Charli XCX terkenal dengan pernyataannya bahwa ia tidak akan pernah membuat album yang sama dua kali. Dalam rentang dua tahun saja, ia sudah menghadirkan tiga proyek yang benar-benar berbeda. Ia membawa kita dari Brat (2024), fenomena budaya yang penuh energi, dan terinspirasi rave party era Y2K, ke elektro-pop gothic berbalut orkestra dalam Wuthering Heights (2026) garapan Emerald Fennell, lalu ke Music, Fashion, Film (2026). Namun, perihal berbusana, ia jauh lebih konsisten. Sejak menemukan gaya khasnya sekitar masa perilisan Brat, yaitu perpaduan apa adanya dan bernuansa grunge dari busana arsip, temuan thrift dari East London, dan pakaian sehari-hari yang dikenakan berulang kali, ia mengaku tidak tertarik mengubahnya. (Setidaknya untuk sementara.)
BACA JUGA: Charli XCX Rayakan Ulang Tahun ke-34 dengan Look Bergaris Tanpa Bawahan
"Gagasan untuk berdandan dan menjadi orang baru di setiap album terasa tidak terlalu menarik bagi saya," kata Charli kepada Harper's Bazaar dari Las Vegas, dalam sambungan telepon yang juga diikuti stylist Chris Horan. "Saya pernah melakukannya. Saya pernah memerankan versi diri saya yang lebih karikatural, jadi saya jelas pernah ke sana. Tetapi sekarang, bagi saya semua musik saya sangat berakar pada kenyataan. Meskipun bunyinya, mungkin pendekatannya, dan topiknya berubah-ubah (dari album ke album), esensinya tetap sangat saya. Menurut saya, salah satu cara untuk menjaganya tetap membumi adalah lewat pakaian yang saya kenakan."
Supaya busana panggung Music, Fashion, Film Tour terasa autentik, proses pencarian busananya turut melibatkan belanja barang bekas, praktik yang sudah lama dianut Charli. Chris mengatakan tujuannya adalah membuat tampilannya terasa "seru dan cukup berbeda, serta seperti sebuah evolusi", tanpa "membuang gaya yang (mereka) kembangkan, yang benar-benar merupakan gaya pribadinya". Ia pun langsung bekerja, menyisir akun Instagram sekolah mode untuk menemukan label independen dan membiarkan algoritma Vinted menuntunnya ke "desainer-desainer kecil Italia dari era tahun 90-an yang belum pernah kamu dengar sebelumnya".
Gaya grunge klasik Charli ia buat lebih segar, dengan memadukan kaus sobek dan sarung tangan R&M Leather untuk penampilan di Los Angeles. Atasan bertabur hiasan berkilau Christian Audigier dari awal 2000-an ia ubah menjadi gaun untuk Austin City Limits. Salah satu busana favorit Charli adalah blus hijau mint dengan garis-garis semi-transparan yang ia kenakan saat tampil di San Diego. Blus itu berasal dari kolektor asal Bushwick yang mengkhususkan diri pada busana era Y2K.
Beberapa jam setelah percakapan itu, Charli naik ke panggung Las Vegas untuk konser terakhir tur ini di Amerika Serikat. Ia mengenakan gaun mini hitam Roberto Cavalli yang sebelumnya ia pakai ke after party Academy Museum Gala pada Oktober. Gaun dengan kerutan vertikal dan rok berlapis ruffle ini merupakan temuan dari Vinted, dibeli dari seorang penjual yang, kebetulan, ternyata hadir sebagai penonton pada salah satu konsernya beberapa pertunjukan sebelumnya.
"Beginilah cara saya berpakaian dalam hidup saya," ujarnya. "Saya memakai barang-barang pre-loved. Saya memakai pakaian yang sudah bertahun-tahun ada di lemari saya dan tidak akan pernah saya lepas. Yang saya bawa ke atas panggung adalah pakaian yang saya kenakan saat berada di studio dan menulis lagu-lagu itu." (Lagi pula, inilah perempuan yang mengolah ulang gaun pernikahannya sendiri untuk video musik "Rock Music".)
