21 Film Musim Gugur yang Wajib Anda Saksikan

Perburuan Piala Oscar telah dimulai. Inilah kumpulan 21 film terbaik yang dirilis pada musim gugur 2018.



Musim gugur tahun ini diwarnai dengan kehadiran film-film baru bertabur bintang yang menyajikan performa total. Beberapa bahkan mengedepankan sosok perempuan sebagai tokoh utama. Kumpulan 21 film berikut ini mungkin dapat masuk ke dalam daftar teratas tontonan Anda menuju akhir tahun.

A Star Is Born


Ada kemungkinan Lady Gaga akan kembali muncul dalam perhelatan Piala Oscar. Bukan sebagai pengisi acara, melainkan sebagai penerima penghargaan bergengsi di kancah perfilman tersebut berkat penampilannya di film A Star Is Born.

Dengan gemilang ia memerankan karakter yang sebelumnya pernah dimainkan oleh Judy Garland di film dengan judul yang sama tahun 1954 yang lalu. Di sini, Lady Gaga berakting bersama co-star sekaligus sutradara, Bradley Cooper. A Star Is Born merangkum kisah percintaan, popularitas, dan kegagalan dalam satu drama musikal.



Beautiful Boy


Steve Carrell dan Timothee Chalamet berkolaborasi dalam satu layar dengan berperan sebagai ayah dan anak. Beautiful Boy menceritakan tentang perjuangan dalam sebuah keluarga untuk mengatasi masalah kecanduan.

Kisah ini terinspirasi dari dua buku memoar best-selling berjudul Beautiful Boy: A Father‘s Journey Through His Son‘s Addiction dan Tweak: Growing Up on Methamhetamines. Disutradarai oleh Felix Van Groeningen, Beautiful Boy sudah mulai tayang di layar lebar sejak tanggal 12 Oktober yang lalu.



First Man


Sejarah tentang orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan telah diwujudkan dalam sebuah film biopic. First Man dibuat di bawah arahan sutradara peraih Oscar, Damien Chazelle, dan didedikasikan sepenuhnya untuk mengenang perjalanan emosional Neil Armstrong menuju luar angkasa.

Ryan Gossling dipercaya untuk memerankan sang astronot bersama dengan Claire Foy sebagai Janet Armstrong. First Man telah tayang pada tanggal 12 Oktober yang lalu.



Can You Ever Forgive Me?


Aktris asal Amerika Serikat, Melissa McCarthy, memainkan peran sebagai Lee Israel dalam film Can You Ever Forgive Me? Lee Israel merupakan seorang penulis biografi best-selling yang melakukan penipuan lewat tulisan-tulisan yang dibuatnya demi menambah penghasilannya.

Dengan bakat yang ia miliki dalam menulis, Lee membuat surat-surat palsu yang seakan-akan ditulis oleh para penulis terkemuka. Marielle Heller sang sutradara mengadaptasi cerita ini dari memoar Lee Israel sendiri. Can You Ever Forgive Me? sudah ditayangkan di bioskop sejak tanggal 19 Oktober 2018.



Halloween


Percobaan untuk menghentikan Michael Myers dengan segala cara termasuk dibakar dan dipenggal kepalanya ternyata tidak membuahkan hasil, sebab ia masih memiliki kekuatan untuk meneror adik perempuannya.

Film reboot ini menyajikan pertarungan final antara Mike dan Laurie Strode (Jamie Lee Curtis). Ditulis dan disutradarai oleh David Gordon Green bersama Danny McBride, Halloween juga memberikan sesuatu yang baru dari film original arahan John Carpenter. Halloween meneror bioskop pada tanggal 19 Oktober 2018.



Mid90s


Beberapa film tentang skaters sudah pernah mewarnai layar lebar, misalnya cerita anak-anak Skate Kitchen dan Minding the Gap. Baru-baru ini, aktor Jonah Hill mengeluarkan film terbarunya dengan tema yang sama.

Bukan sebagai salah satu pemerannya, kali ini Jonah Hill untuk pertama kalinya duduk di kursi sutradara dalam produksinya. Mid90s menceritakan tentang Stevie (Sunny Suljic) dan teman-temannya para pemain skateboard di Los Angeles yang berusaha untuk meluncur keluar dari realita pahit akan ras, kelas masyarakat, dan tempat tinggal.



