Invasi Fashion dari Rusia

Miroslava Duma


Tertutup, kaku, dan kelam. Barangkali itulah kata kunci yang terbersit di kepala sebagian besar orang ketika membahas negara bernama Rusia. Adanya pergolakan dan konflik sosial politik membuat Rusia jarang diperhitungkan dalam berbagai ranah industri gaya hidup, tak terkecuali industri fashion. Cikal bakal perkembangan industri mode Rusia yang baru bermula sekitar 15 tahun silam perlahan-lahan membukakan akses, kesempatan, serta memberikan wadah bagi penggiat fashion untuk berkreasi dan saling unjuk gigi. Namun kendati industri modeling Rusia telah terlebih dulu menuai kesuksesan dengan mencetak sejumlah model papan atas yang berhasil mewarnai panggung mode dunia, eksistensi perancang mode Rusiadalam skala yang lebih besar masih belum cukup bergaung. Dan tendensi kebijakan politik yang mengisolasi diri dari negara-negara barat tetap membawa imbas yang signifikan bagi perkembangan industri mode Rusia.

Kemudian secercah cahaya mulai menyinari panggung mode negeri beruang merah ini.

Derap langkah menggoda dengan lambaian busana bernuansa fashion forward tak ayal menarik perhatian para fotografer street style untuk mengabadikan setiap detail tampilannya. Semburat warna yang dikibarkan oleh sejumlah insan mode asal Rusia di tengah perhelatan mode bergengsi berhasil membuat khalayak menoleh dua kali dan bertanya-tanya: siapakah mereka? Dan rasanya, tidaklah berlebihan untuk berterima-kasih kepada perkembangan teknologi dengan media sosialnya yang mampu menyiarkan isyu terpanas seputar mode dan serba-serbinya. Pasalnya, lambat laun publik pun kemudian mengenali mereka; persona mode asal Rusia yang nyaris tak pernah luput dari lembaran artikel street style di berbagai majalah mode prestisius.

Miroslava Duma, Anya Ziourova, Ulyana Sergeenko, dan Vika Gazinskaya. Setidaknya keempat wanita dengan aksi gaya yang brilian ini sukses memukau berjuta mata penggila fashion di berbagai belahan dunia dan membawa nama Rusia naik ke permukaan. Konsisten tampil terdepan dengan tampilan stylish yang berkarakter tak hanya mampu membuat nama mereka menjadi bahan perbincangan saja, namun sekaligus menyampaikan pesan secara tersirat bahwa industri fashion Rusia nyata kehadirannya dan patut untuk diperhatikan setiap pergerakannya. Anya Ziourova misalnya, seorang stylist dan konsultan kenamaan ini tampak rutin mengenakan rancangan desainer asal Rusia. Ia seolah menggunakan momen berburu foto street style di tengah fashion week untuk memperkenalkan karya perancang asal tanah kelahirannya seperti Vika Gazinskaya, yang tak lain juga dikenal sebagai bintang street style. Kemudian Miroslava Duma, mantan editor Harper's Bazaar Rusia yang kini disebut-sebut sebagai salah satu ikon fashion modern paling berpengaruh serta paling disegani di dunia. Tak hanya mampu meraih popularitas sebagai figur mode saja, ia juga aktif berkontribusi sebagai pembicara dalam berbagai seminar mengenai bisnis fashion yang dibanjiri oleh ratusan peminat maupun pelaku mode.

Pendekatan berbeda diterapkan oleh Ulyana Sergeenko, seorang sosialita asal Rusia yang sebelumnya telah populer sebagai bintang street style dan pelanggan koleksi haute couture sejumlah rumah mode bergengsi, kini turut merambah ke dunia fashion sebagai perancang adibusana. Kendati kerap diberi label pretensius karena gerak-geriknya yang sashaying, seolah menanti dan berharap penampilannya diabadikan oleh juru kamera street style, namun Ulyana Sergeenko mampu menunjukkan sisi kecerdasannya dalam mengangkat pesona sejarah dan budaya Rusia baik melalui koleksi couture karyanya maupun dengan cara ia berbusana. Dengan sehelai scarf yang melingkar di kepala dan diikat di bawah dagu, serta busana bergaya aristokrat dengan siluet bersih dan structured namun sarat akan kesan feminin nan anggun, Ulyana Sergeenko menyuguhkan satu definisi baru akan Russian Chic. Dan interpretasi kreatifnya tersebut disepakati oleh insan mode sebagai bentuk tendensi bergaya yang menarik. Kehadiran Ulyana Sergeenko tak hanya merayakan berkembangnya dunia mode Rusia, namun juga mendukung pergerakan dan pertumbuhannya, mengingat lini adibusananya didesain dan diproduksi langsung di Rusia.

Nama perancang mode asal Rusia lainnya yang juga tengah menanjak pesat adalah Vika Gazinskaya dan Gosha Rubchinskiy. Mengangkat perpaduan garis desain bergaya futuritis dan feminin, Vika Gazinskaya menawarkan keistimewaan busana wanita dengan pendekatan dan kualitas sekaliber couture. Konsistensinya dalam menampilkan fashion show bernuansa teatrikal nan dramatis khas Rusia pun kian melambungkan pamornya dan membawa nama Vika Gazinskaya sebagai salah satu desainer baru yang paling berpotensi saat ini. Sedangkan Gosha Rubchinskiy hadir mewakili kalangan muda di Rusia yang sedang giat-giatnya merayakan kebebasan dalam berekspresi. Secara garis besar, rancangan streetwear Gosha Rubchinsky terinspirasi oleh komunitas skater dan punk di Moskow dan dengan label eponymous miliknya, ia menangani langsung mulai dari proses desain, kasting model, pemotretan, hingga layout katalog. Talentanya yang besar itu pun berhasil menarik perhatian Rei Kawakubo, yang kemudian mengambil alih proses produksi label Gosha Rubchinskiy demi menghasilkan rangkaian koleksi dengan kualitas yang mumpuni dan setara dengan Comme des Garcons. Uniknya, kedua desainer ini memiliki beberapa persamaan yakni keduanya berawal dari titik nol hingga berhasil mendapatkan bantuan pendanaan demi membesarkan lini mereka, dan justru mendapatkan lebih banyak apresiasi dari khalayak dan pers di luar Rusia.

Baca artikel lengkapnya di majalah Harper's Bazaar Indonesia edisi September 2015.

(Chekka. Foto: Vincenzo Grillo/IMAXTREE.COM, dok. Bazaar)