10 Wanita Ternama yang Hidup dan Kariernya Hancur Karena Ulah Media

Britney Spears masuk ke dalam daftar wanita-wanita yang telah dilukai secara tidak adil oleh masyarakat.



Dokumenter terbaru Britney Spears telah menyoroti sekali lagi bagaimana kekuatan media dalam menghancurkan sosok wanita di mata publik. Penyanyi yang satu ini telah diburu, diintimidasi, dan dikepung, sementara media hanya merekamnya dan kita, sebagai publik, dengan lahap menyantap foto dan berita utama terkaitnya. Tragisnya, kisah Britney Spears bukanlah insiden satu-satunya yang terjadi sepanjang sejarah ini. Tanpa sadar, kita telah menempatkan wanita terkenal di atas tumpuan sebelum menghancurkan dan mengejek mereka saat terjatuh darinya.

Karena pola seperti ini terlalu sering terjadi, sulit sekali untuk menyebutkan nama tokoh publik wanita yang mengalami penderitaan tersebut. Melalui artikel ini, kami telah membuat daftar 10 wanita yang kehidupannya telah dihancurkan oleh media dan perhatian publik. Walaupun begitu, mereka bukanlah satu-satunya. Memang sangat mudah untuk menyalahkan para media terkait apa yang dialami oleh Brtiney Spears dan juga banyak wanita lainnya. Namun, yang lebih tidak menyenangkan, kita juga perlu melihat dan menyadari keterlibatan kita sendiri dalam menilai dan menjatuhkan wanita-wanita itu dan bagaimana kita dengan penuh semangat membaca berita mengenai kejatuhan mereka serta bergosip akan hal tersebut.



Britney Spears



Bahkan mereka yang belum menonton dokumenter karya New York Times, Framing The Britney, akan familier dengan kejatuhan penyanyi wanita yang satu ini pada tahun 2007 silam. Setelah bertahun-tahun mengalami pengawasan pers tanpa henti, dilecehkan secara seksual sejak usia muda (reporter bertanya terkait payudara dan keperawanannya), perpisahan yang sulit (dieksploitasi dengan kasar oleh sang mantan, Justin Timberlake), dan narasi kejam terkait pengasuhan buruknya, Britney Spears jatuh dan retak di bawah tekanan. Hal tersebut ia luapkan dengan mencukur rambut dan memukuli mobil seorang fotografer dengan payung. Alih-alih bertindak dengan belas kasih, kejatuhannya digunakan dan dimanfaatkan oleh media serta publik. Saat ini, Britney dikendalikan di bawah konservatori sang ayah yang diterapkan sejak kejatuhannya pada tahun 2007.



Courtney Love



Courtney Love adalah wanita kompleks yang juga merupakan bukti nyata bahwa pria dapat menjadi bintang rock yang berantakan, sedangkan wanita tidak. Ia dicaci-maki untuk semua hal yang dilakukan oleh mendiang sang suami, Kurt Cobain, di mana ia dipandang sebagai seseorang yang kumuh dan murung dan Courtney dipandang sebagai seseorang yang kotor dan sulit. Ketika karya Kurt dipuja-puja, karya Courtney tidak diterima dan bahkan diakreditasikan pada Kurt. Jika Kurt dipandang sebagai seseorang yang ambisius, Courtney dipandang sebagai seseorang yang oportunis. Bahkan, beberapa pihak dengan berani menyalahkan Courtney atas insiden bunuh diri Kurt, dengan ragu mengklaim bahwa Courtney menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh sang mendiang suami. Tidak hanya merusak kesehatan mentalnya, kondisi tersebut juga menjadi bukti bahwa seorang wanita masih diminta pertanggungjawaban atas kesejahteraan pasangannya.


Jean Seberg



Ketenaran Jean Seberg pertama kali nampak saat ia muncul dalam film Breathless yang berhasil membuat dirinya sebagai wajah dari bioskop French New Wave. Beberapa tahun setelahnya, ia mulai merasa kecewa dengan dunia perfilman dan memutuskan untuk bergabung dengan Partai Black Panther di Amerika Serikat. Setelah FBI mendapat kabar tersebut, mereka mulai melangsungkan kampanye yang mengintimidasi dan melecehkan aktris tersebut. Puncaknya terjadi pada saat munculnya berita palsu yang berperan penting dalam kehancuran karier dan hidup sang aktris. Artikel yang dipublikasikan secara luas tersebut mengklaim bahwa Jean bukan mengandung anak dari suaminya, melainkan anak dari salah satu anggota Black Panther. Akibat stres, Jean Seberg melahirkan lebih awal dan sang bayi meninggal dunia dua hari setelahnya. Sembilan tahun setelah kematian sang anak, ia memutuskan untuk mengambil nyawanya dengan bunuh diri.



