Lakon Indonesia Menggelar Fashion Show Gantari di Kompleks Candi Prambanan

Pertunjukan pakaian bernuansa modern di kawasan cagar budaya untuk merayakan Hari Batik Nasional



Lakon Indonesia menggelar fashion show koleksi terbaru untuk memperingati spirit Hari Batik Nasional, tanggal 9 Oktober 2021 silam di kompleks Candi Prambanan. Perhelatan ini merupakan kerja sama dengan Kemenparekraf dan Jakarta Fashion and Food Festival (JF3).

Pertunjukan ini dihelat dengan tema Gantari: The Final Journey to Java yang menampilkan koleksi ready-to-wear 2022/2023 hasil kerja sama dengan berbagai perajin, UMKM, dan desainer House of Irsan yang berperan sebagai Creative Director. Kolaborasi juga hadir dari pembuatan panggung peragaan, yang dirancang oleh arsitek Adi Purnomo yang menggunakan material bambu yang disusun menjadi sejumlah sekat dan membingkai Candi Prambanan dengan megah.

Stage design dirancang oleh arsitek Adi Purnomo menggunakan material bambu yang sustainable

Sejumlah 150 koleksi pakaian siap pakai diperagakan oleh 100 orang model dengan kreasi berupa batik, jumputan, dan tenun lurik dengan bahan serat natural. Semua kain tersebut adalah hasil kerja sama Lakon Indonesia dengan para perajin di daerah Jawa. Lakon menyoroti berbagai tampilan modern, baik bergaya kasual hingga gaun malam monokromatis berwarna mencolok.

Sejumlah model mengenakan setelan denim, muay thai shorts, kemeja kerah piyama, bahkan kaus kaki vibran setinggi betis. Lurik digunakan seragam untuk atasan sampai bawahan. Motif Megamendung tampil di berbagai pakaian, hingga newspaper prints dengan skala bervariasi. Dalam show ini, tak masalah apa pun tampilannya, sebagian besar model membawa puffy oversized tote atau clutch berbahan nilon vibran.

Koleksi pakaian pria dan wanita terbaru dari Lakon Indonesia dibuat dari kolaborasi dengan perajin dan UMKM lokal

Gantari adalah kelanjutkan dari show PakaianKoe yang tahun lalu yang dihelat di Jakarta. Dalam kesempatan pembukaan di Yogyakarta, Thresia Mareta selaku Founder dari Lakon Indonesia menyampaikan keutamaan dari kerja sama yang dibina bersama dengan para perajin, “Semua kain tersebut adalah hasil kerja sama dengan para perajin dan artisan yang telah terjalin selama lebih dari dua tahun hingga saat ini. Selama dua tahun ini, kami tidak hanya membina mereka, tapi kami juga mengajak mereka untuk melakukan eksperimen yang baru, kami saling berbagi ilmu, dan kami juga mengajarkan beberapa teknik eksekusi yang lebih baik, juga membagikan beberapa pandangan yang baru sehingga mereka dapat lebih berkembang dan menghasilkan karya yang lebih sempurna dan matang.”

Batik dengan motif yang "diperbesar" disandingkan dengan elemen modern seperti tote bag nilon

Thresia juga mengungkapkan bahwa dalam kerja sama tersebut Lakon Indonesia turut mengajarkan para perajin tentang profesionalisme dalam bekerja dan konsistensi dalam berkarya, sehingga kompetensi tersebut dapat menjadi modal baru untuk mereka agar bisa terus bergerak di masa yang akan datang.Gantari juga memberikan satu pesan penting berupa semangat, bahwa pandemi tidak mampu melemahkan kita, melainkan menyatukan kita untuk bergerak bersama dalam membuat suatu perubahan yang menguatkan Indonesia.

Foto: Courtesy of Lakon Indonesia