30 Potret Busana Anggota Kerajaan yang Dihadirkan Kembali dalam Serial The Crown

Penampilan ikonis Putri Diana dapat Anda nantikan pada musim keempat serial ini.



Salah satu bagian terbaik dari serial Netflix, The Crown adalah busananya. Meski serial ini tidak selalu mengikuti penampilannya persis dengan sosoknya di kehidupan nyata, momen-momen penting di dalam memberikan dampak yang luar bisa dengan realitanya. Untuk memperingati kembalinya The Crown untuk musim keempat, berikut adalah busana terbaik yang kembali dihadirkan dalam serial tersebut.

Musim 1 (1947)

Ketika Putri Elizabeth (Claire Foy) menunggu pertunangannya disetujui, ia mengenakan gaun lengan panjang berwarna mauve dengan detail pita. Gaun yang ditampilkan pada episode perdana The Crown adalah kreasi ulang dari gaun yang dikenakan Putri Elizabeth ketika mengumumkan pertunangannya dengan Pangeran Philip pada 1947. Meski realitanya, gaun tersebut berlengan lebih pendek dan warna kainnya sedikit lebih muda.

Musim 1 (1947)

Tidak semua gaun pernikahan Putri Elizabeth sama dengan aslinya. Gaun satin berwarna putih gadingnya memiliki bordir yang sedikit berbeda dalam serial dan garis leher renda digantikan dengan dekorasi mutiara, berlian, dan sequin. Namun, serial ini tidak mengkreasikan kembali gaun ikonis ini sembarangan, ketika gaun tersebut membutuhkan tujuh minggu untuk mengerjakannya dengan harga 37,000 Dollar Amerika Serikat (setara dengan 522 juta rupiah).

Musim 1 (1952)

Tur mandiri Ratu Elizabeth ke Kenya adalah satu pencapaian besar bagi pemimpin muda tersebut. Ketika mendarat di Nairobi, Elizabeth mengenakan gaun cokelat dengan motif polkadot dan peplum pada bagian pinggang. Acara tersebut kembali menampilkan gaya yang sama persis, hingga tas tangan putih yang ia bawa.

Musim 1 (1952)

Kematian ayahnya, Raja George, yang begitu mendadak terjadi ketika Putri Elizabeth menjalani tur kerajaan. Serial tersebut menangkap momen memilukan ketika sang putri mendarat dengan tajam dan akurat, mulai dari kalung mutiaranya hingga bros floral dari berlian pada bagian kerah.

Musim 1 (1952)

Ketika berada di dalam duka yang mendalam atas kepergian Raja George VI, Putri Elizabeth, Putri Margaret, dan sang ibunda terlihat mengenakan gaun sepanjang lutut hitam berlengan panjang dan kerudung hitam yang tipis.

Musim 1 (1953)

The Crown tidak meninggalkan setiap tradisi untuk penobatan Ratu Elizabeth. “Kami membuat sebuah gaun, jubah, gaun pengurapan, dan ini adalah pekerjaan besar,” ungkap perancang kostum, Michele Clapton. “Kami berada di ruang kerja bersama lima atau enam orang untuk membuat kostum-kostum kunci, serta ruang kerja lain untuk membuat elemen gaun-gaun lainnya, dekorasi bordir, berbagai dekorasi lainnya.”

Musim 1 (1953)

Jubah yang dikenakan Pangeran Philip pada hari penobatan, serial ini memastikan penampilannya persis sama dengan realita. Matt Smith dibalut dengan jubah merah velvet yang berat dilengkapi potongan bulu pada bagian atas. Sang sutradara berhasil menangkap momennya dari sudut yang sama dengan dokumentasi aslinya.

Musim 1 (1954)

The Crown juga menghadirkan beberapa momen mewah kerajaan. Pada musim perdananya, Claire Foy tampak mengenakan gaun berkilau dibalut bulu, mengikuti penampilan yang dikenakan Ratu Elizabeth dalam malam perdana pada 1954.

Musim 1 (1957)

Untuk menangkap momen bersejarah ketika Sang Ratu pertama kali menyiarkan pidato Natalnya, The Crown merancang replika gaun lamé emasnya. Penampilan identik tersebut juga dilengkapi cap dan ikatan pada bagian atas seperti dokumentasi aslinya.

