Rahasia di Balik Kecantikan Anya Taylor-Joy

Aktris dari serial The Queen’s Gambit berbagi perawatan kecantikannya sehari-hari kepada Bazaar.



Bukan tahun yang diharapkan semua orang, tetapi tetap menjadi tahun yang sibuk bagi aktris keturunan Inggris dan Argentina, Anya Taylor-Joy. Bulan ini, ia berhasil menarik perhatian audiens melalui serial populer terbaru keluar Netflix, The Queen’s Gambit, dan pada awal tahun ini ia menuai banyak pujian atas perannya dalam film Emma, sebuah film yang diadaptasi dari novel keluaran 1815 karya Jane Austen dengan judul yang sama. Ia menghabiskan musim panas lalu dalam proses syuting film The Northman arahan Robert Eggers di Belfast, di tengah pandemi yang melanda, serta mendapatkan peran baru dengan Viktor & Rolf – sebagai wajah baru dari produk parfum, Flowerbomb Dew.

“Saya kembali ke London untuk masa isolasi,” ungkapnya tentang waktunya selama beberapa bulan terakhir. “Saya bersama pasangan saya [kekasih dan fotografer, Ben Seed] dan dua teman kami. Hal yang sangat baik memiliki pertemanan tersebut. Dua minggu pertama terasa tidak pasti tetapi saya sangat bersyukur atas kesempatan bagi saya untuk mengambil waktu istirahat. Saya juga bersyukur atas pendewasaan saya secara emosi pada masa ini.”

Anya juga mengungkapkan bahwa melalui kecintaannya pada aroma – termasuk teknik memakai parfum membuatnya tampak seperti “buket bunga berjalan”. Selain itu, ia juga membuka tas kecantikannya, berbagi alasan batu kristal dan tongkat palo santo membantunya untuk terus rendah hati, rahasia perawatan rambutnya, pola makan dan olahraga yang ia jalani, serta berbagi trik-trik yang ia lakukan untuk relaksasi dan merawat diri.

Lembut dan menyegarkan, dua kata yang digunakan Viktor & Rolf untuk menggambarkan produk Flowerbombnya yang ikonis – salah satu parfum ternama sepanjang masa – diracik dengan mawar, bunga iris, dan musk. “Kulit kedua favorit saya,” ujar Anya, berbagi kepad Bazaar bahwa ia menyukai lapisan yang menghangatkan kulit. Namun, parfum memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar produk. “Menarik bila setiap manusia memiliki aromanya sendiri dan setiap parfum akan tercium berbeda pada setiap orang jadi, bagi saya menemukan hal tersebut sesuatu yang menarik,” ungkapnya.

(Penulis: Bridget March; Alih Bahasa: Vanessa Masli; Artikel ini disadur dari BAZAAR UK; Foto: Courtesy of BAZAAR UK)