10 Tas Desainer Yang Harus Anda Miliki dan Dapat Dijadikan Investasi

Semua tas desainer ternama ini tak hanya berfungsi sebagai jinjingan semata, namun akan menunjang setiap penampilan sekaligus dapat dijadikan investasi.



`Memiliki tas desainer ternama telah lama menjadi obsesi banyak wanita. Obsesi para wanita terhadap tas desainer membuat banyak wanita mulai membangun koleksi jinjingan mereka masing-masing. Perkembangan minat tersebut bahkan turut memengaruhi nilai jual tas desainer yang beberapa di antaranya kini dapat dijadikan sebagai investasi. Sebut saja rumah mode Dior yang menaikkan harga jual tas rancangannya sebanyak 10 persen atau nilai harga tas Chanel 2.55 yang telah mengalami kenaikan pesat sebanyak 70 persen selama enam tahun belakangan.

Fakta-fakta tersebut turut didukung oleh riset yang dilakukan oleh Knight Frank City Luxury Investment Index yang mengungkapkan adanya kenaikan 13 persen di sektor tas desainer mewah dibandingkan sektor karya seni. Menanggapi fenomena ini, Bazaar yakin banyak wanita yang saat ini mungkin sedang berencana untuk berkecimpung di dunia investasi tas desainer namun masih dilanda keraguan untuk memulainya.

Berikut Bazaar kumpulkan beberapa model tas ikonis yang dapat dijadikan investasi dan harus dimiliki oleh setiap wanita di dalam lemarinya.

1. Hermès Birkin

Tas Hermès Birkin telah lama menjadi incaran banyak wanita, kelangkaan dan ketidakmudahan untuk mendapatkannya memengaruhi nilai tas yang satu ini. Tak hanya itu, sisi craftmanship tiada dua serta material berkualitas tinggi yang seluruhnya dikerjakan oleh para pengrajin rumah mode ini tak perlu diragukan lagi. Tas yang diciptakan saat Jean-Louis Dumas, Chief Executive Hermès yang tak sengaja bertemu dengan Jane Birkin dan membicarakan tentang wujud tas yang ideal untuk dikenakan ini, bahkan tetap berada di puncak tas yang menjadi incaran untuk investasi meski pandemi Covid-19 sedang melanda.

2. Chanel 2.55

Didesain di tahun 1929, tas Chanel 2.55 dengan cepat menjadi kecintaan wanita. Beberapa tahun kemudian, Coco Chanel memperbaharui desain tas 2.55 dengan menjadikannya dapat dikenakan di bahu yang kemudian dianggap sebagai evolusi jinjingan di masa itu. Modelnya yang ikonis dan terus mengalami perubahan, kemudian diperkenalkan kembali kepada khalayak oleh Karl Lagerfeld pada tahun 2005. Modelnya yang elegan dan penuh praktikalitas, turut didukung oleh nilai jual yang terus menanjak sebanyak 70 persen dalam kurun waktu enam tahun seperti yang dikatakan oleh online retailer Bag Hunter.

3. Louis Vuitton Speedy

Saat ini ada beberapa jinjingan rancangan Louis Vuitton yang menjadi incaran banyak orang seperti Louis Vuitton Multi Pochette atau Palm Springs Mini. Namun, salah satu model tas Louis Vuitton yang kerap diminati sepanjang masa dan dianggap sebagai salah satu bentuk investasi jatuh kepada tas tipe Speedy Bandoulière. Tas yang didesain untuk mengakomodir kegiatan sehari-hari ini, memiliki bentuk desain ikonis yang diciptakan pada tahun 1930. Yang mana awalnya diciptakan untuk kegiatan perjalanan. Saat ini, tas Speedy turut mengalami kenaikan nilai jual di tahun 2021 sebanyak 2.5% seperti yang dilansir oleh Designer Vintage.

4. Hermès Kelly

Popularitas tas Hermès Kelly menanjak pada tahun 1950, ketika Grace Kelly dibidik kamera sedang menjinjing tas ini untuk menutupi tanda-tanda kehamilan yang ia miliki. Sejak itu, tas ini mulai dibicarakan banyak orang dan diberi nama tas Kelly. Selain peristiwa tersebut, desain jinjingan ini yang modern dan memiliki struktur yang bersih, membuat tas ini memiliki karakteristik kuat yang distingtif dibandingkan jinjingan lainnya. Tak berhenti disitu, tas ini mempertahankan sisi ikonisnya dengan tetap berada di puncak daftar incaran jinjingan banyak wanita. Yang kemudian menyebabkan tas ini terus mengalami kenaikan nilai yang signifikan. Tipe tas Hermès Kelly yang paling diinginkan adalah tipe Clemence yang dianggap awet oleh banyak orang.

