Rasanya kita bisa membuat satu series khusus tentang arsip busana dan referensi pilihan Law Roach. Kami sendiri masih terbayang-bayang tampilan Willi Smith yang ia minta LaQuan Smith ciptakan ulang untuk Zendaya pada musim panas. Law kembali memancing rasa penasaran kami soal mode. Untuk klien barunya, Kim Kardashian, sang image architect memilihkan busana karya Todd Oldham, desainer Amerika yang berpengaruh pada era 1980-an dan '90-an.
BACA JUGA: Kim Kardashian Tampil Menawan dengan Gaun Polka Dot di Promosi All's Fair
Dalam rangkaian tur promosi musim kedua All's Fair di Meksiko, Kim mengenakan gaun tank bodycon dari koleksi Fall 1994 dengan motif garis-garis, yang setiap garisnya memuat warna dan cetakan berbeda. Sekali lagi, Law memberi "pekerjaan rumah" kepada para penontonnya, mengarahkan perhatian kita pada seorang desainer dengan sejarah yang layak dipelajari.
Lahir di pedesaan Texas pada 1961, Todd tumbuh dalam keluarga yang menjadikan DIY lebih dari sekadar hobi dengan rak yang dibuat sendiri, pipa ledeng diperbaiki sendiri, dan pakaian pun dibuat serta ditambal sendiri. Setelah pindah ke Dallas pada usia 17 tahun, konon Todd meminjam 50 dolar dari orangtuanya untuk memulai mimpinya menjadi desainer. Uang itu ia gunakan untuk membeli kain katun putih, yang kemudian ia olah menjadi gaun dengan bantuan set pewarna kain yang dibelikan neneknya. Karyanya cepat menarik perhatian Neiman Marcus. Toserba asal Texas itu mulai menjual gaun-gaunnya, dan gaun-gaun itu cepat habis terjual. Sejak itu, kariernya melesat pesat. Sepanjang akhir 1980-an hingga awal 1990-an, ia membangun kerajaan mode dari semangat berkarya dengan tangan sendiri.
Banyak busana rancangan Todd terlihat sederhana, dengan siluet yang terasa akrab di mata, namun kesan itu hanya bisa tercipta berkat konstruksi yang sangat teliti. Ia dikenal lewat teknik pencelupan, pencetakan, dan pemotongan yang rumit, yang dipadukan dengan manik-manik dan bordir yang detail. Apa yang tampak seperti kemeja metalik berkancing biasa sebenarnya adalah sutra charmeuse yang ditenun dengan karet elastis agar menempel dan jatuh seperti baju renang. Blazer beludru dicap dengan emas secara cerdik hingga tekstur aslinya berubah sepenuhnya, sedangkan rok bergambar kue, sebagai penghormatan atas koleksi buku dekorasi kuenya, dibuat dengan sublimation printing, teknik cetak digital yang memerlukan panas, tekanan, dan waktu untuk memindahkan pewarna langsung ke dalam bahan.
Law mendapatkan busana dari koleksi Fall 1994, yang berawal dari ide topi ekor rakun Daniel Boone dan energi alam liar yang menyertai gaya tersebut. (Anak muda sudah tidak merujuk referensi seperti ini lagi!) Todd menampilkan celana Ultrasuede berpengikat tali, setelan beludru celup warna, dan gaun kotak-kotak berhias rumbai. Peragaannya pun penuh kepribadian, seperti kebanyakan presentasinya. Ia menggandeng para supermodel pada masanya, seperti Cindy Crawford, Stephanie Seymour, Tyra Banks, dan Kate Moss, yang melenggang di atas runway dengan senyum lebar, berdampingan dengan sosok andalan skena downtown New York seperti DJ dan seniman Billy Beyond. Busana dan presentasinya terasa jahil dalam menantang pakem, tetapi tetap merayakan dengan tulus.
Pengaruh Todd meluas melampaui runway. Ia membawakan sesi DIY singkat bertajuk "Todd Time" dalam acara House of Style di MTV. Namun, lama-kelamaan ia merasa kecewa pada dunia mode. Ia berhenti mendesain pada akhir 1990-an dan beralih ke jalur kreatif lain, termasuk dekorasi interior, penerbitan, fotografi, dan lainnya.
Ini bukan kali pertama Law merujuk Todd. Untuk Oscar 2022, ia mendandani Zendaya dengan setelan dua potong rancangan khusus Pierpaolo Piccioli untuk Valentino. Busana itu menjadi penghormatan bagi rok jaring kristal Swarovski dan kemeja satin berkancing yang dibelah tepat di bawah dada, yang dikenakan Shalom Harlow untuk Fall 1995.
Dalam waktu singkat bekerja sama dengan Kim, Law sudah membalut kliennya dengan referensi yang hanya dipahami para pencinta mode sejati. Tampilan pertama kemitraan mereka pada malam pembukaan Lucas Museum of Narrative Art di Los Angeles adalah gaun payet bernuansa Tiongkok yang membalut tubuh, dari koleksi Fall 2004 Yves Saint Laurent rancangan Tom Ford. Pada Academy Museum Gala, Kim mengenakan busana Balenciaga dari 1951, gaun tanpa tali yang berlapis-lapis dan dihias bak kue lapis. Ada juga busana YSL bermotif macan tutul dari 1986 dan busana bermotif bintik-bintik karya Marc Bouwer dari 1997.
Lewat penyelaman ke arsip ini, keduanya mengembangkan estetika khas Kim, yaitu tampilan seksi dan membentuk tubuh ala Skims, dengan memberi semburat keanggunan dari zaman lain pada siluet bodycon khasnya. Referensi Todd Oldham ini adalah yang paling jenaka sejauh ini, sekaligus pengingat bahwa mode memang seharusnya menyenangkan, terutama di karpet merah yang membuat aturan fungsionalitas melepaskan cengkeraman kuatnya. Kami tak sabar melihat apa lagi yang akan mereka siapkan.
BACA JUGA:
Kim Kardashian Lanjutkan Gaya Busana Ulang Tahunnya dengan Gaun Erdem Transparan Berkilau
Zendaya Tampil Seperti Dewi dalam Gaun Schiaparelli Berhias Manik-Manik yang Sarat Sentuhan Skulptural
(Penulis: Camille Freestone; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Bunga A Hara; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
