John Hardy, sebuah rumah perhiasan yang didirikan di Bali pada 1975 baru saja meluncurkan koleksi perhiasan pertama yang dirancang oleh Billie Eilish dan Finneas O'Connell.
BACA JUGA: Tren Perhiasan Musim Panas Terbesar yang Bisa Anda Beli Sekarang
Rancangannya dinamakan Billie Eilish & Finneas Collection, koleksi ini dikembangkan selama setahun oleh tim desain John Hardy yang berbasis di New York dan Bali, dengan Reed Krakoff sebagai Creative Chairman.
Dari Konsep hingga Lahirnya Karya istimewa
Billie dan Finneas lebih dulu diumumkan sebagai mitra kreatif John Hardy lewat peluncuran JH Lovestruck™, sebuah koleksi perhiasan berlian yang lahir dari laboratorium dengan potongan freeform eksklusif.
Akan tetapi yang menjadikan koleksi ini istimewa adalah peran keduanya yang lebih jauh dari hanya sekadar menjadi duta brand saja. Keduanya ikut terlibat langsung menggarap desain bersama atelier John Hardy, dari konsep hingga karya jadi dan membentuk estetika, skala, serta proporsinya dengan reclaimed materials.
Kreativitas dan keberlanjutan menjadi nilai yang mempertemukan mereka dengan John Hardy. Selera personal keduanya soal perhiasan berpadu dengan komitmen rumah perhiasan ini pada kriya tangan, desain modern, dan material yang lebih bertanggung jawab.
Komitmen itu mencakup penggunaan logam daur ulang dan fasilitas produksi bertenaga 100 persen energi terbarukan.
“Billie dan Finneas membawa sudut pandang yang sangat khas ke dalam proses desain,” ujar Reed. “Sejak awal, mereka menantang kami untuk berpikir berbeda tentang ketegangan antara kelembutan dan kekuatan, serta simetri dan keseimbangan. Hasilnya terasa personal bagi Billie dan Finneas, sekaligus tak diragukan lagi khas John Hardy.” lanjutnya.
Wildflower, Kelembutan Bunga dalam Perak
Koleksi ini bertumpu pada dua ekspresi berbeda. Pertama pada Wildflower yang tampil halus dan bersahaja, dengan nama yang terinspirasi dari judul lagu Billie yang berhasil meraih Grammy Award yakni, “Wildflower”.
Wildflower menerjemahkan bentuk bunga yang feminin menjadi perhiasan perak sterling dengan detail yang halus dan aksen berlian yang lahir dari laboratorium. Tiga motif bunga hadir dengan kelopak berukir yang memberi dimensi dan detail tekstur yang terasa saat disentuh, mulai dari kalung, gelang, cincin, hingga anting.
Ketiganya dirangkum dalam satu set cincin bertumpuk tiga, sementara anting threader dapat dipakai pada satu atau beberapa tindikan. Kelembutan yang terasa intim ini menjadi penyeimbang yang cukup mengejutkan bagi gaya subversif khas Billie.
“Perhiasan selalu menjadi bagian besar dari cara saya mengekspresikan diri. Perhiasan adalah cerminan penting dari suatu masa dalam hidup,” ujar Billie. “Dalam keseharian saat ini, saya memakai perhiasan yang lebih mungil. Sedangkan saat tur, saya suka yang lebih besar dan tebal. Saya senang kami bisa menggarap kedua gaya itu.”
Screwball, Sisi Lain yang Lebih Tegas
Dualitas menjadi inti dari lahirnya koleksi ini, mencerminkan tarik-ulur dinamika kreatif dan selera antara Billie serta Finneas. Sisi lainnya ini hadir lewat Screwball, lini perak sterling yang membawa karakter minimalis yang lebih tajam.
Mata rantai bergaya pahatan dan elemen berbentuk bola yang mirip seperti tindikan memberi sentuhan tegas pada kalung, gelang, serta satu cincin terbuka.
Dirancang untuk digunakan secara bertumpuk, tampilannya yang kokoh dan fungsional menciptakan gaya berlawanan yang memikat saat berpadu dengan kelopak bunga dan berlian Wildflower yang halus.
“Seiring kami tumbuh dan berkembang, Billie dan saya menjadi lebih minimalis dalam hal selera,” ujar Finneas. “Terkadang siluet yang paling sederhana justru yang paling saya hargai.”
Kampanye dengan Sentuhan Film Kamera Analog
Kampanye peluncuran perhiasan ini digarap bersama Trey Laird. Billie dan Finneas diabadikan dengan film kamera analog Super 8 yang menghasilkan tekstur gambar berbutir. Dilengkapi dengan latar ruangannya yang tampak seperti mimpi, dipenuhi bunga, cahaya yang bergeser, dan bayangan berwarna.
Sentuhan buatan tangan pada visualnya seolah menggemakan kontras antara kelembutan dan sisi tajam pada koleksi ini, sementara potret close-up menyorot detail perhiasan yang apik itu.
Bagi yang penasaran ingin melihat koleksinya lebih dekat, perhiasan ini sudah dapat dijumpai sejak 21 Oktober 2026, baik secara langsung di butik John Hardy maupun melalui situs resminya yakni, di sini.
BACA JUGA:
Menyimak Inovasi dalam Keberlanjutan di Dunia High Jewelry
Perspektif Baru dari Perhiasan Warisan di Mata Gen Z
(Penulis: Bunga A Hara; Edited by JM; Courtesy of: John Hardy)