5. Lady Dior

Tas Lady Dior pertama kali terlihat dikenakan oleh Putri Diana saat ia bepergian ke Paris. Desain tas Lady Dior yang mengusung garis kotak serta tambahan pegangan dari bahan kulit dan tambahan hardware menciptakan napas elegan yang klasik. Setelah rumah mode tersebut mendaulat Maria Grazia Chiuri sebagai direktur kreatif, versi lain dari tas Lady Dior semakin hadir menjadi lebih variatif. Perubahan di bagian material, corak, dan edisi terbatas terus bermunculan menjadikan jinjingan ini terus relevan sampai sekarang. Dari segi nilai, Lady Dior sendiri telah mengalami kenaikan sebanyak 16 persen dari tahun 2019 sampai 2021.

6. Dior Book Tote

Saat ini mobilitas ditambah banyaknya benda esensial di tengah pandemi seperti cairan pembersih tangan atau disinfektan, menuntut wanita untuk memilih jinjingan yang dapat mengakomodir segalanya. Tote pun kemudian menjadi pilihan model tas yang diandalkan, sehingga banyak wanita membutuhkan tote bag yang dapat menunjang penampilan menjadi prima. Dior Book Tote hadir di waktu yang tepat, semenjak kemunculannya yang diinisiasi oleh Maria Grazia Chiuri banyak orang jatuh hati dengan jinjingan ini. Hadir dalam berbagai macam versi di setiap musim, tas ini telah mengalami kenaikan harga dalam kurun waktu yang cepat.

7. Fendi Peekaboo

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008, tas Fendi Peekaboo langsung berhasil menggaet penggemar. Didesain oleh Silvia Fenturini Fendi figur wanita modern dengan segala keahlian seketika terasa dari model tas yang memiliki ruang cukup besar untuk mengakomodir benda esensial. Popularitas Fendi Peekaboo yang sampai sekarang tetap diminati, kemudian tak menutup Fendi untuk melakukan improvisasi seraya meluncurkan tas Fendi Peekaboo ISeeU. Yang dikemas menjadi lebih memiliki kedalaman di bagian depan tas serta akses menampilkan bagian dalam yang dapat dipersonalisasi menggunakan inisial nama sang pemilik.

8. Chanel Classic Flap

Sampai saat ini, tas Chanel Classic Flap tetap menduduki posisi jinjingan yang dapat dijadikan investasi. Awalnya didesain dengan mengadopsi model tas Chanel 2.55 yang ikonis. Karl Lagerfeld menambah bagian penutup dan pengunci dengan logo CC yang ikonis dan modern. Sekaligus tali tas yang mengombinasikan rantai emas dan silver yang diuntai bersama kulit sebagai elemen distingtif yang membedakan tas Chanel dengan tas lainnya. Dari sisi investasi, tas ini selalu menjadi jinjingan yang diincar sejak lama dan saat ini, bahkan sang rumah mode tak segan menaikkan harga jual tas Chanel Classic di tengah pandemi akibat kelangkaan bahan material utama tas ini.

9. Louis Vuitton OnTheGo

Lagi, tas tote menjadi benda tas klasik yang patut disimpan untuk investasi. Kali ini rancangan Louis Vuitton dengan tajuk OnTheGo yang terinspirasi dari tas belanja butik sang rumah mode. Saat mengenakan tas ini, tak perlu khawatir akan ruang untuk menyimpan, kualitas material, dan model tas yang versatile untuk segala kebutuhan. Hadir dalam berbagai versi monogram yang klasik hingga monogram dengan warna pastel yang akan menambah efek playful pada tampilan. Akibat sulitnya membeli tas ini di butik, tas ini menjadi salah satu jinjingan yang mengalami kenaikan harga akibat kelangkaan dan tingginya minat banyak orang untuk memilikinya.

10. Bottega Veneta Jodie Hobo

Dengan mengusung teknik Intreciatto yang telah menjadi kebanggaan sang rumah mode, tas Jodie Hobo adalah wujud jinjingan klasik dengan sentuhan minimalis yang akan mengkomplementasi tampilan dan tak lekang akan waktu. Awalnya tas ini tidak memiliki nama resmi sampai akhirnya aktris Jodie Foster tertangkap kamera menutupi dirinya dari serangan kamera paparazi sehingga nama Jodie disematkan di produk lansiran rumah mode Bottega Veneta ini. Saat ini, tas Jodie semakin digemari ditambah kreativitas sang direktur kreatif, Daniel Lee yang kini kerap merilis tas Jodie dalam opsi warna yang variatif dan menggemaskan.

(Foto: Courtesy of Bottega Veneta, Chanel, Louis Vuitton, Dior, Hermès, Fendi)