Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Prince Harry Buka Suara tentang Kesehatan Mental sebelum Pindah ke Amerika Serikat

“Saya mengalami penurunan adrenalin, sesuatu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya.”

Prince Harry Buka Suara tentang Kesehatan Mental sebelum Pindah ke Amerika Serikat
Foto: COURTESY OF BAZAAR US

Prince Harry berbicara terbuka mengenai kondisi kesehatan mentalnya sebelum ia dan Duchess Meghan pindah ke Amerika Serikat pada 2020. Dalam video MasterClass terbaru, sang pangeran mengungkapkan pengalaman yang ia sebut sebagai adrenaline crash ketika mereka tinggal sementara di Pulau Vancouver, Kanada, bersama putra mereka, Pangeran Archie, yang kini berusia tujuh tahun. Saat itu, keduanya baru saja mengambil keputusan untuk mundur dari peran sebagai anggota senior keluarga kerajaan Inggris.

BACA JUGA: Prince Harry Ungkap Kehidupannya Setelah Kembali Menetap di Inggris

“Ketika berada di Kanada, jauh dari lingkungan penuh tekanan yang mungkin membuat tubuh saya terus dibanjiri adrenalin, dalam dua atau tiga hari saya mengalami penurunan adrenalin,” ujar Harry. “Sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya.”

Foto: COURTESY OF BAZAAR US
Prince Harry telah beberapa kali berbicara mengenai pentingnya kesehatan mental.

Pada akhir 2019, Duke dan Duchess of Sussex menghabiskan beberapa bulan di British Columbia untuk beristirahat dari tugas-tugas kerajaan. Setelah kembali ke London pada Januari 2020, mereka mengumumkan keputusan untuk melepaskan posisi sebagai anggota senior keluarga kerajaan.

Harry menjelaskan bahwa waktu mereka di Kanada semula dimaksudkan untuk mendapatkan jarak dari berbagai tekanan dan memberi diri mereka kesempatan untuk berpikir. Namun, ia justru mengalami perubahan kondisi yang tidak terduga.

“Rasanya saya membutuhkan stres agar adrenalin dapat membuat otak saya berfungsi karena saya menjadi tidak berguna ketika berada di rumah. Saya bahkan mengalami depresi selama sekitar dua minggu dan merasa tidak dapat berfungsi tanpa adrenalin,” ungkapnya.

Pengalaman tersebut disampaikan dalam MasterClass bertajuk Redefining Grief: Building Resilience Through Loss. Dalam kelas tersebut, Harry berbincang dengan ahli ilmu saraf Dr. Mary-Frances O’Connor mengenai cara manusia memproses kehilangan serta dampaknya terhadap otak dan tubuh. Kelas ini dirilis menjelang Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober.

Meski turut menyinggung kepindahannya bersama Meghan, Harry lebih banyak membicarakan kepergian ibunya, Putri Diana, pada 1997. Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, dirinya tidak sepenuhnya menyadari bagaimana kehilangan tersebut memengaruhi kondisi emosionalnya.

“Selama 15 hingga 20 tahun, ketika orang bertanya, ‘Apa kamu baik-baik saja?’ jawaban saya adalah, ‘Saya baik-baik saja.’ Itu adalah mati rasa, penutupan emosi. Tanpa saya sadari, adrenalin terus mendorong dan menggerakkan saya,” tuturnya.

Pada 2024, Harry juga pernah berbicara dengan Nikki Scott, pendiri badan amal Scotty’s, yang sebelumnya dikenal sebagai Scotty’s Little Soldiers, mengenai caranya menghadapi kehilangan sang ibu ketika masih kecil.

“Tentu saja, ketika masih anak-anak, sangat mudah untuk berpikir atau meyakinkan diri sendiri. Saya tidak tahu pasti, karena saat itu saya berusia 12 tahun,” ujar Harry kepada Scott. “Bagi Anda sebagai orang dewasa, rasanya mungkin sama. Anda meyakinkan diri bahwa orang yang telah tiada harus terus diratapi selama mungkin untuk membuktikan bahwa mereka dirindukan. Namun, kemudian muncul kesadaran bahwa mereka pasti ingin kita bahagia.”

Enam tahun setelah meninggalkan London, Harry dan Meghan kini telah kembali ke Inggris bersama Archie dan putri mereka, Putri Lilibet, yang berusia lima tahun. Belum diketahui berapa lama mereka akan tinggal di sana maupun alasan pasti di balik kepindahan tersebut. Sementara itu, Duke of Sussex terus menghadiri berbagai kegiatan publik menjelang Invictus Games 2027 yang akan diselenggarakan di London, dan Meghan juga kembali terlihat dalam sejumlah kegiatan.

Sebelum kepindahan tersebut, pasangan ini mengunjungi lokasi pemakaman pribadi Diana di Althorp Estate pada Juli lalu. Kunjungan itu menjadi kesempatan pertama bagi Archie dan Lilibet untuk melihat rumah masa kecil sekaligus tempat peristirahatan terakhir mendiang Putri Wales tersebut.

BACA JUGA:

Mengapa Duchess Meghan Tidak Mendampingi Pangeran Harry dalam Perjalanannya ke New York?

Pangeran Harry dan Duchess Meghan Mengecam Perilaku Paparazzi yang “Sangat Ceroboh” di Sekitar Sekolah Anak-Anak Mereka di Inggris

(Artikel ini disadur dari BAZAAR US oleh Devon Satrio; Foto: Courtesy of BAZAAR US)