetap sehat dan bugar.

Memahami Tekanan Darah Rendah

Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di bawah angka normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Tekanan darah sendiri terdiri dari dua angka, yaitu tekanan sistolik (saat jantung memompa darah) dan diastolik (saat jantung beristirahat).

Pada sebagian orang, tekanan darah rendah mungkin tidak menimbulkan masalah serius. Namun, pada kondisi tertentu, hipotensi dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke organ vital, seperti otak dan jantung. Hal ini dapat memicu berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Wanita memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami tekanan darah rendah dibandingkan pria, terutama karena faktor hormonal, seperti menstruasi, kehamilan, dan menopause.

Waspada Gejala Darah Rendah

Gejala tekanan darah rendah dapat bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut ini beberapa gejala yang umum dialami:

  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Lemas dan mudah lelah
  • Pandangan kabur
  • Mual
  • Kulit terasa dingin dan lembap
  • Jantung berdebar
  • Sulit berkonsentrasi
  • Pingsan dapat terjadi pada kasus yang lebih serius.

Gejala ini biasanya muncul saat seseorang berdiri terlalu cepat atau setelah duduk dalam waktu lama. Kondisi ini dikenal sebagai hipotensi ortostatik.

Penyebab Darah Rendah pada Wanita

Ada berbagai penyebab tekanan darah rendah pada wanita, baik yang bersifat sementara maupun kronis. Berikut ini beberapa penyebab paling umum darah rendah pada wanita:

1. Perubahan Hormonal

Wanita mengalami perubahan hormon secara alami selama siklus menstruasi, kehamilan, dan menopause. Perubahan hormon ini dapat memengaruhi pelebaran pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi lebih rendah.

2. Anemia (Kekurangan Darah)

Wanita lebih rentan mengalami anemia akibat kehilangan darah saat menstruasi. Kekurangan sel darah merah menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, sehingga tekanan darah pun menurun.

3. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan volume darah berkurang, yang berdampak pada penurunan tekanan darah.

4. Kehamilan

Selama kehamilan, sistem peredaran darah mengalami perubahan besar. Pembuluh darah melebar untuk mendukung pertumbuhan janin, yang dapat menyebabkan tekanan darah menurun, terutama pada trimester awal.

5. Kurang Nutrisi

Kekurangan vitamin B12, zat besi, dan asam folat dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Nutrisi ini penting untuk produksi sel darah merah.

6. Efek Samping Obat

Beberapa obat, seperti obat tekanan darah tinggi, antidepresan, atau obat diuretik, dapat menurunkan tekanan darah sebagai efek samping.

7. Masalah Jantung

Gangguan pada jantung, seperti detak jantung lambat atau gagal jantung, dapat menghambat aliran darah, sehingga tekanan darah menjadi rendah.

8. Gangguan Sistem Saraf

Sistem saraf yang mengatur tekanan darah dapat mengalami gangguan, sehingga tubuh tidak mampu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Faktor Risiko Darah Rendah

Selain penyebab langsung, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko wanita mengalami hipotensi, antara lain:

1. Usia

Wanita yang lebih tua cenderung lebih rentan mengalami tekanan darah rendah, terutama saat berdiri tiba-tiba. Risiko tekanan darah rendah dapat meningkat pada usia di atas 60 tahun karena elastisitas pembuluh darah menurun, fungsi jantung dan saraf tidak seoptimal sebelumnya, serta efek samping obat-obatan yang dikonsumsi.

2. Pola Makan Tidak Seimbang

Diet rendah nutrisi atau terlalu ketat dapat menyebabkan kekurangan zat penting yang berpengaruh pada tekanan darah.

3. Aktivitas Fisik Berlebihan

Olahraga yang terlalu berat tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi dan cairan dapat memicu penurunan tekanan darah.

4. Stres dan Kelelahan

Kondisi mental dan fisik yang lelah dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk tekanan darah.

5. Riwayat Penyakit Tertentu

Wanita dengan riwayat penyakit seperti diabetes, gangguan tiroid, atau penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipotensi.

Bagaimana Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah?

Mengatasi tekanan darah rendah dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada penyebabnya. Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi tekanan darah rendah:

1. Perbanyak Konsumsi Cairan

Minum air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga volume darah tetap stabil. Hindari dehidrasi, terutama saat cuaca panas atau setelah banyak beraktivitas.

2. Konsumsi Makanan Bergizi

Pastikan asupan nutrisi mencukupi, terutama zat besi, vitamin B12, makanan tinggi protein, dan asam folat. Makanan seperti sayuran hijau, daging, telur, dan kacang-kacangan sangat dianjurkan.

3. Makan dalam Porsi Kecil Tetapi Sering

Makan dalam porsi besar dapat menyebabkan penurunan tekanan darah setelah makan. Oleh karena itu, makanlah dalam porsi kecil tetapi lebih sering.

4. Hindari Berdiri Terlalu Cepat

Saat Anda ingin bangkit dari tempat duduk, bangunlah secara perlahan dari posisi duduk atau berbaringlah untuk mencegah pusing akibat penurunan tekanan darah mendadak.

5. Gunakan Stoking Kompresi

Stoking khusus dapat membantu melancarkan aliran darah dan mencegah darah berkumpul di kaki.

6. Hindari Konsumsi Alkohol

Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi dan memperburuk tekanan darah rendah. Sebaiknya hindari minuman beralkohol dan beralihlah ke pola hidup yang lebih sehat.

7. Istirahat yang Cukup

Tidur berperan penting dalam kesehatan secara keseluruhan. Tidur yang cukup membantu tubuh menjaga keseimbangan fungsi organ, termasuk tekanan darah.

8. Konsultasi dengan Dokter

Jika tekanan darah rendah sering terjadi atau disertai gejala berat seperti pingsan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Tekanan darah rendah pada wanita merupakan kondisi yang cukup umum dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon hingga kekurangan nutrisi. Meskipun sering dianggap ringan, hipotensi tetap perlu diperhatikan karena dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan secara keseluruhan.

Dengan memahami gejala, penyebab, serta faktor risiko, wanita dapat lebih waspada terhadap kondisi ini. Selain itu, penerapan gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan, cukup minum, dan istirahat yang baik dapat membantu mencegah dan mengatasi tekanan darah rendah. Jika gejala semakin parah, jangan ragu untuk mencari bantuan medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.

(Edited by SW)