Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Istana Buckingham Mulai Fokus Kepada Representasi Akan Keberagaman: "Kami Mendengarkan dan Belajar"

"Kami belum melihat kemajuan yang kami inginkan dan menerima lebih banyak hal yang perlu dilakukan," kata seorang sumber kerajaan kepada Bazaar. 

Istana Buckingham Mulai Fokus Kepada Representasi Akan Keberagaman: "Kami Mendengarkan dan Belajar"

Dengan kehadiran wawancara Pangeran Harry dan Duchess Meghan baru-baru ini yang membagikan pengalaman mereka tentang rasisme dalam keluarga kerajaan, mata dunia masih tertuju pada Istana Buckingham. Di saat masih banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai klaim tersebut, sebuah sumber kerajaan mengatakan kepada Bazaar bahwa institusi monarki tersebut berencana untuk menunjuk seorang kepala pengurus representasi keberagaman.
 
Berdasarkan sumber tersebut, pembicaraan internal mengenai penyediaan posisi tersebut sudah dimulai sejak sebelum kedua Sussex melakukan wawancara dengan Oprah Winfrey. Walaupun begitu, hal tersebut menandai pertama kalinya pihak kerajaan mengakui dibutuhkannya fokus pada pemahaman akan pentingnya keberagaman. Mereka pun ingin memastikan bahwa bagian di dalam The Firm mampu mewakili masyarakat modern saat ini. 
 
“Hal tersebut adalah masalah yang telah ditanggapi dengan sangat serius di seluruh rumah tangga kerajaan,” kata sang sumber, mengacu pada Istana Buckingham, Istana Kensington, dan Clarence House. “Kami memiliki kebijakan, prosedur, dan program. Namun, kami belum melihat kemajuan yang kami inginkan dan menerima lebih banyak hal yang perlu dilakukan. Kami selalu bisa berkembang. Oleh karena itu, kami tidak takut untuk mencari cara baru untuk menjalankannya. Pekerjaan untuk melakukan hal tersebut telah berlangsung selama beberapa waktu ini dan datang dengan dukungan penuh dari para anggota keluarga.”

 


Pada hari Minggu silam, sebuah laporan dari Britain's Mail menyatakan bahwa ratu akan menyewa "tsar yang beragam". Namun, ajudan senior istana mengatakan kepada Bazaar bahwa rencana tersebut masih belum pasti. "Hal tersebut adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan, tetapi masih terlalu dini untuk mengumumkan rencana The Firm," jelas sang sumber. “Kami mendengarkan dan belajar untuk melakukannya dengan benar.”
 
Selama beberapa bulan ke depan, anggota keluarga kerajaan sudah tidak diragukan lagi mulai terlihat menempatkan fokus mereka pada representasi keberagaman. Sebuah sumber pun mengatakan bahwa istana juga akan mencari pandangan independen untuk membantu "menilai dan meningkatkan" pendekatan institusi terhadap masalah tersebut. “Kami mengambil pandangan luas tentang keberagaman,” kata sumber tersebut. “Termasuk LGBTQI + dan representasi disabilitas.”

 
 

Pada awal bulan ini, Duke dan Duchess of Sussex berbicara secara terbuka kepada Oprah Winfrey mengenai percakapan keluarga dengan Harry menjelang kelahiran putra mereka, Archie Mountbatten-Windsor. Pihak kerajaan diketahui menyuarakan kekhawatiran mengenai "seberapa gelap" kulit sang anak nantinya. Putra mereka adalah bangsawan birasial Amerika-Inggris pertama yang lahir di Inggris Raya dan anak ras campuran pertama yang lahir dalam keluarga kerajaan.
 
“Memang benar pada awalnya, 'Seperti apa rupa anak-anak itu?’,” jelas Harry dalam acara khusus di CBS pada 7 Maret silam. Ia menambahkan, "Ada beberapa tanda yang sangat jelas, bahkan sebelum kami menikah, bahwa hal tersebut akan menjadi sangat sulit."
 
Dua hari setelah wawancara ditayangkan, Istana Buckingham merilis pernyataan atas nama Ratu, menjelaskan betapa keluarga “sedih” mendengar tantangan yang dihadapi pasangan tersebut. "Masalah yang diangkat, terutama ras, sangat memprihatinkan," bunyi pernyataannya. “Meskipun beberapa ingatan mungkin berbeda, ingatan tersebut ditanggapi dengan sangat serius dan akan ditangani oleh keluarga secara pribadi.”
 
Hingga saat ini, tidak ada kabar lebih lanjut apakah anggota keluarga kerajaan akan menerima pelatihan terkait awareness.
 
(Penulis: Omid Scobie; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih Bahasa: Fatimah Mardiyah; Foto: Courtesy of Bazaar US)