Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Priyanka Chopra Jonas Bercerita Mengenai Penindasan yang Membuatnya ingin Menjadi "Tak Terlihat"

"Jauh di dalam lubuk hati, itu mulai menggerogoti diri saya."

Priyanka Chopra Jonas Bercerita Mengenai Penindasan yang Membuatnya ingin Menjadi "Tak Terlihat"

Priyanka Chopra telah berbicara dengan jujur tentang bagaimana kasus perundungan rasis yang menyebabkan ia meninggalkan Amerika Serikat saat remaja dan kembali ke tempat kelahirannya di India.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan People, aktris tersebut membahas mengenai memoarnya yang akan datang berjudul Unfinished (akan diterbitkan pada 9 Februari mendatang) di mana ia menceritakan mengenai masa kecilnya, hari-hari kontes kecantikan, karier akting, dan pernikahannya dengan penyanyi Nick Jonas.

Berbicara tentang intimidasi yang ia alami saat masa remaja, bintang itu berkata: "Saya sangat tersinggung. Jauh di dalam lubuk hati, itu mulai menggerogoti dan memengaruhi saya. Saya masuk ke dalam cangkang. Saya seperti, 'Jangan lihat saya. Saya hanya ingin menjadi sesuatu yang tidak terlihat.'

"Kepercayaan diri saya hilang. Saya selalu menganggap diri saya orang yang percaya diri, tetapi saya sangat tidak yakin di mana saya berdiri, tentang siapa saya."

Priyanka lahir di Jamshedpur, India dan pindah ke New York City untuk tinggal bersama kerabatnya pada usia 12 tahun. Ia kemudian pindah ke Newton, Massachusetts di mana pengalaman bullying semakin intensif. Pada satu titik, hal itu menjadi sangat melelahkan, sehingga ia kembali ke India untuk menyelesaikan pendidikan menengahnya.

"Saya sangat diberkati sehingga ketika saya kembali ke India, saya dikelilingi oleh begitu banyak cinta dan kekaguman akan siapa saya. Kembali ke India menyembuhkan saya setelah pengalaman traumatis yang saya alami di sekolah menengah," jelasnya.

"Di Amerika, saya berusaha untuk tidak menjadi berbeda. Saya mencoba menyesuaikan diri dan saya ingin tidak terlihat. Ketika saya pergi ke India, saya memilih untuk menjadi berbeda."

(Foto: Courtesy of Instagram @priyankachopra)
(Foto: Courtesy of Instagram @priyankachopra)

Berbicara tentang keputusannya untuk membuat memoarnya, ia mengatakan kepada publikasi bahwa ia merasa harus terbuka tentang pengalaman hidupnya untuk membantu orang lain yang pernah mengalami perundungan yang sama seperti dirinya.

Ia berkata: "Rasa tidak aman menjadi sesuatu yang kecil setelah Anda membicarakannya dengan seseorang yang Anda percayai: seperti seorang terapis atau seorang konselor. Saya merasa banyak orang menghabiskan waktu mereka ketika mereka merasa gelap [dalam masa isolasi]. Itu perasaan terburuk yang dapat dirasakan oleh seseorang, yaitu merasa sedih sendirian."

Melihat kembali ke masa sekolahnya di Amerika Serikat dan penindasan yang ia terima, Priyanka merenungkan: "Saya berpikir bahwa para perempuan, pada usia itu, hanya ingin mengatakan sesuatu yang menyakitkan.

"Sekarang, di sisi lain dari usia 35 tahun, saya dapat mengatakan bahwa itu mungkin berasal dari tempat mereka merasa tidak aman. Tetapi pada saat itu, saya menganggapnya sangat pribadi."

Dalam beberapa tahun terakhir, aktris dan filantropis tersebut mendominasi jagat Bollywood dan Hollywood, setelah debutnya di layar Amerika Serikat pada tahun 2015, dan menikahi Nick Jonas pada tahun 2018.

Pemenang Miss World 2000 saat ini sedang syuting film berjudul Citadel yang sangat ditunggu-tunggu, yang juga dibintangi oleh Richard Madden, di London.

(Penulis:Ata Owaji Victor; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih bahasa: Janice Mae; Foto: Courtesy of Bazaar UK)