Pameran Olafur Eliasson yang bertajuk Your Curious Journey mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia. Berlangsung di Museum MACAN pada 29 November 2025-12 April 2026, Your Curious Journey menandai perjalanan seniman berdarah Denmark-Islandia tersebut selama lebih dari tiga dekade.
Olafur dikenal sebagai seniman yang sering mengeksplorasi fenomena alam lewat pendekatan artistik seperti instalasi, lukisan, fotografi, seni patung, dan film. Ia memadukan elemen cahaya, air, kabut, hingga gelombang magnet untuk mengekspresikan gagasannya, mewujudkannya sebagai karya yang menggugah persepsi audiens. Termasuk beberapa karya besarnya yang sudah tampil di panggung internasional seperti The Weather Project (2003) di Tate Modern, London. Kemudian The New York City Waterfalls (2008) di East River, New York, dan Your Rainbow Panorama (2011) di ARoS Aarhus Denmark.
Seni Olafur tidak hanya hadir untuk menyenangkan pandangan mata atau sekadar mempercantik halaman sosial media Anda. Karyanya akan lebih bersuara dengan partisipasi pengunjung. Menurutnya, “Karya seni hanya akan lengkap ketika Anda, para penikmat, terlibat langsung dengan rasa ingin tahu. Memiliki rasa ingin tahu artinya Anda terbuka untuk mendengar, untuk melihat sesuatu yang tidak terduga, dan untuk berubah. Kita perlu memiliki perspektif yang berbeda, seperti di karya Multiverses and Futures (2017) yang ditampilkan di Jakarta ini. Kaleidoskopnya menawarkan serangkaian fragmen yang tidak familier di sekitar Anda. Karya ini bersama dengan keseluruhan pameranya mengundang Anda untuk berpartisipasi menggunakan seluruh indra serta menguji persepsi Anda, museum, dan dunia.”
“I think that an experience is not something that happens to you. It is something you create.”
Lewat wawancaranya bersama Bazaar, Olafur menegaskan, “I think that an experience is not something that happens to you. It is something you create.” Baginya, pengalaman mengunjungi pameran seni memerlukan usaha yang lebih agar audiens mendapatkan esensinya. “Jika Anda berupaya sedikit lebih ekstra, menurut saya Anda pada dasarnya akan mendapatkan akses ke bagian diri Anda yang mungkin selama ini cukup Anda abaikan.”
Dari sekitar karya yang ditampilkan di pameran Your Curious Journey di Museum MACAN, Olafur membagikan rekomendasi dan cerita dari beberapa seni yang sebaiknya tidak Anda lewatkan saat berkunjung ke sana.
1. Subsaharan Dusk Study No. 1-6 (2018)
Karya dengan medium cat air yang dilukis tangan ini menggambarkan eksplorasi Olafur terhadap fenomena warna berdasarkan pengalaman personalnya saat melihat matahari terbenam di Addis Ababa, Afrika. “A painting of my impression of the sun just at the end of the day on different days,” jelas Olafur tentang lukisan dengan bentuk lingkaran berulang yang didominasi lapisan rona oker, umber, dan cokelat ini.
“Saya menyukai gagasan bahwa ini sebenarnya adalah bentuk alam, air, dan warna. Ini adalah saya tentang matahari terbenam yang dibuat secara mekanis sehingga terlihat seperti sebuah budaya. Sama halnya dengan kaleidoskop di pameran ini. Ketika diperhatikan, Anda melihat sesuatu yang mungkin menggabungkan alam dan budaya seperti sebuah kesatuan. Seperti cara seekor lalat melihat dunia, ia tidak melihat Anda sebagai sebuah objek melainkan fragmen-fragmen dari beragam warna dan gambar.”
2. Beauty (1993)
“Saya ingin merekomendasikan untuk fokus pada karya yang berjudul Beauty, because Beauty is something that is very dear to me,” ucap Olafur. “Beauty adalah karya yang saya rasa bisa dipahami oleh semua orang. Pada dasarnya ini adalah perpaduan kabut air yang sangat halus dengan lampu yang menciptakan sorot seperti warna pelangi. Menurut saya, pelangi ini memberi Anda pemahaman bahwa untuk menciptakan warna yang spesial bergantung pada hubungan antara indra penglihatan, tetesan air, dan cahaya.”
Karya Beauty layaknya tirai cahaya spektral di ruang gelap yang muncul dan menghilang tergantung pada sudut pandang audiens. “Tidak semua orang bisa melihat pelanginya. Artinya, apa yang dilihat oleh setiap orang itu unik,” tambah Olafur.
3. The Glacier Melt Series 1999/2019 (2019)
“Ini adalah dokumentasi gletser di negara asal saya, Islandia, yang menurut saya menarik karena setiap orang di sini tahu banyak atau memiliki relasi yang dekat dengan alam sama seperti di Indonesia. Islandia, sama seperti Jakarta, mengalami banyak perubahan di tengah krisis lingkungan dan ekologi yang kita alami. Saya merasa sangat terhormat dan bangga dapat menunjukkan sesuatu dari negara saya dan saya dapat datang untuk mendapatkan pengalaman dari Indonesia,” tutur sang seniman.
The Glacier Melt Series 1999/2019 menampilkan rekaman fotografi dramatis tentang perubahan bentuk gletser yang diambil dalam rentang waktu 1999 hingga 2019. Rangkaian 30 foto yang diambil dalam dua dekade ini memperlihatkan bagaimana es di Islandia perlahan mencair akibat pemanasan global. Karya ini seolah menjadi pengingat akan kerentanan lingkungan ekologis dan dampak pemanasan global yang melampaui waktu di siklus alami.
4. Yellow Corridor (1997)
“Karya terakhir yang saya sukai dan soroti adalah Yellow Corridor, ruangan dengan cahaya kekuningan tunggal di mana Anda dapat melihat sesuatu yang tidak biasa yakni black and white vision atau yellow and black vision. Menurut saya, ini adalah sebuah pengalaman mendalam dan pengingat bahwa kita tidak boleh menerima begitu saja apa yang kita lihat sebagai kebenaran, karena selalu ada pertanyaan tentang bagaimana sejatinya kita melihat sesuatu,” ungkap Olafur.
Yellow Corridor merupakan instalasi dalam ruangan menggunakan lampu monofrekuensi bertekanan rendah. Saat memasukinya, dunia yang awalnya penuh warna berubah menjadi gradasi kuning, abu-abu, dan hitam. Mata audiens perlahan menyesuaikan diri untuk kembali mengenali bentuk dan ruang di sekitarnya. Ketika keluar, bayangan diri perlahan berubah mulai dari warna kebiruan hingga kembali normal. Olafur ingin menantang batas persepsi visual dan mengundang audiensnya untuk menyadari bagaimana cara penglihatan membentuk pengalaman kita terhadap dunia.
Mengunjungi pameran Your Curious Journey lebih dari sebuah pameran estetika. Ini adalah ruang diskusi dalam bentuk seni yang menguji persepsi. “This is not just my show, tetapi juga tentang partisipasi Anda dengan seni, budaya, identitas, sejarah, dan untuk memahami dunia kita sendiri yang akhirnya membuka jalan ke hal-hal yang tidak mudah diakses,” tutup Olafur.
Kunjungi situs resmi Museum MACAN untuk mengetahui lebih lanjut tentang pembelian tiket dan informasi umum lainnya.
(Foto: Courtesy ofOlafur Eliasson, Museum MACAN; Edited by SS)