Batik dan Tenun Indonesia Karya Obin Komara Mendapat Penghargaan Internasional

Sang ahli tekstil mengukir prestasi global baru di tahun 2024.



Josephine Werratie Komara, atau yang lebih dikenal sebagai Obin, lahir pada 16 Juli 1955, merupakan seorang pakar tekstil batik terkenal yang sudah memiliki reputasi tingkat internasional. Sebagai pemilik rumah kain Bin House, Obin diakui sebagai "harta nasional" berkat dedikasinya dalam mempelajari dan mempromosikan seni batik. Tahun ini, ia disahkan dalam Forbes "50 Over 50 Asia 2024" sebagai wanita paling berpengaruh dari 14 negara di Asia Pasifik.

Kecintaan Obin terhadap batik muncul melalui inspirasi gaya ibunya yang anggun dengan kebaya dan kain Nusantara. Ia merasa tertantang untuk melestarikan warisan budaya Nusantara yang terabaikan karena dianggap kuno. Sejak tahun 1970-an, Obin aktif mengumpulkan kain dari berbagai daerah di Indonesia untuk merancang kain Nusantara.

Singkat cerita, pada tahun 1986, Obin mendirikan Bin House di Menteng, Jakarta Pusat. Di sana, ia bereksperimen dengan motif batik dan tenun dalam desain yang atraktif. Keistimewaan karyanya terletak pada proses pembuatannya yang sepenuhnya dilakukan secara manual tanpa melibatkan mesin.

Beberapa maestro Indonesia, seperti Edward Hutabarat dan Ghea Panggabean, menganggap Obin sebagai pelopor dalam pergerakan pembaruan batik pada pertengahan tahun 2000-an.

Obin telah mencatat prestasi di dunia mode dengan merancang seragam untuk maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, pada tahun 2010. Kain panjang buatannya sudah dipamerkan di Powerhouse Collection Sydney sejak 2012.

Kini, showroom Bin House pun semakin hadir pada kancah global di berbagai negara, termasuk Jepang, Bali, Singapura, dan Belanda.

(Penulis: Riza Arya; Foto: Courtesy of batiktumbu)