Eksplorasi Tradisi di Indonesia Fashion Week

Sapto Djojokartiko


Interaksi dengan tradisi kini dapat ditemui di pesta mode. Di Indonesia Fashion Week, Anda dapat mengeksplorasinya.


Euforia fashion yang masif kembali hadir berkat pergelaran Indonesia Fashion Week 2014. Terang saja, level yang perhelatan yang makro ini diikuti oleh 505 label fashion lokal dan 170 perancang busana, lebih banyak dari tahun lalu yang menggaet 440 label fashion lokal dan 160 perancang busana. Perayaan mode yang dihelat ketiga kalinya ini, faktanya memang menyuguhkan komposisi istimewa dibanding acara serupa sebab memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan dibawahi langsung oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Event yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta ini hadir selama empat hari berturut-turut pada Februari silam dan dikunjungi oleh ribuan khalayak penikmat mode dan pengagum karya Tanah Air.

Mengingat besarnya dukungan pemerintah terhadap industri fashion, yang direfleksikan secara lugas di pekan mode ini. Banyak detail dan ornamen seni yang diwarnai benang tradisional, baik busana ataupun suguhan performance art yang mendampinginya. Misalnya, Anne Avantie yang mengangkat tajuk Legong Srimpi dan mewujudkannya ke dalam rangkaian karya busana khasnya, kebaya. Sedangkan Priyo Oktaviano, hadir dengan olahan kain Tapis Lampung, yang dikemas secara modern dan ultra kontemporer. Sekali lagi Indonesia Fashion Week 2014 sukses mengajak kalangan mode berinteraksi dengan pesona Indonesia yang tak pernah habis digali.



(Gusti Aditya; Foto: Courtesy of Indonesia Fashion Week)