Jessica Simpson



Jessica Simpson tumbuh sebagai anak dari pengkhotbah di Texas. Semasa kecil, ia kerap menyanyi di gereja sebagai anggota dari paduan suara. Suaranya yang mengagumkan menuntunnya kepada kesukseskan karier musiknya pada awal tahun 2000 dan sering diadu dengan Britney Spears dan Christina Aguilera. Namun, selama perjalanan kariernya, ia dipaksa untuk mengikis nilai-nilai yang dipegang agar dapat sukses. Pada usia 14 tahun, Jessica diminta untuk menurunkan berat badan yang membuatnya memiliki hubungan buruk terhadap makanan, diet ekstrem, dan mengonsumsi pil diet selama 20 tahun. Ia merinci bagaimana keperawanan dan keputusannya untuk tidak berhubungan seksual sampai nanti menikah dijadikan sebuah fetish dan hiburan oleh media, bahkan ketika dirinya masih remaja. Tidak berhenti di sana, ia dan kekasihnya, Nick Lashay, terus diganggu dengan pertanyaan terkait hubungan seksual setiap tampil di depan umum. Ia pun disalahkan atas kondisi tersebut. Dipasarkan sebagai ‘perawan nan seksi’ oleh manajemennya, Jessica dipaksa untuk menghadapi kontradiksi dan tekanan yang menyertai citra misoginis yang terkontrol dengan kuat.



Billie Holiday



Billie Holiday, wanita cemerlang dan brilian, menjadi sasaran pelecehan selama hidupnya. Ia lahir di Amerika Serikat pada tahun 1915 dalam kondisi miskin dan telah dilecehkan secara seksual dan diperkosa pada usianya yang baru menginjak 10 tahun. Ia mengencani dan menikahi seorang pria kasar yang memperkenalkannya kepada obat-obatan terlarang sehingga ia menjadi kecanduan. Terlepas dari bakatnya, ia bertarung dengan rasisme yang telah bersifat sistemis, seperti tidak diperbolehkan masuk ke acara melalui pintu depan, dilarang masuk ke restoran tertentu, dan bahkan dilarang menginap di hotel yang sama dengan para kulit putih. Keputusannya untuk menyanyikan Strange Fruit, sebuah lagu tentang Black Lynching, memicu kemarahan penegak hukum di sana. Tidak lama setelah ia memasukkan trek tersebut ke dalam setlist-nya, FBI mulai melacaknya, dibuat seolah-olah atas alasan penggunaan narkoba. Mereka menembak mobilnya dan memenjarainya, Ia pun dilarang untuk bernyanyi di tempat yang menyajikan alkohol secara permanen sehingga menghapus pendapatan masa depannya yang sangat besar. Selain itu, hal tersebut juga memaksanya untuk melakukan tur tanpa henti hingga ia meninggal dunia.


Amy Winehouse



Amy Winehouse adalah salah satu penyanyi paling berbakat dan soulful dalam 100 tahun terakhir. Namun, ia tidak dinilai berdasarkan hasil karyanya, tetapi dari kesulitan hidupnya yang kerap diejek oleh media. Berat badan, kecanduan obat, dan masalah pernikahannya sering kali digunakan sebagai bahan hiburan, di mana hal tersebut memperparah kondisinya. Foto-foto dirinya saat menjadi lemah dan mengenakan ballet pumps berlumurah darah beredar luas, namun tidak pernah dianggap sebagai hal yang serius. Publik tanpa henti membahas kecanduannya secara kejam dan lambat laun hidupnya pun terdegradasi. Film dokumenternya yang terkenal, Amy, juga menunjukkan bahwa sang ayah, Mitch Winehouse, mengeksploitasi putrinya untuk menghasilkan uang. Pada tahun 2017, Amy meninggal dunia saat berusia 27 tahun akibat keracunan alkohol.


