10 Label Pakaian Sustainable di Dunia, Termasuk Indonesia

Label-label ini tidak hanya menyajikan konsep eco fashion secara gamblang dan menyampingkan sisi estetika sebuah pakaian.



Ketika membahas label pakaian berkonsep slow fashion dan sustainable, tidak berarti unsur estetika di pakaian itu sendiri dilupakan. Menganut konsep slow fashion memang tidak berkaca kepada tren yang sedang populer, namun para desainer dituntut untuk menciptakan karya-karya yang tak lekang oleh waktu.

Tidak hanya di segi desain, penggunaan material yang ramah lingkungan, bahan kimia yang tidak berbahaya, tidak menggunakan kulit hewan hingga para pekerja mode yang hak-haknya selalu terpenuhi juga adalah aspek-aspek yang masuk ke dalam kategori sustainable.

Berikut Bazaar kurasi lini-lini pakaian yang menganut filosofi sustainable fashion yang terus melahirkan karya-karya yang cantik tanpa merusak lingkungan dan alam yang semakin membutuhkan pertolongan kita.



1. Stella McCartney

Label Stella McCartney termasuk sebagai luxury brand pertama yang menggagas konsep eco fashion atau mode beretika. Prinsip label Stella McCartney yang tidak menggunakan bahan material bulu hewan dan kulit hewan sudah dianut sejak kemunculan labelnya.

Meski begitu, label Stella McCartney telah membuktikan dengan mengusung prinsip eco fashion tidak berarti kreativitas label itu sendiri menjadi terbatas. Label ini terus menelurkan karya-karya yang menarik nan timeless dengan menggunakan material ramah lingkungan.

Tidak hanya baju untuk aktivitas sehari-hari, label Stella McCartney bahkan mengadakan kolaborasi dengan brand active wearyakni Adidas by Stella McCartney yang berfokus di pakaian olahraga berkonsep ramah lingkungan.



2. Dries Van Noten

Desainer Dries Van Noten yang merupakan salah satu anggota dari desainer kolektif Antwerp Six tak ketinggalan menganut paham sustainability di karya-karyanya. Busana rancangannya yang eksentrik dan kerap menggunakan bulu, ia produksi dengan menggunakan faux fur yang aman bagi para hewan.



Kombinasi prinsip sustainability dan ide-ide kreatifnya ia manifestasikan dengan kerap menggunakan bahan yang dapat digunakan untuk beberapa musim sekaligus. Dengan berkolaborasi dengan pembuat kain di India, laki-laki yang berasal dari keluarga penjahit dan garment maker ini sukses menciptakan karya seni yang penuh etika.


3. Edun

Didirikan oleh desainer Ali Hewson dan sang suami yakni Bono, yang juga adalah vokalis dari band U2 sekaligus aktivis lingkungan. Edun adalah label high end ready-to-wear yang berfokus dalam melahirkan pakaian siap pakai yang ramah lingkungan dengan desain yang tidak membosankan.



Bekerja sama dengan para pengrajin dan produsen kain di Afrika, material yang diaplikasikan dibawah label Edun merupakan kain tradisional Afrika yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Eksplorasi terhadap teknik pembuatan pakaian yang eco friendly terus digali oleh keduanya demi menciptakan tren mode yang beretika untuk jangka panjang.


4. Sejauh Mata Memandang

Sejauh Mata Memandang adalah sebuah label berkonsep slow fashion yang berasal dari Indonesia. Setiap helai kain dan pakaian yang berasal dari label ini merupakan hasil jerih payah dari para pengrajin kain dari berbagai wilayah di Indonesia yaitu Sumba, Bali, dan Jawa.



Konsep slow fashion yang diusungnya membuat setiap koleksi lansiran Sejauh Mata Memandang terlihat tak lekang oleh waktu dan mudah dikenakan untuk berbagai kesempatan. Kain multifungsi maupun pakaian dengan motif yang berdasarkan sebuah cerita dari berbagai penjuru dan palet warna yang hangat menjadi ciri khas dari label ini.


5. Reformation

Reformation yang memiliki arti sebuah aksi atau proses reformasi sebuah institusi atau praktik diartikan label Reformation dengan harfiah. Hampir setiap aspek dari mulai pabrik, material hingga teknik yang dianut oleh label ini telah dikurasi sedemikian rupa demi menjaga lingkungan.

Label ini bahkan rutin melaporkan langkah sustainability yang telah mereka terapkan per tahunnya demi menjaga transparansi fokus utama label mereka yaitu sustainability.



Desain effortlessyang feminin dengan bahan-bahan yang mudah didaur ulang atau bahan dari pakaian vintage yang dirubah menjadi seperti baru kembali adalah ciri khas dari label ini.

Tidak hanya menawarkan pilihan busana ready-to-wear yang colorful dan mengusung aliran resort wear, Reformation juga memiliki koleksi gaun pernikahan yang chic dan tentunya terbuat dari material yang ramah lingkungan.


