Obrolan Bersama Chelsea Islan Saat Pemotretan Pre-Wedding

Di bawah arahan Fashion Director Harper’s Bazaar Indonesia, Michael Pondaag, konsep pre-wedding Chelsea Islan dan Rob Clinton Kardinal kali ini seolah sedang membuat halaman editorial.

(Foto: Courtesy of Dikha Dheansa)


Di salah satu lantai megah di Da Vinci Indonesia, Harper’s Bazaar Indonesia menjadi bagian dari tim salah satu pre-wedding Chelsea Islan dan Rob Clinton Kardinal. Ya, Chelsea secara spesial memang membuat beberapa seri pemotretan dengan mengajak sahabat-sahabat terbaik yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup dan kariernya.

Michael Pondaag, Fashion Director kami, menjadi pengarah gaya untuk konsep pre-wedding yang terinpirasi oleh kecintaan Chelsea Clinton pada estetika glamor. Bagi Chelsea, ia punya memori indah bersama Michael ketika pertama kalinya Chelsea mempunyai project internasional bersama brand Chanel, “I really love his work, banyak karyanya yang hingga sekarang terus dikagumi, boleh disebut living legend di dunia fashion,” ujar Chelsea.

Sedangkan keterlibatan Time International di dalam konsep pre-wedding kali ini juga punya makna bagi Chelsea, “Empat tahun saya menjadi ambassador Chanel, dan satu tahun bersama Valentino. Bersama Time International saya merasa dekat, selalu terlibat di dalam setiap acara-acara mereka. Saya begitu mengapresiasi dan merasa tersanjung berada pada satu koneksi antara Harper’s Bazaar Indonesia dan Time International,” tambahnya.

Nyaman, itu satu kata yang digambarkan mengenai tim hari ini, termasuk campur tangan Ryan Ogilvy sebagai penata rias. Seperti sudah diketahui, Ryan memang kerap diandalkan dalam memoles wajah jelita Chelsea. “Intinya, pemotretan kali ini memiliki chemistry!,” kata Chelsea lagi.

Bicara mengenai awal perkenalan Chelsea dan Clinton, mereka dipertemukan pada sebuah acara ulang tahun sahabat di panti asuhan. Impresi pertama Chelsea terhadap Clinton adalah pribadi yang begitu tulus. Namun perjalanan romansa mereka baru terjadi setelah dua tahun kemudian.

Hal yang masih diingat di saat pertemuan pertama di tempat itu adalah tulisan Agape, yang bagi umat Katolik memiliki makna God’s Unconditional Love. Seolah itulah jalan kehidupan Chelsea yang akhirnya berani melanjutkan ke jenjang pernikahan setelah empat tahun menjalin hubungan.

“Clinton begitu respect dengan karier saya sebagai seorang aktor, dan ia juga selalu menghargai visi serta misi saya. Saya adalah seorang perempuan yang terus ingin berkarier sampai kapan pun di industri perfilman. Dan Clinton mengapresiasi dan mendukung hal tersebut,” cerita Chelsa.

Chelsea yang telah menyiapkan pernikahannya sejak setahun lalu merasa selalu dilancarkan dan tak ada hambatan. Ia sendiri yang memilih segala konsep menuju hari bahagianya. Pada hari pemberkatan pernikahan, Chelsea mengenakan gaun rancangan Biyan dengan veil panjang bergaya Roman Catholic. Sedangkan pada resepsi, ia memakai gaun pengantin model hour glass dengan train dramatis rancangan Tex Xaverio, dan after party memakai rancangan Hian Tjen. Satu lagi, bride robe-nya juga dirancang spesial oleh Monica Ivena.

“Di hari spesial ini, pokoknya saya mendukung desainer Indonesia,” kata Chelsea sambil tertawa.

Hal itu diamini Clinton, yang juga mengenakan setelan Wong Hang pada hari pernikahannya. Clinton nyatanya tidak jauh dari dunia fashion dan familier dengan sederet brand, karena ia sudah terbiasa bersama sang ibu dan kakak perempuannya ketika sedang bepergian, sehingga dalam persiapannya ia dan Chelsea akan saling berdiskusi dan memberi pendapat.

Clinton yang kesehariannya aktif di organisasi dan menjadi pengusaha juga mengaku sempat menjadi seorang sneakers head pada masanya, namun setelah masa pandemi ia mulai bisa mengendalikannya dan hanya membeli sesuai kebutuhan.

Hari itu pemotretan pre-wedding berlangsung hangat, bagaimana tidak jika dalam mengiringi proses menuju pelaminan, Chelsea kerap dikelilingi orang-orang yang membuatnya merasa nyaman. Sekarang, Clinton akan menjadi anggota baru yang akan menemani Chelsea melanjutkan babak baru dalam hidupnya, termasuk mengukir prestasi di dunia perfilman seperti impian Chelsea.

Portfolio ini:

Muse:Chelsea Islan, Rob Clinton Kardinal

Fotografer: Dikha Dheansa

Editor Fashion: Michael Pondaag

Editor Digital: Erica Arifianda

Makeup: Ryan Ogilvy

Hair: Ichanaahair

Nails: Linneabeautybar

Asisten stylist: Hans Hambali

Asisten fotografer: Rinto

Busana dan aksesori: Valentino, Chanel, Zegna (Time International)

Jam dan perhiasan: Cartier (Time International)

Lokasi: Da Vinci

(Penulis: Erica Arifianda dan Hans Hambali; Foto: Courtesy of Dikha Dheansa ; Fashion Stylist: Michael Pondaag)