Andien Berkomunikasi Saat Tabi di Kandungan Lewat Meditasi

Ibu dari Kawa dan Tabi ini membagikan peran besar meditasi dalam kehidupan serta kehamilannya.



Ketika usia kehamilannya memasuki bulan kedelapan, Andien berbagi kisah dengan Harper’s Bazaar Indonesia tentang workshop meditasi yang ia ikuti selama satu pekan.

Hal ini merupakan salah satu perjalanan unik yang ia tempuh di kehamilan kedua. Dave pun menilik lebih dalam tentang alasan sang penyanyi memilih untuk ikut workshop meditasi.

Nah aku mau tanya, yang pertama dorongan untuk ikut meditation workshop itu apa?” tanya Dave. “Jadi intinya, kehamilan yang ini agak berbeda karena waktu hamil anak pertama, isi rumahku cuma aku sama suamiku. Sekarang waktu hamil kedua berarti isi rumahku ada aku, suamiku, dan anakku yang pertama gitu ya. Dari awal kehamilan, aku tuh merasa agak kurang waktuku untuk bisa berkenalan dengan jani yang ada di rahimku gitu. Waktu hamil Kawa kan lebih muda, mau ngapain saja gampang gitu, tapi sekarang untuk masuk ke dalam harus colongan jadinya,” ungkap Andien.

Dari pengalaman tersebut, perempuan 35 tahun ini telah menjanjikan sebuah hadiah bagi dirinya sendiri, yaitu perjalanan ke dalam. “Kebetulan dalam dua tahun terakhir, aku sedang studi di Indonesia Academy of Psychotherapic Counseling and Coaching, jadi aku memang mempelajari deep psychology di situ,” ungkap Andien tanpa lupa membagikan kabar kelulusannya sebagai certified coach. Dalam proses pembelajarannya ini membuat Andien terdorong untuk menghadiahi dirinya dengan mengikuti workshop meditasi.

“Jadi aku akan seminggu ikut meditation workshop, aku akan tetap pulang ke rumah, cuma masalahnya pulangnya tuh tengah malam terus pagi-pagi aku udah berangkat lagi,” ungkapnya. Namun, Andien mengaku proses ini sulit untuk ia jalani karena kedekatannya dengan sang putra, Kawa sehingga workshop meditasi membuatnya harus berpisah dari Kawa selama satu pekan.


Namun, Andien pun memaksimalkan waktunya dengan diri sendiri selama satu pekan menjalani proses meditasinya, salah satunya adalah dengan MRT. “Saking aku kepengen waktu untuk sendirian banget, sendirian dalam arti benar-benar aku tuh kayak punya bubble-ku sendiri. Jadi hari pertama doang aku dianter sama Mas Ippe naik mobil, hari-hari berikutnya aku naik MRT dari rumah. Jadi, Mas Ippe cuman anterin sampai stasiun MRT dekat rumahku terus aku naik MRT ke sana,” cerita Andien.

Andien pun mengungkapkan alasannya mengikuti workshop meditasi ini karena keinginannya membersihkan diri sebelum anaknya lahir, “Jadi aku mau menghadiahi anakku adalah ibu yang sudah bebersih diri dari emotional baggage, dari trauma, dari hal-hal yang ngeshape aku menjadi seseorang seperti sekarang ini.”

Dave pun kemudian bertanya tentang pengalaman Andien dalam menjalani perjalanan hidup dengan melibat meditasi ke dalam dirinya, “Ada enggak sih satu hal yang Andien temui dari journey itu, dari meditas yang Andien bisa bagi?”

“Ini sebenarnya belum pernah aku bagikan ya. Jadi dari awal, aku tuh berpikir untuk enggak sering-sering USG, seperti yang di Amerika gitu yang aku tahu, kita tuh USG dilakukan kalau bisa hanya dua kali dalam satu kehamilan. Setelah itu, aku enggak tahu gender bayiku apa sampai ke certain usia gitu, kemudian saat itu aku dapat tawaran tes kromosom,” Andien melanjutkan, “Nah, pada saat itu aku udah lima bulanan, simply karena aku pengen tahu gender dari anakku itu apa, cuma jadi lengkap kan. Pada saat itu, dilihat kalau anakku ada kelainan kromosom, aku panik langsung.”

Andien pun menggunakan meditasi sebagai caranya berkomunikasi dengan janin dalam kandungannya. Dalam komunikasinya dengan sang buah hati, Andien mengungkapkan bahwa anaknnya mengatakan bahwa ia tidak apa-apa, tetapi Andien pun kembali melakukan tes kromosom kedua dan mendapatkan hasil yang berbeda dari sebelumnya. Kepanikan Andien bertambah sebagai seorang ibu yang khawatir akan keselamatan janinnya, ia pun kembali berkomunikasi dengan sang anaknya melalui meditasi.

Dalam waktu tenang bersama janinnya, Andien diyakinkan untuk percaya pada sang buah hati dan ia dilatih untuk mendengarkan bayinya. Kedekatan yang sama juga ia rasakan ketika menjalani workshop meditasi, “Ada aja orang yang samperin aku, yang aku juga enggak kenal gitu, tepuk Pundak aku terus ‘Andien, halo, barusan gue lagi meditasi terus tiba-tiba gue kayak dapat sign your baby is a special baby,’” ungkap Andien. Perjalanan panjang yang ia lalui ini menjadi alasannya memberi nama Tabi pada putra keduanya.

Simak perbincangan Dave Hendrik dengan Andien Aisyah dalam seri Brunch With Dave Hendrik yang segera dapat Anda saksikan di kana YouTube Harper's Bazaar Indonesia.

Baca Juga: Andien Mengaku Mual Melihat Handphone Saat Hamil Anak Kedua

Baca Juga: Perjalanan Menyembuhkan Diri Andien Aisyah dari Perundungan

Baca Juga: Pesan Andien Aisyah Bagi Perempuan Indonesia: Asuh Diri Dulu

(Penulis: Vanessa Masli; Foto: Courtesy of Instagram @bazaarindonesia; @andienaisyah)