6. Gabriela Hearst

Lahir di Uruguay, Gabriela Hearst menghabiskan masa kecilnya di sekitar kuda dan domba-domba milik keluarganya. Di tahun 2015, ia kemudian melahirkan label eponimnya di kota New York yang terinspirasi dari ranch milik sang ayah.

Melalui label Gabriela Hearst, ia ingin menciptakan koleksi pakaian dengan konsep slow fashion yang memprioritaskan tradisi dibandingkan tren semata. Setiap garmen yang ia pilih untuk membuat pakaian, dipastikan dibuat oleh produsen yang memerhatikan lingkungan.



Misinya dalam mengaplikasikan moto 'honest luxury', ia manifestasikan melalui pakaian beraliran utilitarian dengan sentuhan maskulin dan desain timeless. Sehingga pakaian rancangannya akan terus terlihat relevan meski tren mode terus berganti.

Baginya, wanita yang mengenakan karya dari label eponimnya adalah wanita yang tangguh dengan berbagai misi dan menjadikan pakaian rancangannya sebagai 'seragam' sekaligus pelindung keseharian mereka.


7. AMUR

AMUR adalah nama kependekan dari A Mindful Use of Resources yang menjadikan moto hanya karena ingin tampil modis dan mengenakan pakaian yang indah tak berarti setiap orang harus mengorbankan planet kita sendiri.

Didirikan di kota New York, label ini menawarkan busana beraliran kontemporer dan teknik sharp tailoring yang dikombinasikan dengan siluet-siluet feminin untuk mengakomodasi tampilan para wanita dari siang hingga malam hari.



Rentetan gaun-gaun malam yang disertai dengan motif dan warna-warna cerah mendominasi koleksi pakaian lansiran label AMUR. Kecintaan sang pendiri label terhadap lingkungan tidak mengalahkan sisi estetika yang ditawarkan oleh label ini.


8.Tome

Untuk pakaian sehari-hari yang praktis dan mudah dipadankan dengan potongan pakaian lainnya, Tome adalah jawabannya. Menganut konsep sustainability, label ini menawarkan pakaian ready-to-wear yang difungsikan untuk everyday wear.

Di sini Anda dapat menemukan potongan kemeja dengan siluet yang clean, potongan yang modern yang dapat menjadi item paling esensial di lemari Anda.



Didirikan oleh Ryan Lobo dan Ramon Martin, keduanya sudah lama melenggang di industri mode setelah keduanya menyelesaikan studi di University of Technology Sydney.

Ramon Martin sendiri sebelumnya telah berpengalaman bekerja di beberapa rumah mode seperti Alberta Ferretti, J.Mendel, Jean Paul Gaultier dan Derek Lam. Tidak heran, setiap pakaian yang dilansir oleh Tome tidak hanya mementingkan aspek lingkungan namun juga menawarkan estetika yang apik.


9. Alice Early

Satu lagi label yang berfokus di pakaian sehari-hari dan menganut filosofi sustainable adalah Alice Early. Berbasis di London, label ini didirikan oleh Alice setelah sudah bekerja di industri mode selama 10 tahun lamanya.

Dengan mengantongi pengalaman bekerja di Paul Smith, Sophie Hulme dan Deborah Milner, Alice ingin mewujudkan keinginannya untuk menciptakan pakaian dengan efek yang minimal untuk lingkungan sekitar.




Rata-rata hampir semua pakaian yang dilansir olehnya terbuat dari bahan katun organik yang sangat aman untuk lingkungan. Desain-desain yang timeless juga kerap ia aplikasikan demi mengurangi frekuensi para pembelinya untuk terus menerus melakukan perubahan di lemari mereka.

Tidak hanya proses pemilihan kain yang organik dan desain yang tak lekang oleh waktu, Alice juga hanya menggunakan bahan-bahan yang mudah terurai dan dapat didaur ulang sebagai packaging yang aman untuk lingkungan.


10. Kitx

Didirikan sejak tahun 2015, Kit Willow selaku pendiri label Kitx adalah sosok yang sangat memperhatikan alam sekitar sekaligus penyuka hal-hal yang indah.

Melalui label Kitx, Ia menginginkan label ini dapat mengakomodasi tampilan busana yang indah tanpa merugikan alam sekitar.



Berbagai bahan organik dan bahan yang diproduksi tanpa merugikan alam sekitar menjadi prinsip dan janji Kit untuk para pencinta label Kitx. Mekanisme pembuatan setiap potong pakaian yang dilansir oleh Kitx juga ia laporkan secara rutin dengan transparan demi menjaga integritas label ini sendiri.

Di label ini, Anda dapat menemukan koleksi pakaian yang cantik, seksi dengan desain yang dapat dengan mudah dikenakan kapan pun. Terus melahirkan karya-karya yang tak lekang waktu tanpa mengikuti tren adalah salah satu misi label Kitx dalam memerangi perilaku konsumtif yang merugikan lingkungan.


(Foto: Courtesy of Instagram)