10 Hal yang Anda Pelajari Saat Traveling Seorang Diri

Hal-hal positif yang Anda dapatkan setelah bepergian sendirian



Elizabeth Griffin, Strategic Visual Content untuk Hearst Digital Media, menuangkan hasil perjalanan solonya. Dari perjalanan tersebut, Elizabeth menemukan fakta bahwa traveling sendirian sanggup mengubah kehidupan seseorang.

Ia pun kemudian berbagi 10 hal yang ia pelajari dari traveling sendirian, yang mungkin dapat menginspirasi Anda untuk mulai merencanakan solo vacation.

1. Anda bisa merasa nyaman meskipun sendirian

Biasanya akan ada dua reaksi saat Anda memberi tahu teman atau keluarga bahwa Anda akan traveling seorang diri, yakni "That's awesome -- I'm jealous," atau "Apakah Anda tidak khawatir kesepian?"

Tentunya saya merasakan kekhawatiran tersebut. Apakah saya akan kesepian? Apakah saya akan aman?

Ternyata setelah saya menjalaninya, tidak ada satu momen pun di mana saya merasa tidak nyaman. Justru semakin saya banyak menghabiskan banyak waktu sendirian, saya merasa sangat kuat dan percaya diri.

Saat Anda bepergian sendirian, Anda membangun ra percaya diri dan apresiasi terhadap kondisi diri Anda. Nantinya Anda akan menyadari bahwa memang menyenangkan menghabiskan waktu bersama teman, tapi Anda sebenarnya tidak membutuhkan siapapun untuk menjadi bahagia.

2. Bertemu dengan banyak orang.

Bepergian bersama teman memang banyak keuntungannya, namun hal tersebut mengurangi kesempatan Anda bertemu teman baru dalam perjalanan.

Berbeda ketika Anda bepergian sendirian, Anda memiliki kesempatan besar untuk berinteraksi dengan orang baru. Saat sendirian Anda juga akan merasa lebih nyaman untuk menyapa orang lain.

3. Anda menemukan apa yang Anda sukai (dan tidak Anda sukai) tentang diri sendiri.

Ketika Anda berada di tempat baru sendirian, mau tidak mau Anda akan berkonfrontasi dengan diri Anda sendiri. Menemukan kekuatan dan kelemahan dalam diri Anda.

Begitupun saat Anda traveling seorang diri, Anda tidak berada dalam zona nyaman dan dikelilingi oleh orang-orang yang Anda kenal, sehingga Anda bisa mengeksplorasi hal-hal dalam diri yang mungkin selama ini tidak Anda ketahui.

4. Anda menemukan hal yang Anda suka (dan tidak suka) lakukan.

Ketika bepergian dengan orang lain, terkadang Anda harus mengalah dan mengikuti itinerary sahabat atau keluarga Anda. Tapi dalam solo vacation, Anda bisa leluasa memilih apa yang akan Anda lakukan dan bagaimana Anda akan menghabiskan waktu liburan.

Jika Anda ingin menghabiskan seharian hanya dengan bersantai di pantai lalu keesokan harinya melakukan hiking sepanjang hari, itu bebas Anda lakukan.

Solo vacation membuat Anda bebas mengeksplorasi tempat dan hal-hal yang bisa membuat diri sendiri bahagia.

5. Anda terpaksa berhenti membuat alasan.

Terkadang saat bepergian bersama teman atau keluarga, Anda melewatkan banyak keseruan dengan alasan yang diatasnamakan dengan orang lain.

Anda beralasan menghindari hiking karena ada sahabat yang terkilir, atau memang Anda malas?

Sementara jika Anda bepergian seorang diri, Anda bebas memilih aktivitas yang Anda lakukan. Hak Anda untuk bersantai selama liburan dan tidak melakukan apapun, tapi jangan lemparkan alasan pada orang lain, karena itu merupakan keputusan Anda sendiri.

6. Anda berinvestasi pada diri sendiri.

Jika selama ini Anda terbiasa mengutamakan orang lain dan menaruh diri sendiri dalam urutan terakhir, saat solo vacation adalah waktu di mana Anda benar-benar fokus pada diri sendiri.

Mungkin Anda akan menemukan kenyataan bahwa selama ini Anda menelantarkan diri sendiri. Momen saat Anda pergi seorang diri inilah saat untuk menebusnya dan mengutamakan kepentingan diri sendiri.

7. Anda menyadari bahwa silence is indeed golden.

Saat traveling seorang diri, Anda tidak memiliki teman untuk berbicara secara terus menerus, sehingga mungkin Anda akan diam selama seharian.

Meskipun harus membiasakan diri, Anda pada akhirnya akan mengapresiasi momen hening tersebut yang mampu menurunkan level stres Anda. Cocok untuk mengembalikan ketenangan rohani setelah selama ini berkutat di riuh rendahnya kota metropolitan.

8. Being offline.

Di era dunia online seperti saat ini, adalah hal yang normal terus menerus aktif di media sosial. Termasuk saat Anda tengah berpelesir.

Kesempatan traveling seorang diri ini bisa menjadi peluang Anda untuk rehat dari dunia virtual dan lebih aktif di real world.

9. Anda menjadi lebih relaks.

Solo traveling mendorong diri Anda untuk melepaskan rasa takut dan perasaan self-conscious yang membuat Anda tidak relaks.

Selama perjalanan solo, Anda akan melakukan hal-hal yang mungkin selama ini dihindari. Anda akan mengembangkan rasa percaya diri pada diri sendiri.

10. Anda akan menyadari betapa kuatnya diri Anda.

Selama perjalanan tentunya akan ada momen buruk. Di mana Anda mungkin tersesat, ketakutan karena berjalan sendirian tanpa teman, atau merasa kesepian.

Tapi pada akhirnya Anda akan mengatasi semua itu kemudian tersadar betapa kuat dan hebatnya diri Anda.

(Alih bahasa: Daniar Cikita. Foto: Dok. Bazaar)