Peran Omega Sebagai Pencatat Waktu Terbaik Sekaligus Saksi Kemenangan Para Atlet

Ada yang tidak bisa dilihat dengan kedua bola mata begitu saja.

Courtesy of Omega


Tidak ada yang kebetulan, apalagi kemenangan di turnamen yang ditonton seisi dunia seperti Olimpiade Tokyo 2020. Tak kalah esensial, peran waktu di perhelatan seperti ini begitu krusial untuk menentukan siapa yang layak menerima medali emas, perak, dan perunggu.

Lantas siapa yang paling paham akan hal tersebut? Tentu saja rumah arloji asal Swiss, Omega. Hampir tiga dekade sudah Omega berperan sebagai official timekeeper pertandingan ini. Olimpiade Tokyo 2020 merupakan kali ke-29 Omega kembali membanggakan predikatnya.

Bahkan seorang direktur teknis olahraga di Olimpiade 1932, William Henry, berkata, “Mustahil untuk membayangkan Olimpiade yang begitu sukses tanpa mengakui peran yang dimainkan oleh Omega dalam agenda internasional ini.”

Courtesy of Omega

Serupa dengan pendapat Michael Phelps, atlet asal Amerika Serikat yang menjadi peraih medali emas terbanyak di Olimpiade. “Omega telah bersama saya melalui segalanya, semua medali emas, selama 21 tahun. Itu adalah keluarga,” tuturnya.

Courtesy of Omega

Kemitraannya dengan label arloji luks ini pun menjadi saksi kemenangannya yang berbanding tipis dengan Milorad Cavic di Olimpiade 2008 di Beijing. Seberapa tipis? Sepersekian detik! Melalui kemenangannya, sang atlet yang namanya dapat Anda temukan dalam Guinness World Record ini juga tahu memahami bahwa ada yang tidak bisa dilihat dengan kedua bola mata begitu saja.

Hadir di Olimpiade Tokyo 2020 sebagai seorang veteran tentu bukan hal yang mudah diterima oleh Michael. Tentu saja, biasanya ia hadir, lalu membawa pulang medali untuk negaranya, kini justru memberi sorak semangat untuk para atlet lainnya.

Courtesy of Omega

Sebagai seorang atlet yang memiliki 23 medali emas, tiga medali perak, dan dua perunggu, ia yakin bahwa keberadaannya di Tokyo akan membangkitkan semangat seluruh atlet perwakilan dunia, terlebih Amerika Serikat.