Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Menjabarkan Presentasi Dior untuk Koleksi Fall/Winter 2021 dari Kota Paris

Aspek dongeng anak-anak dari rumah mode Dior untuk koleksi musim gugur/ dingin 2021/2022 yang berlangsung di Istana Versailles, di Kota Paris.

Menjabarkan Presentasi Dior untuk Koleksi Fall/Winter 2021 dari Kota Paris
FILM COLLECTION IMAGES ©Adrien Dirand

Presentasi untuk melihat koleksi baru dari rumah mode Dior senantiasa ditunggu karena di saat ini hampir tidak ada rumah mode yang menggelar show untuk publik. Dan undangan diterima untuk hadir dalam sebuah showroom di tengah kota Pari inipun saya terima tepat setelah berakhirnya pekan Paris Fashion Week. 

Sedangkan dalam mengenalkan koleksi terbarunya, kita kembali melihat video presentasinya secara online.

Puitis, romatis, magis dan simbolik ….. adalah acuan bagaimana rumah mode Dior mempersembahkan koleksi musim gugur/dingin 2021/2022 yang presentasikan secara digital. 

Dengan memadukan antara kemegahan dan impian, koleksi yang mengeksplorasi dongeng anak-anak direkam di dalam Istana Versailles yang menjadi dekor utama. Sebuah istana bersejarah yang dibangun oleh Raja Prancis Louis XIV di akhir abad 16.

FILM COLLECTION IMAGES ©Adrien Dirand

Seperti sebuah film pendek, narasi dimulai dengan kerimbunan hutan pada keremangan malam,  dan di bawah cahaya bulan purnama terlihat siluet sebuah kastil yang misterius.

FILM COLLECTION IMAGES ©Adrien Dirand

Kemunculan tarian peri-peri dalam sebuah koreografi balet dari Sharon Eyal seperti sebuah panggilan untuk putri tidur yang tinggal di istana megah. 

Beralih ke sebuah hall utama yang paling emblematik dari Istana Versailles, yakni La galerie des glaces atau galeri kaca dari istana.  Di mana para pengunjung biasanya terpesona dengan ruang panjang bernuansa emas dengan dinding kaca-kaca yang merefleksikan jendela-jendela besar, sebab memberi panorama keindahan taman kerajaan yang sangat luas. 

FILM COLLECTION IMAGES ©Adrien Dirand

Sebuah instalasi seni dari Silvia Giamrone dipasang sepanjang hall galeri kaca dalam sebuah dimensi simbolis, instalasi seni itu berupa kaca-kaca besar yang ditutup dengan lapisan putih bertaburan duri-duri yang tajam.

FILM COLLECTION IMAGES ©Adrien Dirand

Sebuah pengambilan gambar yang memberikan sebuah intonasi dunia dongeng seolah hendak disampaikan oleh Maria Grazia Chiuri, direktur artistik dari rumah mode Dior kemudian diberi aksen dengan sebuah pencahayaan gaya film expresionis

Istana Versailles menjadi sebuah dekor yang sublim seirama dengan kemunculan yang misterius berbagai "pahlawan-pahlawan" dari dunia dongeng. Seperti "Gadis Berkerudung Merah", "Alice di Negeri Ajaib" atau "Si Cantik dan Si Buruk Rupa", yang masing-masing  mempunyai banyak kemiripan cerita. Yakni gadis-gadis pemberani dan percaya diri untuk membuka berbagai misteri kehidupan yang akan mereka jalani. 

Siluet-siluet bermunculan diterangi oleh cahaya bulan yang menerobos dari balik jendela, membawakan sebuah koleksi dalam gaya yang memadukan kode rumah mode Dior, know-how,  yang timeless dan elegan, sedangkan dongeng-dongeng adalah salah satu cara untuk memberi sebuah visi feminin yang memadukan antara kenangan masa kecil dan kedewasaan. 

Qu’en manteau rouge est superbe, yang diterjemahkan menjadi "saya pikir mantel merah cantik sekali", menurut Monsieur Christian Dior di buku The Little Dictionary of Fashion. Dan warna merah dideklinasi dalam berbagai gaya seperti sebuah cape dan hood yang membawa imajinasi kita ke dalam sebuah interpretasi dalam dongeng "Gadis Berkerudung Merah",  yang dipadu bersama bustier merah, sebuah cigarette pant yang mempunyai cutting sempurna dan sepatu berwarna fantastic red diikuti hiasan sekuntum bunga dan duri-duri yang membelit mata kaki.   

Courtesy of Dior

Gaya yang lebih ekpresif dengan munculnya motif kotak-kotak merah seperti tekstil Scotlandia yang dipadu dengan bahan denim. 

Courtesy of Dior

Adanya permainan print komposisi bunga-bunga mawar merah yang diambil dari arsip, yaitu karaya grafis tekstil dari Andrée Brossin de Méré seorang designer tekstil yang bekerja sama dengan Chrisitian Dior di tahun 1950-an.

Courtesy of Dior

Saat itu, print tekstil biasanya lebih menggunakan motif yang diinspirasi oleh lukisan. Sedangkan Andrée Brossin de Méré, dengan visi yang lebih modern, dia memilih motif tekstil dari potongan benda untuk desainnya. Terlihat sebuah penampilan total look, blouse dan pants print bunga mawar merah dengan sebuah coat panjang yang elegan panjang dengan sebuah hood.

Courtesy of Dior

Print bunga merah ini kita dapati juga di sepatu dengan hak dalam bentuk baru berupa kurva ataupun juga untuk tas tote book.

Rumah mode Dior yang menyukai bunga, memberi sentuhan puitis untuk anting dan liontin kalung dalam bentuk sekuncup bunga mawar merah.

FILM COLLECTION IMAGES ©Adrien Dirand

Dalam gaya Alice in the Wonderland  dengan kemeja putih disanding dengan plastron dari kulit hitam print laser bermotif English embroidery ataupun dress kulit dengan tangan balon dalam gaya baby-doll.

Courtesy of Dior

Courtesy of Dior

Gaun English embroidery berwarna putih yang sangat feminin, tanpa melupakan sepatu boot dan kaus kaki putih yang hampir menyentuh lutut. 

Courtesy of Dior

Putri-putri dongeng juga keluar dengan baju-baju malam dari tulle yang bertumpuk-tumpuk dalam  berbagai degradasi warna, dengan ekor yang menyapu lantai  dan dalam sebuah intonasi yang feminin seperti dengan membentuk bunga besar di dada. 

Courtesy of Dior

Courtesy of Dior

Dalam gaya-gaya yang memberi ciri khas kode rumah mode Dior seperti motif cannage atau motif anyaman muncul dalam peacoat ataupun veste bar yang abadi tanpa melupakan selendang monogram untuk penutup kepala. 

Court
esy of Dior

Courtesy of Dior
FILM COLLECTION IMAGES ©Adrien Dirand

Dongeng-dongeng bukan hanya sekedar pengantar tidur tetapi juga kaya akan sumber-sumber simbolis dan Maria Grazia Chiuri memberi sebuah pandangan yang baru tentang arti sebuah dongeng dalam fashion lewat karya-karyanya.

(Foto: Courtesy of Dior)