Soal kebiasaannya berburu barang thrift, Charli menyebut prosesnya "kacau" dan lama. "Saya sadar bahwa saya pembelanja yang sangat lambat. Saya merasa sulit berbelanja berkelompok," jelasnya. "Saya butuh waktu lama, baik secara langsung maupun daring. Kalau daring, saya butuh satu sesi penuh, seperti, 'Jangan bicara pada saya.' Saya benar-benar fokus total. Dan kalau secara langsung, saya membawa 100 potong pakaian ke ruang ganti dan berada di sana berjam-jam. Proses saya panjang dan saya butuh banyak waktu. Kalau mau ikut dalam perjalanan ini bersama saya, ya harus punya kesabaran."
Chris, sebaliknya, cenderung berbelanja borongan berdasarkan insting, kebiasaan yang masuk akal mengingat pekerjaannya. Dengan perbedaan itu, apakah hubungan kerja mereka sejak awal selalu semulus dan sekompak ini? "Kolaborasi kami selalu mudah," jelas sang stylist. "Menurut saya ada banyak kepercayaan di antara kami berdua. Charli selalu memberi saya begitu banyak kebebasan untuk membawa ide-ide gila, tetapi juga selalu punya visi yang kuat sejak awal. Dia seperti, 'Ini album saya,' lalu membiarkan kami semua berkreasi, dan itu selalu menjadi skenario terbaik bagi seorang kreator."
"Saya sama sekali tidak merasa begitu, saya tidak merasa ini mudah," canda Charli sambil tertawa. "Tidak, saya bercanda, saya bercanda, saya sepenuhnya setuju. Semua orang mengira saya orang yang super galak, dan saya memang bisa begitu, tetapi saya juga cukup santai. Ketika berkolaborasi dengan seseorang, saya benar-benar ingin menyelami kolaborasinya, bukan membawa orang ke orbit saya, memintanya mengerjakan sesuatu, lalu berusaha mengendalikan dan mengekangnya dengan pikiran dan opini saya sendiri. Itu buang-buang waktu. Saya ingin bekerja dengan orang karena saya terinspirasi oleh ide-ide mereka dan apa yang bisa mereka bawa.
"Hal yang kami kerjakan bersama bisa sangat emosional dan sangat sensitif. Saya tidak pernah merasa didorong melakukan apa pun oleh Chris. Saya selalu merasa kami mengambil keputusan bersama. Kami memberi satu sama lain ruang untuk bernapas, dan itu selalu begitu, tetapi makin lama kami bekerja bersama, hasilnya makin baik."
Adu pendapat terbaru mereka, yang mereka akui sendiri, adalah soal busana mana yang akan dijual di Vinted dalam proyek mereka berikutnya. Pada 16 November, Charli akan membuka lemari pakaiannya di platform tersebut, dengan pilihan tampilan terkurasi dari tur, temuan barang bekas dari Chris, dan kaus vintage koleksi sang penyanyi Brat. "Rasanya wajar kalau semuanya berputar seperti ini, satu lingkaran penuh. Semua yang kami taruh di Vinted pasti punya ceritanya sendiri," jelasnya. "Tetapi sulit sekali melepas beberapa barang... sejujurnya, sebagian besar."
Ia tertawa. "Jadi, siapa pun yang mendapatkannya, tolong beri mereka kehidupan yang indah."
BACA JUGA:
Charli XCX Padukan Micro Shorts dengan Tren Sepatu yang Kembali Naik Daun Ini
Charli XCX Mendapatkan Makeup Sempurnanya dengan Tidur Memakai Makeup
(Penulis: Sophie Wang; Artikel ini disadur dari: BAZAAR US; Alih bahasa: Bunga A Hara; Foto: Courtesy of BAZAAR US)