Musim 1 (1958)

Meski potret kerajaan dalam The Crown dan Sang Ratu tampak elegan dan mewah, terdapat beberapa perbedaan. Keduanya berhiaskan medali dan perlengkapan monarki, tetapi desain renda dalam serial terlihat lebih halus dibandingkan gaun bordir satin yang dikenakan Ratu Elizabeth.

Musim 2 (1959)

Pada musim kedua, audiens akan melihat Putri Margaret berpose untuk fotografer ternama, Cecil Beaton dalam balutan gaun tulle off-the-shoulder, dilengkapi bordir kupu-kupu. Kreasi dari gaun tersebut sangat impresif. Namun, foto tersebut diambil pada 1944, bukan 1959 seperti yang dikisahkan dalam serial tersebut.

Musim 2 (1960)

Gaun pernikahan Putri Margaret (Vanessa Kirby) rancangan Janie Petrie tampak hampir menyerupai gaun yang rancangan Norman Hartwell yang dikenakan Putri Margaret sesungguhnya. Jane mengungkapkan bahwa gaun tersebut dibuat dalam waktu satu minggu tanpa ada proses pengepasan.

Musim 2 (1960)

Pada proses persiapan pernikahan Putri Margaret, mungkin ada yang kehilangan penampilan hampir identik pada gaun Ratu Elizabeth. Sang monarki terlihat sekilas mengenakan gaun cerulean dengan detail ikat pinggang, bodice renda, dan rok taffeta.

Musim 2 (1960)

Busana yang dikenakan Ibunda Ratu pada hari pernikahan benar-benar berbeda. Aktris, Victoria Hamilton mengenakan jaket brokat dengan bulu cerpelai dan topi bulu serupa, tetapi kenyataannya sang ibunda mengenakan gaun putih gading dengan jaket dan topi bulu putih. Perancang kostum serial tersebut, Jane Petrie mengungkapkan, “Kami lebih sering mengambil esensi dari kenyataannya dan menyesuaikan dengan adegan, bekerja dengan penasehat kerajaan, Major David Rankin-Hunt yang terus ada di lokasi syuting untuk menjawab semua pertanyaan tentang gaya busana dan etiket kerajaan.”

Musim 2 (1961)

Ketika pasangan Kennedy berkunjung ke Istana Buckingham pada 1961, pasangan kerajaan menyambut mereka dengan resepsi meriah dan penuh gaya. Ratu Elizabeth mengenakan gaun pesta sifon biru dengan sentuhan velvet, serta perhiasan dari berlian dan batu safir, yang dikreasikan hampir identik dalam serial Netflix tersebut.

Musim 2 (1961)

Banyak hal yang menarik dari Jackie Kennedy, salah satunya adalah pilihan busananya sehingga kostumnya pada musim kedua menjadi hal yang sangat penting. Serial ini memilih untuk tidak mengenakan gaun taffeta tanpa lengan yang dikenakan Ibu Negara pada 1961, tetapi memberikan nuansa serupa dengan sarung tangan putih dan panjang.

Musim 2 (1961)

Musim kedua ini menampilkan kunjungan sang monarki ke Ghana pada 1961. Kunjungan tersebut penting bagi kerajaan, sebagai cara untuk mengamankan hubungan dengan bangsa-bangsa Persemakmuran. Serial ini menyesuaikan gaun renda Ratu Elizabeth pada adegan historis tersebut.

Musim 2 (1961)

Ratu Elizabeth kembali mengenakan gaun pesta satin tanpa lengan dengan jubah dua warna ketika berdansa dengan Presiden Ghana, Kwame Nkrumah dalam kunjungan kerajaannya. Acara tersebut menghadirkan penampilan yang hampir sama pada setiap detailnya, tanpa tas tangan besar yang ia pegang ketika berdansa di kehidupan nyata.