Meghan Markle



Pada tahun 2020, Meghan dan Pangeran Harry memutuskan untuk meninggalkan Inggris serta peran kebangsawanan mereka dan pindah ke Amerika Serikat. Salah satu penyebab dari keputusan tersebut adalah perundungan dan pelecehan yang dilakukan oleh media terhadap Duchess of Sussex. Seperti banyak wanita muda terkenal dan cantik lainnya, semua dimulai dengan baik oleh Meghan Markle pada saat itu. Setelah pertunangannya dengan Harry, ia mulai terkoyak dan dijatuhkan. Semuanya dimulai saat publik mengetahui kehamilan Meghan. Kabar tersebut membuat publik kesal dan jengkel. Ketegangan meningkat kembali setelah pasangan tersebut melanggar tradisi kerajaan dan memutuskan untuk tidak berpose di luar rumah sakit setelah kelahiran putra mereka, Archie. Pengasuhan Meghan pun dikritik secara kejam. Selama ini, ia menjadi target dari rasisme dan dituduh pamer karena merenovasi rumah keluarganya menggunakan uang pajak. Pada akhirnya, pasangan tersebut pun memutuskan untuk pindah dan sungguh, siapa yang dapat menyalahkan mereka?


Caroline Flack



Calorine Flack menunjukkan contoh lain dari wanita-wanita terkenal yang dijatuhkan dan dirugikan oleh media. Sebagai presenter televisi yang terkenal, reputasi Caroline hancur setelah dirinya diduga menyerang sang kekasih. Sejak kabar dirinya ditangkap polisi telah diketahui oleh publik, banyak tabloid yang menggunakan kesempatan ini untuk mempermalukan Caroline. Seperti apa yang telah dibuktikan oleh sebuah media ternama, Calorine berada di bawah pengawasan media yang sangat besar setelah insiden tersebut terjadi. Liputan negatif tentang dirinya pun meningkat. Situasi tersebut menyebabkan presenter yang satu ini tidak dapat keluar dari rumah tanpa dihadang fotografer. Ia pun menceritakan kondisi emosionalnya yang rapuh di Instagram. Setelah beberapa minggu dari insiden bunuh dirinya, media dan publik pada akhirnya baru menunjukkan belas kasih mereka, melupakan segala kabar dan artikel buruk yang telah mereka buat sebelumnya.


Janet Jackson



Pada tahun 2004, Janet Jackson dan Justin Timberlake tampil bersama pada Super Bowl. Namun, saat penampilannya berlangsung, Justin merobek pakaian Janet dan menyebabkan sebagian payudaranya terlihat oleh sebanyak 143,6 juta penonton. Akibat insiden tersebut, Janet menerima banyak kritik, sedangkan Justin tidak. Hal tersebut jelas telah menambah luka bagi Janet. Sementara Justin mendapatkan ketenaran dan pemujaan secara global, Janet disalahkan atas insiden tersebut. Grammy pun melarang Janet tampil dan bahkan menghadiri acaranya (sedangkan Justin memenangkan dua penghargaan) dan MTV mem-blacklistlagu dan music video-nya. Dalam sebuah wawancara, CEO MTV, Tom Freston, mengklaim bahwa insiden tersebut adalah murni kesalahan Janet Jackson. Nyatanya, Janet tidak hanya menjadi korban dalam insiden itu, tetapi juga dipermalukan karenanya.


Jade Goody



Bintang TV reality pertama yang terkenal, Jade Goody, dibesarkan hanya untuk dijatuhkan. Ketika dirinya terpilih untuk membintangi Big Brother, ia baru berusia 20 tahun dan berlatar belakang kelas pekerja yang tanggung dengan impian akan masa depan yang lebih baik. Pada awalnya, ia diejek karena tampilan dan bakatnya. Ia dibandingkan dengan seekor babi dan difitnah karena cara ia berbicara dan berpenampilan. Namun, setelah publik dan media mengetahui latar belakangnya yang sulit, mereka memuji Jade karena keaslian dan keterusterangannya. Namun, menyusul insiden rasisme yang melibatkan Shilpa Shetty di Big Brother pada tahun 2007, citra Jade hancur dan hal tersebut membuatnya sekali lagi dibenci oleh publik. Dua tahun kemudian, ia meninggal dunia karena penyakit kanker, dengan membawa kenangan buruk dari kehidupan sulitnya yang direkam oleh kamera. Banyak dari kita menyaksikan kejatuhan wanita yang satu ini.

(Penulis: Ella Alexander; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih Bahasa: Fatimah Mardiyah; Foto: Courtesy of Bazaar UK)