Isabel Marant Kembali Merilis Sepatu Wedge Sneaker Ikonisnya!

Kali ini sang desainer mengubah sedikit aspek di sepatu wedge sneaker yang pernah merajai tren beberapa tahun yang lalu ini.



Jika Anda membutuhkan bukti betapa tahun 2000 dan 2010 memengaruhi gaya berpakaian kita hari ini, Isabel Marant merilis kembali sepatu wedge sneaker ikonisnya, yang pernah merajai tren sepatu beberapa tahun lalu.

Sang desainer, yang pertama kali merilis sepatu Bekett trainer sekitar 10 tahun lalu, hari ini kembali merancang sepatu Balskee, hasil modifikasi dirinya terhadap sepatu wedge sneaker trainer yang terkenal tersebut, dengan adaptasi ulang lewat tambahan volume dan hak yang lebih tinggi.

Sepatu ini benar-benar dipengaruhi dari desain asli, yang mana sepatu yang paling diincar. Sepatu tersebut sempat mendapatkan banyak penggemar setelah Beyoncé mengenakannya di musik video Love On Top, lalu Rihanna, Gisele Bündchen dan Kendall Jenner juga tertangkap kamera mengenakannya. Ditambah banyak editor mode yang duduk di baris terdepan pergelaran mode tak ketinggalan mengenakannya. Nyatanya, rumah mode Prancis telah menjual 200,000 pasang sepatu tersebut ke seluruh dunia, dan sudah banyak yang mengantri untuk mendapatkan sepatu tersebut.

Sang desainer memutuskan untuk melakukan redefinisi salah satu desain terpopulernya, sang desainer menjelaskan di sebuah rilis.

"Saya tidak pernah ingin berhenti mengenakan sepatu itu," ucapnya. "Ini adalah hal paling nyaman yang akan Anda kenakan dan tidak akan pernah bosan."

Isabel percaya ini sangat nyaman dan akan membuat banyak pencinta mode ingin mengenakannya kembali, terutama saat masa lockdown di mana banyak dari kita harus menghadapi tahun-tahun ini.

"Semua orang benar-benar menyukai situasi sekarang," ucap sang desainer kepada New York Times. "Mereka tidak siap mengenakan sepatu berhak tinggi. Mungkin untuk pergi berdansa, namun selain itu mereka lebih ingin mengenakan sepatu sneakers."

Ia mungkin memang benar, Balenciaga baru saja merilis sepatu stiletto bersama Croc, mengingatkan kita bahwa ketika kita mengenakan hak tinggi, kita tetap ingin merasa nyaman.

(Penulis: Amy De Klerk; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih bahasa: Astrid Bestari; Foto: Courtesy of Bazaar UK)