The Ballad of Buster Scruggs


Jangan berkecil hati apabila Anda yang tidak dapat menonton The Ballad of Buster Scruggs karena film western ini hanya ditayangkan di bioskop-bioskop tertentu. Film yang disutradari oleh Ethan Coen dan Joel Coen tersebut siap hadir di Netflix bulan pada tanggal 16 November 2018, memberikan kesempatan bagi Anda untuk menyaksikan aksi Tim Blake Nelson, Liam Neeson, James Franco, dan Zoe Kazan dalam enam segmen cerita bersama Buster Scruggs.



Burning

Drama misteri asal Korea berjudul Burning pernah memanaskan festival film Cannes dengan kesuksesannya. Lee Chang-dong sebagai sutradara berhasil membawa film ini hingga menembus Amerika Serikat, bermula pada Toronto International Film Festival (TIFF) dan kemudian mendarat di bioskop-bioskop USA pada bulan Oktober.

Burning mengisahkan tentang hubungan panas cinta segitiga antara dua orang pria dan satu wanita.



The Front Runner


Tahun 2018 cukup membuat Jason Reitman nampak sibuk. Setelah merilis film drama komedi parenthood berjudul Tully saat hari ibu bulan Mei lalu, sutradara berusia 41 tahun tersebut telah siap dengan film terbarunya yang dibintangi oleh Hugh Jackman dan Vera Farmiga.

The Front Runner adalah film politik berdasarkan cerita nyata tentang Senator Gary Hart yang merusak karir presidensialnya di tahun 1988 akibat skandal perselingkuhan. Drama ini akan tayang pada tanggal 7 November mendatang.



Widows


Sutradara berkebangsaan Inggris, Steve McQueen, jarang dikaitkan dengan film-film gemilang arahannya seperti Hunger, 12 Years a Slave, dan Shame. Padahal, Steve sebenarnya adalah filmmaker terkemuka. Baru-baru ini ia membuat sebuah film thriller berjudul Widows yang berkisah tentang perempuan yang hidupnya penuh cemooh.

Produksinya pun tak main-main dengan mengajak Gillian Flynn (penulis Gone Girl) sebagai penulis naskah serta Viola Davis, Cynthia Erivo, dan Michelle Rodriguez sebagai para pemerannya. Film tersebut akan segera rilis pada tanggal 16 November dan diharapkan dapat membantu untuk menjunjung namanya.



Green Book


Tony Lip (Viggo Mortensen), seorang pria Italia-Amerika bekerja sebagai supir bagi pianis musik klasik keturunan Afrika-Amerika bernama Mister Shirley (Mahersala Ali) untuk menemaninya dalam perjalanan tur di Amerika Selatan pada tahun 1960-an.

Lebih menariknya lagi, film ini disutradarai oleh Peter Farrelly dari Farrelly bersaudara yang merupakan spesialis di genre komedi. Green Book akan tayang di bioskop tanggal 21 November 2018.




If Beale Street Could Talk


Setelah memenangkan penghargaan piala Oscar untuk filmnya yang berjudul Moonlight pada tahun 2016 lalu, Barry Jenkins bertaruh dengan menghadirkan drama roman berjudul If Beale Street Could Talk. Aktor Stephan James bermain watak sebagai seorang pria yang dituduh melakukan pemerkosaan.

Ia beradu akting dengan KiKi Layne, aktris pendatang baru yang berperan sebagai tunangannya yang tengah mengandung. Film ini diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karangan James Baldwin dan mulai tampil di bioskop pada tanggal 30 November 2018.



Ben Is Back


Kali ini, Julia Roberts memerankan sosok Ibu yang berusaha mati-matian untuk mempertahankan keutuhan keluarganya dalam sebuah film drama emosional arahan sutradara peraih nominasi Oscar, Peter Hedges. Kisah Julia Roberts bersama aktor muda Lucas Hedges dari Manchester by the Sea dan Lady Bird dapat dinikmati pada tanggal 7 Desember mendatang.



Vox Lux


Aktor film indie Brady Corbet yang dikenal melalui Funny Games, Simon Killer, dan Martha Marcy May Marlene sekarang mencoba beraksi di belakang kamera untuk menyutradarai sebuah drama musikal.

