Bella Hadid Mengaku Bangga Sebagai Muslim

Supermodel Bella Hadid berbicara terbuka mengenai agamanya dan pendapatnya mengenai kebijakan Trump.



Ketika Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan imigrasi pada Januari lalu, ribuan warga AS turun ke jalan memprotes kebijakan eksekutif tersebut, di antaranya adalah supermodel Bella Hadid dan Gigi Hadid.

Kedua supermodel kakak-beradik tersebut bersama dengan ibu dan beberapa sahabat turun ke jalan dengan membawa tulisan "We are all human", sebagai bentuk protes kepada kebijakan yang dianggap mendiskriminasikan sekelompok orang tertentu.

Bella juga tak sungkan untuk berbicara mengenai aksi protesnya tersebut, "Kita tidak boleh memperlakukan orang seakan-akan mereka tidak berhak mendapatkan perlakukan baik, hanya karena asal usul etnis mereka," ujarnya pada sebuah situs pemberitaan. "It's just not right," tambahnya.



Satu bulan kemudian, brand ambassador Tag Heuer ini kembali berbicara mengenai topik tersebut. Ia mengaku isu imigrasi ini terasa sangat dekat dengan kehidupan personalnya, karena dirinya sendiri adalah seorang muslim, begitupun ayahnya, Mohamed Hadid adalah seorang imigran.

"Ayah saya adalah seorang pengungsi ketika pertama kali datang ke Amerika," tutur Bella dalam wawancaranya kepada Porter Magazine. "Jadi, kebijakan tersebut terasa begitu personal bagi saya, serta bagi kakak (Gigi), dan adik laki-laki saya."

Bella kemudian menambahkan, "Ayah saya adalah seorang yang religius, dan ia selalu berdoa bersama kami. Dan saya juga bangga menjadi seorang muslim."

Artikel ini disadur dari Harper's Bazaar US.


(Alih bahasa: Daniar Cikita. Foto: Getty Images)