Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Pengalaman Merayakan Hari Raya Nyepi di Bali

48 jam dalam menuju keseimbangan diri yang optimal.

Pengalaman Merayakan Hari Raya Nyepi di Bali

 
Pengrupukan Day
 
08.00: Bangun dari tidur nyenyak di vila Ayana Resort Bali dengan sejumlah bantal pesanan malam sebelumnya yang dikondisikan sesuai kenyamanan tubuh. 
 
09.00: Menikmati menu breakfast in bed dengan pemandangan kolam renang yang teduh. 
 
10.30: Keliling santai di kawasan resor dengan luas hampir 100 hektar sembari menuju ke restoran Indonesia, Damar Terrace, untuk makan siang. 


12.30: Mengunjungi pusat budaya Saka Museum untuk lihat karya seni tradisional dan tahu lebih dalam seputar Hari Raya Nyepi. Nama Saka pun digarap dari sistem penanggalan kaum Hindu Bali. 

 

13.30: Ikut kelas di Knowledge Center. Hari itu Bazaar disambut oleh Professor Dr. I Made Bandem, anaknya sekaligus kurator dan aktivis, I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, serta istrinya sosok penari legendaris, N.L.N. Suasthi Widjaja Bandem. Mereka memberi gagasan menarik akan nilai-nilai penting dari perayaan istimewa tahunan ini dan juga memberi demonstrasi beragam tarian sakral Bali. 

 

16.00: Parade ogoh-ogoh dimulai dengan ritual awal pada area lobi Ayana Resort. Kemudian patung raksasa tersebut diarak bersama iringan lagu sepanjang jalan mengarah ke Saka Museum. Selebrasi ini merupakan proses pembersihan sebelum memasuki Isakawarsa yakni suguhan makhluk mitologi yang terinspirasi dari kisah legenda Calonarang, menjadi simbolisasi roh jahat atau unsur negatif dalam kehidupan manusia. 


 
19.00: Setelah menyegarkan diri di kamar sejenak, selebrasi tetap lanjut dengan perjamuan makan malam berkonsep buffet. Rangkaian kuliner khas Bali hadir begitu menggoda, dari Babi Guling hingga kudapan lak-lak yang disemarakkan bersama pertunjukan Tari Kecak dan Tari Api.


 
21.00: Kembali ke kasur empuk dan tidak sabar untuk mengalami ketenangan batin di Hari Nyepi. 
 
 
Day of Silence
 
08.00: Suasana damai ditemani nikmatnya bento set ala Jepang yang terdiri dari nasi, grilled salmon, miso soup, dan tofu salad


 
11.00: Mengikuti program kesejahteraan pertama, yaitu Sound Bath Meditation. Bazaar berbaring di atas yoga matt dalam lantunan suara yang harmonis dan beresonansi melalui singing bowl dan gong untuk masuk ke keadaan meditatif. 


14.00: Kedua, aktivitas Thalassotherapy yang memanfaatkan nutrisi dan mineral alami air laut dalam fasilitas serupa swimming pool dengan macam-macam partisi, tekanan dan suhu air. 
 
16.00: Rileks sore di Luna Rooftop Bar yang disekelilingi alam sejuk nan hening. Bazaar tentu ikut menikmatinya dengan champagne lezat. 


18.00: Memulai dinner dengan hindangan khas Mediterania di restoran Scusa seperti Bufala Pizza, medium-rare Angus beef sirloin, dan Tiramisu andalan. 



20.00: Kesunyian langit malam hari itu begitu indah dengan kilauan bintang-bintang, yang mengingatkan lagi akan empat prinsip Hari Raya Nyepi yaitu Amati Geni (tidak menggunakan cahaya), Amati Karya (tidak melakukan pekerjaan), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelungan (tidak ada hiburan); bagai momen ini menjadi petanda awal yang baru nan penuh kedamaian.
 
Foto: Michelle Othman