Dikisahkan seorang perempuan yang sebelumnya harus menelan tragedi sekarang tengah bangkit berjuang menjadi superstar pop. Bintang pop tersebut diperankan oleh aktris kondang Natalie Portman dan menampilkan kostum-kostum fantastik gabungan antara Black Swan dan David Bowie. Jangan lewatkan penampilan cemerlang Natalie bersama Jude Law pada tanggal 7 Desember nanti.



Roma


Para kritikus film dan Alfonso Cuarón sendiri mengakui bahwa Roma merupakan film yang paling berpengaruh dalam karirnya. Alfonso bertindak sebagai sutradara sekaligus penulis film yang menceritakan tentang masa kecil serta kekagumannya terhadap para perempuan yang membantunya tumbuh di kalangan penduduk kelas menengah di Roma, Meksiko. Roma akan ditayangkan di bioskop dan Netflix pada tanggal 14 Desember.



Destroyer


Karir Karyn Kusama melejit cukup cepat sebagai salah satu sutradara yang patut dinantikan karyanya. Setelah Jennifer‘s Body, The Invitation, dan beberapa film pendek brilian berjudul Masters of Sex, Billions, dan Halt and Catch Fire, filmnya yang akan rilis tepat pada hari Natal nanti juga tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Destroyer menjadi drama kriminal teranyar arahannya, dibintangi oleh Nicole Kidman sebagai polisi LA bernama Erin Bell dan Sebastian Stan sebagai Chris.



High Life


Filmmaker asal Prancis Claire Denis bereksperimen dengan menggarap film berbahasa Inggris pertamanya serta menggandeng Robert Pattinson, Mia Goth, dan Juliette Binoche sebagai pengisi perannya. High Life merupakan sebuah cerita bergenre science fiction yang mengambil seting lokasi di luar angkasa tentang sebuah misi pencarian energi di black hole oleh sekelompok terpidana mati.



Jeremiah Terminator LeRoy


Cerita tentang fenomena persona fiktif bernama J.T. Leroy yang diciptakan oleh Laura Albert kini diangkat ke layar lebar. Adik ipar Laura, Savannah Knoop, mewujudkan sosok alter ego ini ke kehidupan nyata dan menulis cerita dengan pseudonim J.T. Leroy tentang penganiayaan yang dialami oleh remaja laki-laki.

Film ini dibuat berdasarkan memoar yang ditulis oleh Savannah sendiri berjudul Girl Boy Girl: How I Became J.T. Leroy dan disutradarai oleh Justin Kelly. Tokoh Savannah Knoop diperankan oleh Kristen Stewart, sementara Laura Albert dibawakan oleh Laura Dern.


The Good Girls


Alejandra Marquez Abella sebagai sutradara mampu menyajikan cerita menarik tentang kemewahan yang disandingkan dengan lemahnya keadaan ekonomi Meksiko pada tahun 1982.

Film yang berjudul asli Las niñas bien ini menggambarkan tentang krisis hutang Meksiko yang berimbas pada kehidupan kaum burjois, terutama bagi para sosialita yang harus menghadapi malapetaka paling menakutkan dalam hidupnya yaitu menjadi miskin dan sengsara.



In Fabric


Seperti Annabelle di film The Conjuring, sebuah gaun merah menjadi momok dalam film The Fabric. Impresi supernatural disajikan dalam sebuah cerita tentang baju dengan kutukan yang berpindah dari satu orang ke orang lain. Peter Strickland sang sutradara kawakan dalam genre horor dari film Barberian Sound Studio dan The Duke of Burgundy, terjun langsung untuk mengarahkan film ini.



Rafiki


Film karya Wanuri Kaihu yang berani selalu berhasil membangkitkan minat para penikmatnya. Kali ini ia menyuguhkan kisah tentang hubungan asmara antara dua orang perempuan Nairobi. Rafiki membuat rekor sebagai film Kenya pertama yang mengeksplorasi soal homoseksual dan tampil perdana di panggung festival film Cannes. Namun sayangnya, film berdurasi 82 menit ini ditolak di negara asalnya.




(Penulis: DeAnna Janes; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Erlissa Florencia; Foto: Bazaar US)