
Menjelang penayangan perdana serial Netflix terbarunya serta peluncuran merek lifestyle-nya yang akan datang, Duchess of Sussex memberikan wawancara eksklusif kepada People mengenai kehidupannya sebagai pemilik bisnis perempuan. Serial Netflix-nya, With Love, Meghan, akan menampilkan keterampilannya dalam mengelola rumah, mulai dari resep rumahan hingga tips menjamu tamu. Merek barunya yang sangat dinantikan, As Ever, juga dijadwalkan rilis musim semi ini.
BACA JUGA: Duchess Meghan Membagikan Cuplikan yang Belum Pernah Dilihat Sebelumnya dari Acara Netflix-nya
Meski kedua proyek ini berfokus pada kehidupan domestik Meghan, ia tidak menganggap dirinya sebagai seorang tradwife, istilah yang merujuk pada perempuan yang menjalani peran gender tradisional. Alih-alih merasa tertekan untuk mengatur rumah tangganya dengan sempurna setiap saat, Meghan lebih menekankan keseimbangan dan kesadaran dalam menjalani hidup.
"Aku suka bisa melakukan keduanya," ujar Meghan kepada People. Sebagai contoh, ia bisa saja memesan makanan Tionghoa, "tapi bahkan ketika aku memesan makanan, aku tetap mencoba menatanya dengan indah." Ia juga menunjukkan kasih sayangnya kepada keluarga dengan menyiapkan sarapan setiap pagi. "Suamiku dan Archie sangat suka telur goreng," katanya. "Di rumah ini juga selalu ada banyak bacon. Tapi terkadang tidak ada waktu untuk semua itu, jadi kamu hanya perlu memasukkan frozen waffles ke dalam pemanggang roti dan menyebutnya sebagai sarapan. Dan itu juga tidak masalah."
Pada akhirnya, With Love, Meghan bukanlah panduan yang kaku bagi siapa pun dalam menjalani gaya hidup tertentu. "Serial ini tentang melakukan apa yang bisa kamu lakukan, dan melakukannya dengan cinta," jelasnya.
Dampak Meghan di media sosial tak bisa dipungkiri. Sebelum menikah dengan Pangeran Harry pada 2018, ia telah mengelola blog lifestyle sukses bernama The Tig. Sejak kembali ke Instagram pada awal tahun ini, ia dengan cepat mengumpulkan lebih dari dua juta pengikut. Meski begitu, Meghan tidak menganggap dirinya sebagai seorang influencer.
"Aku melihat diriku sebagai seorang entrepreneur dan female founder dan jika merek ini nantinya berpengaruh, maka itu hal yang bagus," katanya kepada People.
Sebagai seorang ibu yang bekerja, Meghan berharap dapat menjadi contoh positif bagi kedua anaknya: Pangeran Archie (umur 5) dan Putri Lilibet (umur 3).
"Memiliki seorang putri sendiri, sementara aku telah menghabiskan begitu banyak waktu memperjuangkan hak perempuan dan anak perempuan, membuatku melihat ini sebagai kisah lintas generasi, tentu saja Archie dan suamiku juga termasuk di dalamnya. Tapi aku menyukai perasaan warisan yang ada di dalamnya dan menyadari bahwa ini adalah sesuatu yang bisa aku bangun di depan putriku, serta mengajarkannya bagaimana rasanya menjadi seorang ibu yang bekerja," ujar Meghan. "Semoga ini bisa menjadi bagian dari warisannya juga."
BACA JUGA:
Putri Lilibet Membuat Penampilan Manis Bersama Meghan di Situs Barunya, As Ever
Meghan Markle Tampil Bersinar Tanpa Riasan di Instagram
(Penulis: Chelsey Sanchez; Artikel disadur dari BAZAAR US; Alih bahasa: Anya Azalia; Foto: Courtesy of Bazaar US)