Musim 2 (1962)

Pada musim kedua, sang Ratu mengundang Jackie Kennedy untuk bersantap siang di Istana Windsor. Ketika menghadiri undangan tersebut, sang Ibu Negara mengenakan setelan abu-abu dan topi pillbox yang tampaknya terinspirasi dari busana asli yang dikenakan Jackie ketika bertemu Ratu Elizabeth pada 1962 untuk makan siang bersama.

Musim 3 (1966)

Sang monarki dilemparkan ke dalam sebuah krisis ketika sebuah kejadian tragis terjadi di Aberfan pada 1966. Ketika Ratu Elizabeth berkunjung ke kota tersebut, ia mengenakan gaun jaket berwarna jingga, dilengkapi bulu cerpelai dan topi dengan bulu yang sama, baik di dalam serial maupun kehidupan nyata.

Musim 3 (1969)

Pangeran Charles mengenakan pakaian tradisional untuk pelantikannya sebagai Pangeran Wales di Caernarvon, Wales pada 1969. Syal bulu dan mahkota dirancang ulang dengan teliti pada musim ketiga serial ini.

Musim 3 (1969)

Ibunda Ratu tampak cerah dan ceria dalam upacara pelantikan Pangeran Charles. Serial tersebut memutuskan untuk mendandani aktris, Marion Bailey dengan setelan hijau limau renda yang sama dan topi bulu.

Musim 3 (1969)

Publik mulai menangkap gaya Putri Anne pada awal 1970an, termasuk penampilannya dalam upacara pelantikan. Gaun jaket biru muda, bros berlian, dan topinya kembali dikenakan pada aktris, Erin Doherty pada musim ketiga.

Musim 3 (1969)

Tidak ada yang dapat melupakan busana Ratu Elizabeth dalam upacara pelantikan Pangeran Charles. Sang monarki mengenakan hiasan kepala menyerupai helm dengan detail mutiara dan berlian imitasi. Ia padukan hiasan kepala tersebut dengan jaket kuning muda, seperti pada serial tersebut.

Musim 3 (1972)

Keluarga kerajaan memang memiliki hubungan yang rumit dengan Pangeran Windsor, tetapi ketika ia meninggal pada 1972, ia dimakamkan di Rumah Windsor. Ratu Elizabeth mengenakan gaun hitam sederhan, bros berlian berbentuk pita, dan hiasan kepala untuk prosesi pemakaman, baik di kehidupan nyata maupun dalam musim ketiga ini.

Musim 3 (1975)

Pangeran Charles dikenal dengan kecintaannya dengan olahraga polo sehingga secara alami, The Crown menggambarkan dirinya bermain olahraga tersebut. Serial tersebut juga merancang seragamnya, bahkan menyimpan nomor punggung sang Pangeran.

Musim 4 (1979)

Musim keempat akan menyelami kekuasaan Perdana Menteri, Margaret Thatcher. Momen yang menjadi salah satu momen penting dalam cuplikan musim terbarunya? Setelan burgundy yang dikenakan Margaret pada potret kabinetnya.

Musim 4 (1981)

Gaun pernikahan ikonis Putri Diana dengan ekor sepanjang tujuh meter dan kerudung tulle sepanjang 139meter kembali dirancang dalam musim keempat. Penata kostum berusaha membuatnya semirip mungkin dengan gaun asli. “Pasangan Emanuels, perancang gaun asli, memberikan kami polanya, dan gaun tersebut dirancang untuk saya,” ungkap aktris, Emma Corrin, pemeran Putri Diana.

Musim 4 (1983)

Ratu Elizabeth berdandan dalam seragam menaiki kuda dalam upacara Trooping of the Colour setiap tahun hingga 1986. Ketika memerankan tokoh monarki tersebut, Olivia Colman berada di atas kuda dengan jaket militer lengkap dengan medali dalam pengambilan adegan upacara tahunan tersebut.

Musim 4 (1986)

Putri Diana dikenal dengan gaya busananya yang mudah diakses dan sederhana. The Crown tidak dapat menghindari godaan untuk membagikan penampilan aktris, Emma Corrin dalam salah satu penampilan Diana yang paling ikonis: celana merah muda gingham dan sweter merah muda cerah.

(Penulis: Charlotte Chilton; Alih Bahasa: Vanessa Masli; Artikel ini disadur dari BAZAAR UK; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)