Museum MACAN Menghadirkan 3 Pameran Terbarunya

Datang dan nikmati seni konseptual hingga seni interaktif dalam satu atap.

Museum MACAN Menghadirkan 3 Pameran Baru


Pameran seri ketiga di Museum MACAN menyuguhkan karya 3 seniman konseptual Asia yang dibuka pada 17 November 2018 lalu. Ketiga seniman ternama Asia tersebut antara lain Arahmaiani (Indonesia), Lee Mingwei (Taiwan/Amerika), dan On Kawara (Jepang).


Lee Mingwei, Arahmaiani, dan Aaron Seto (Museum MACAN)


Sejumlah format karya seni ditampilkan ke hadapan publik, termasuk instalasi interaktif, lukisan, dokumentasi seni pertunjukan, serta performance art. Berikut ialah ketiga profil seniman tersebut berserta uraian pameran mereka.


Arahmaiani – Masa Lalu Belumlah Berlalu

Seniman Indonesia ini berkarya lewat berbagai medium, seperti lukisan, performance art, instalasi, dan puisi. Sejumlah karyanya menyangkut isu politik, ekonomi, lingkungan, dan religi dalam lingkup lokal hingga global.




Dalam pameran Masa Lalu Belumlah Berlalu (The Past has not Passed), pengunjung dapat melihat lebih dari 70 karya yang diciptakan sejak 1980-an hingga kini, serta beberapa dokumentasi performance. Arahmaiani merupakan salah satu seniman perempuan Indonesia yang penting, dengan prestasi pameran dalam ajang-ajang seni bergengsi di dunia, termasuk Venice Biennale tahun 2003.


Lee Mingwei – Seven Stories

Ia adalah seniman konseptual asal Taiwan/Amerika dan dikenal dengan penampilan yang melibatkan interaksi dengan penonton. Karya Lee Mingwei bersifat personal dan berhubungan langsung dengan kegiatan sehari-hari, seperti makan, menjahit, dan menyapu.




Dalam karyanya, Lee Mingwei memberikan nilai personal yang kuat disertai dengan kesan ‘ketenangan’. Judul Seven Stories merujuk pada tujuh karya konseptual yang ditampilkan dalam berbagai bentuk yang berbeda. Dalam sebuah karya yang berjudul The Letter-Writing Project (1997-kini), ia mengajak pengunjung untuk menuliskan pesan yang tak tersampaikan kepada kerabat, berbentuk surat yang dimasukkan ke dalam amplop. Selain ditampilkan dalam display pameran, surat-surat tersebut akan dikirimkan oleh Museum MACAN di akhir masa pamer.


On Kawara – One Million Years

Salah satu karya penting dari On Kawara yang berjalan sejak 1993 hingga kini berjudul One Million Years yang ditampilkan untuk pertama kalinya di Indonesia. Karya participatory ini melibatkan dua orang – laki-laki dan perempuan – untuk membacakan nama tahun dalam karya tersebut, yang terdiri dari dua bagian, yaitu One Million Years (Past) berisi nama tahun dalam satu milenium dari 998031 SM, dan One Million Years (Future) yang berisi nama tahun dalam satu milenium hingga 1001997 Masehi.




Pembacaan karya ini awalnya dimulai di Dia Center for the Arts, New York pada 1993 kemudian karya ini sempat ditampilkan di berbagai kesempatan seperti documenta 11 dan Trafalgar Square. Di tiap presentasi pembaca akan melanjutkan pembacaan tahun setelah pembaca sebelumnya. Kegiatan ini melambangkan konsep waktu secara kronologis. Pembacaan di Museum MACAN dilakukan tiga kali seminggu.


Ketiga pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 10 Maret 2019.


(Foto: Courtesy of Museum MACAN)