Polynucleotides merupakan salah satu perawatan estetika dengan pertumbuhan tercepat dalam lima tahun terakhir. Bahkan, menurut laporan dari Two Face Aesthetics, Google Trends menunjukkan lonjakan signifikan dalam pencarian prosedur ini, tepatnya meningkat hingga 1.566 persen.
BACA JUGA: Intip Sederet Manfaat Baby Oil untuk Wajah
Sejalan dengan preferensi yang terus berkembang terhadap perawatan injeksi yang memberikan hasil tampak alami serta mendukung kesehatan dan ketahanan kulit secara menyeluruh, polynucleotides dapat membantu meningkatkan hidrasi, produksi kolagen, perbaikan kulit, serta regenerasi.
Namun, seperti halnya semua prosedur injeksi, perawatan ini memiliki biaya yang tidak sedikit dan tidak tergolong terjangkau. Mengingat sebagian besar pasien membutuhkan dua hingga tiga sesi untuk benar-benar merasakan manfaatnya, faktor finansial kerap menjadi penghalang bagi para pencinta kecantikan.
Kabar baiknya, ada alternatif bagi Anda yang ingin mendapatkan kilau khas polynucleotides. Meski produk topikal tidak dapat memberikan kedalaman dan daya tahan hasil seperti injeksi, mereka tetap menjadi langkah awal yang baik. Meningkatnya popularitas produk berbasis PDRN menjadi bukti akan hal tersebut.
Digemari oleh para dermatolog dan dokter, serta disebut-sebut digunakan oleh selebriti seperti Kim Kardashian dan Jennifer Aniston, PDRN adalah bahan yang patut diperhatikan bagi siapa pun yang ingin mendapatkan kulit yang lebih kuat dan sehat.
Apa itu PDRN dan apa manfaatnya untuk kulit?
PDRN merupakan singkatan dari PolyDeoxyRiboNucleotide, yakni fragmen DNA yang umumnya berasal dari ikan seperti salmon atau trout. PDRN adalah bentuk polynucleotide dengan berat molekul yang sedikit lebih rendah dan dapat digunakan dalam perawatan estetika maupun rutinitas skincare di rumah.
“Ketika disuntikkan, PDRN merangsang fibroblas, yaitu sel yang bertanggung jawab dalam produksi kolagen dan perbaikan kulit yang rusak. Dalam dunia skincare, bahan ini semakin populer berkat efek restoratif dan menenangkannya, bahkan saat digunakan secara topikal,” jelas dr. Christine Hall, dokter estetika dan pakar skincare Korea di salah satu klinik.
PDRN yang pertama kali populer di Korea Selatan, dikenal luas karena kemampuannya dalam penyembuhan dan regenerasi kulit, baik dalam konteks medis maupun kosmetik.
Saat digunakan secara topikal sebagai bagian dari rutinitas skincare, PDRN dapat membantu meningkatkan hidrasi, merangsang produksi kolagen yang berkontribusi pada efek anti-aging, mencerahkan kulit, serta memperbaiki warna, tekstur, dan ketahanan kulit.
“PDRN mampu memberi hidrasi bagi kulit, mengurangi peradangan, dan membantu mendukung proses perbaikan alami kulit,” tambah dr. Christine. “Efek ini sangat bermanfaat untuk kulit yang sedang terganggu atau pascaprosedur karena dapat membantu pemulihan serta meningkatkan tekstur dan kenyamanan kulit.”
Bisakah PDRN menggantikan perawatan polynucleotides?
Singkatnya, ya dan tidak. Dari segi penetrasi ke dalam kulit, para ahli sepakat bahwa injeksi jauh lebih unggul dibandingkan aplikasi topikal. “PDRN tidak akan menembus sedalam atau bekerja sedrastis perawatan injeksi,” ujar dokter estetika dr. Raquel Amado.
Ia menambahkan bahwa hasil dari skincare PDRN membutuhkan waktu lebih lama dan cenderung tidak terlalu mencolok. Hal ini disebabkan oleh ukuran molekul PDRN yang relatif besar, sehingga tidak dapat menembus lapisan kulit sedalam ketika disuntikkan. Meski begitu, dr. Raquel Amado menegaskan bahwa penggunaan topikal tetap dapat memberikan peningkatan yang terlihat pada hidrasi, ketenangan kulit, serta perbaikan di permukaan kulit.
Karena itu, PDRN menjadi alternatif yang lebih terjangkau dan non-invasif dibandingkan perawatan injeksi, sekaligus menjadi tambahan yang layak dalam rutinitas skincare, khususnya untuk menjaga kesehatan kulit dan mendukung proses pemulihan.
Selain itu, PDRN topikal juga dapat menjadi pelengkap ideal bagi mereka yang menjalani perawatan polynucleotides. Kombinasi keduanya dapat memberikan hasil yang optimal.
“Polynucleotides (PN) merupakan rantai DNA yang lebih panjang dengan kemampuan regenerasi yang mendalam. Sementara itu, PDRN sebagai fragmen yang lebih pendek bekerja lebih cepat dan lebih mudah diserap secara topikal,” jelas dr. Raquel Amado.
“Jika dikombinasikan, PDRN dapat digunakan di antara sesi perawatan PN injeksi untuk mempertahankan dan meningkatkan hasilnya. Bahan ini juga dapat mempersiapkan kulit sebelum prosedur, meningkatkan kondisi dan toleransi kulit, serta bekerja secara sinergis untuk memperkuat penyembuhan luka, hidrasi, dan sintesis kolagen.”
Siapa yang bisa menggunakan skincare PDRN?
Secara umum, PDRN dapat ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar orang dan tergolong lembut karena berfokus pada hidrasi dan penyembuhan kulit. Namun, ada beberapa pihak yang sebaiknya menghindari bahan ini. Mengingat PDRN berasal dari ikan seperti salmon, bahan ini tidak cocok bagi mereka yang memiliki alergi terhadap ikan. Selain itu, menurut dr. Christine, PDRN juga mungkin tidak sesuai untuk vegan, vegetarian, atau individu dengan pertimbangan agama maupun etika terkait bahan turunan hewan.
Dr. Raquel juga ikut menambahkan bahwa mereka yang sedang hamil atau menyusui, memiliki sistem imun yang lemah, atau mengalami kondisi kulit serius sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan bahan ini.
Cara menggunakan PDRN dalam rutinitas skincare
Karena PDRN berfokus pada hidrasi, peremajaan, dan penyembuhan, produk leave-on seperti serum atau krim menjadi pilihan terbaik. Serum sering kali menjadi medium yang paling efektif karena ukuran molekulnya yang lebih kecil memungkinkan penyerapan yang lebih optimal ke dalam kulit. Produk skincare Korea dikenal luas sebagai pelopor penggunaan PDRN, sehingga bisa menjadi titik awal yang tepat untuk mencoba bahan ini.
BACA JUGA:
Manfaat Ceramide untuk Wajah yang Wajib Diketahui
Ini Daftar Skincare Termahal di Dunia
(Penulis: Rebecca Fearn; Artikel disadur dari BAZAAR UK; Alih bahasa: Alisa Putri Ramadhina; Edited by JM; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)