Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Butik Pop-up The North Face dan Gucci di New York Membuat Pembeli Kembali Keluar Rumah

Terlihat tas belanja merah muda cerah untuk menandai acara dan protokol keselamatan di tempat.

Butik Pop-up The North Face dan Gucci di New York Membuat Pembeli Kembali Keluar Rumah
Foto: Courtesy of Bazaar US

Dunia ritel memang tidak bisa dibandingkan dengan 12 bulan yang lalu, tetapi jika ada yang bisa mendapatkan perhatian tentang hal tersebut, itu adalah Gucci. Koleksi kapsul bersama The North Face ada di daftar keinginan banyak penggemar fashion, bahkan sebelum debutnya kemarin ke berbagai kelompok kreatif, penggemar fanatik, dan orang yang lewat berharap untuk mendapatkan sekilas pengalaman imersif di dalam salah satu pop-up store di Williamsburg, Brooklyn.

Setelah berbicara dengan beberapa pengunjung, menjadi jelas bahwa meskipun kerumunan tidak berada pada tingkat pra-pandemi untuk mendapatkan pengalaman berbelanja dari Gucci, niat mereka tetap tidak berubah: mendapatkan sesuatu, apa saja dari koleksi tersebut.

"Saya sebenarnya sudah melihat (kolaborasi) ini sebelumnya," kata Marcel Israilov, dengan tiga tas belanja besar di belakangnya. "Saya mendaftar secara online dan baru tahu kemarin malam kalau pop-up store akan hadir di Brooklyn."

Ketika kabar awal tentang rilisnya koleksi kapsul The North Face x Gucci tahun lalu, penggemar (dari kedua label) terguncang. Saat estetika rumah mode mewah dan label pakaian untuk mendaki ini berkolaborasi, para penggemar sudah mendambakan untuk memiliki item apa pun dari koleksi tersebut. Kedua label ini sangat cocok untuk bergabung, penyatuan yang mulus dari emblem label yang sangat berbeda, perpaduan desain dan fungsionalitas yang mudah itu setara dengan fungsi kegunaannya, bukan hanya sekadar menjadi elemen kejutan saja.

Foto: Courtesy of Bazaar US
Foto: Courtesy of Bazaar US

Terletak di jantung lokasi paling populer di area Brooklyn, pop-up store yang semarak dapat dilihat dari beberapa blok sebelum tiba di depan pintunya. Tanda neon berfungsi sebagai bias cahaya untuk memberi tahu pembeli bahwa mereka akan segera tiba di lokasi, seperti Maxx Evan, yang melakukan perjalanan dari sisi lain jembatan.


"Saya cinta fashion. Saya tinggal di SoHo, tapi saya bekerja di Greenpoint," kata Maxx. "Jadi saya pulang lebih awal, karena saya harus memeriksanya (koleksi) hari ini, karena hari ini adalah hari pertama."

Foto: Courtesy of Bazaar US

Dalam upaya untuk mencegag kerumunan sosial dan mempertahankan pengalaman berbelanja yang lebih intim, hanya beberapa pengunjung yang diizinkan masuk dalam satu waktu. Begitu berada di dalam ruangan, pengalaman ciri khas dari Gucci pun terpampang jelas. Lantainya dilapisi dengan rumput mewah sebagai elemen sensorik yang selanjutnya mempromosikan kesan seperti Anda sedang berada di luar ruangan. Manekin yang ditata apik mengenakan potongan-potongan sporty dari jajaran produk sekaligus dilengkapi dengan aksesori, dalam balutan gaya yang sudah menjadi identitas Alessandro Michele.

Foto: Courtesy of Bazaar US

Sedangkan untuk inventory, rak-rak diisi dengan bermacam-macam pakaian siap pakai dan aksesori dari koleksi kapsul yang diidamkan. Dari sweater dan rompi hingga sepatu hiking dengan kaus kaki yang serasi, selalu ada sesuatu dalam daftar belanja untuk semua orang. Tetapi menurut beberapa pembeli yang mengantri, satu-satunya barang yang "layak didapat" adalah mantel puffer.


"Jika saya ada kesempatan seperti ini, saya ingin mendapat sesuatu yang berani, dan memberikan kesan statement," jelas Maxx. "Saya tidak membutuhkan kaus kaki atau semacamnya. Saya ingin mendapatkan sesuatu berharga, dan yang akan sering saya gunakan."


"Saya sangat suka rok (puffer) dan, tentu saja, beberapa jaket," Kyra Thiel, seorang penggemar North Face, berkhayal sesaat sebelum memasuki toko.

Foto: Courtesy of Bazaar US

Pembelanja yang antusias, Oumar Kante, memiliki perasaan yang sama, mengutip jaket puffer berlogo Gucci sebagai bagian yang ingin ia bawa pulang dari pop-up. 

"Saya hanya ingin koleksi tertentu. Jadi saya pikir saya akan mampir dan melihat apa yang terjadi," katanya.

Foto: Courtesy of Bazaar US

(Penulis: Shelby Ying Hyde; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Nursifaa Azzara; Foto: Courtesy of Bazaar US)